Free will itu apa
sih?
Kalau menurut kamus di Spotlight bawaan Mac,
"the power of acting without the constraint of necessity or fate; the ability to act at one's own discretion."
Hmm.
Ya.
Jadi artinya, kedaulatan untuk bebas dari segala keharusan.
Sebuah hak yang sepanjang masa, seluas angkasa, diperjuangkan dan dielu-elukan habis-habisan. Namun pada titik tertentu, rasanya suaka itu malah membuat kita kelimpungan. Banyak percabangan yang membuat kita berpikir bahwa hidup ada baiknya sudah suratan. Bahwa memilih cuma bikin kita risih. Bahwa konsekuensi dari melangkah lebih mengerikan daripada sekadar tabah.
Pada kasus lainnya, justru kebanyakan saya dan kebanyakan Anda menggunakan free will tersebut untuk mengekang diri sendiri. Meyakini sesuatu, apapun itu, kemudian melakukan justifikasi terhadap apapun yang kita yakini. Apa namanya kalau bukan menggunakan kebebasan pribadi untuk mengikat diri sendiri?
Apakah kita yang secara sadar memilih untuk dikekang dapat disebut manusia bebas? Ataukah konsep kebebasan sebegitu hebatnya hingga kita tidak kuasa untuk berpegang kepadanya, lalu akhirnya menyerah dan berserah kepada pembelaan yang sering disebut faith?
Apakah pada akhirnya, kita cuma kumpulan keping-keping hal yang kita percaya? Bahwa kita tidak pernah bebas seutuhnya. Hanya bebas memilih di mula. Memilih jalan mana, kemudian menerima apa adanya.
Tapi kemudian lagi, apakah bebas lebih baik daripada bahagia?
Coba tanya kembali. Coba evaluasi diri lagi.
Jangan mengaku bebas kalau memang berserah. Jangan juga sebaliknya. You are loved either way.
Cheers, mate.