Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Wednesday, December 31, 2008

Bold and Italic Episode 6 - Year End Bargain

Bukan, post ini tidak ada hubungannya dengan belanja tengah malam atau diskon dan semacamnya. Apalagi soal ilmu tawar-menawar. Hei, ini bukan pasar. Di post ini saya akan menjabarkan My Bests and Worsts List of 2008. Terinspirasi juga oleh berbagai post dari orang lain, misalnya Acchan.

Langsung saja, saya sudah mengantuk.

01/01/2008
I brought Bold(read my 'Bold and Italic' posts) a lotta fireworks, walaupun hanya dalam dunia imajinasi kami berdua.

20/02/2008
I started a relationship with Bold. It's fine, until it starts.

20/03/2008
Bold's 14th birthday. Saya memberi dia semacam maskot dari kayu berbentuk anjing yang dikemas dalam kotak buatan saya sendiri. Di kotak tersebut terpatri stensilan 'XIV', 'F', dan gambar hati.

01/04/2008
My 16th birthday. Bold gave me some presents. Sebuah pulpen tempel untuk di meja yang dihiasi bocah berambut biru dan berbaju basket bernomor punggung 23, gantungin ponsel berbentuk monyet, dan saya rasa ada 1 hal lagi namun entah kenapa saya tidak dapat mengingatnya.

03/05/2008
I broke up with Bold. Sebelumnya saya mengisi sebuah agenda tolol yang saya beli di Aksara Bookstore. Di agenda itu terdapat Mood Chart harian, yang saya rekam dengan disiplin setiap harinya. Tapi hari ini, grafik terjun ke jurang hingga terus ke bawah batas buku dan terus ke meja, ke lantai, ke tangga menuju lantai 1, ke garasi, hingga akhirnya ke jalan raya. Sejak saat itu, Mood Chart tidak pernah naik ke permukaan. Terus ada di jurang, jauh di bawah sana.

Jaman-Jaman Seleksi OSIS
Bold often shared me stories. Tentang kecemasan dia yang membuat dia jadi kurang bersahaja, tentang perasaannya kepada salah seorang pria, dan berbagai lainnya.
Bahkan saya membuat persetujuan dengan dia tentang masalah kecemasan akan kegagalannya. Saya rela berguling dari tangga jika dia tidak lolos seleksi.

Jaman-Jaman Lomba-Lomba Hari Kemerdekaan
Bold failed to pass the test. Tapi bukannya disuruh berguling, saya malah disuruh push-up kepal 3 seri(bagi Anda yang belum paham, 1 seri = 10 kali). Toh ketika saya baru ingin memulai seri ke-2, dia memberhentikan saya. Entah malu entah masih peduli, saya harap yang kedua, because it always makes me a bit happier everytime I think about our sweet memories.

Jaman-Jaman Kelas XI IPS
Bold never say anything to me. Satu-satunya yang saya ingat adalah ketika pelajaran Kewarganegaraan kosong dan Bold datang ke kelas saya untuk bertemu rekannya. Dia diganggu oleh seorang teman saya dan seperti biasa, dia mengeluarkan muka dan kata-kata sinisnya - which I love very much - tanpa rasa bersalah. Oh Lord, I just love her personality.
Hari lainnya, hanya kurang lebih 1 bulan sebelum post ini, saya mengetahui ada sesuatu yang terjalin diantara dia dan seorang pria(oh ya Anda betul, ini pria yang saya maksud pada Jaman-Jaman Seleksi OSIS di atas sana). Saya tak bisa berkata-kata. Namun anehnya, saya turut bangga. Karena dulu dia bahkan tidak berani bermimpi, tapi lihat sekarang. She's the greatest of them all.

Sisa 2008
Nothing happened. I barely see Bold in my life. We were this close, and then we separated that far. Of what a love can do, you'll be terrified.

Oke, memang itu tidak terdengar seperti My Bests and Worsts List of 2008, I know. Semua penjabaran di atas hanyalah memori saya tentang Bold(dari post-post 'Bold and Italic' di blog ini, ayo baca!). Dan saya rasa jika saya sedang bersahaja, saya bukan hanya menulis post di blog, saya akan menulis sebuah buku. Saya yakin itu.

Saya pertama kali bertemu Bold pada Lomba 17 Agustusan tahun 2007 SMA Labschool Kebayoran. Dia menyapa saya dengan manis, dan saya juga tahu bahwa saya akan dekat dengannya. Sejak saat itu saya semakin dekat dengan dia hingga akhirnya hubungan mulai terlihat serius di awal 2008. I don't want to tell, it's her privacy afterall.

Berbagai hal terjadi sampai akhirnya kami memulai hubungan(yang saya harapkan serius) 20 Februari dan (sayangnya)berakhir pada 3 Mei. 2 bulan 2 minggu, dan saya dapat membuat sebuah cerita bersambung 20 episode dari jangka waktu itu. Dan seperti yang telah saya katakan tadi, saya dapat membuat buku, hanya dengan mengenalnya belum sampai 2 tahun. Kenapa? Saya juga tidak tahu alasannya. Perhatikan saya, mungkin Anda bisa tahu.

(Sekali lagi) Mengenang GFQF (oh yeah GFQF is definitely a code), orang yang paling saya tunggu kembalinya.



Cheers, mate.


*oh I'll make The Real My Bests and Worsts List of 2008, you know. If I remember.

Friday, December 26, 2008

President

Pada tanggal 24 Desember lalu saya diminta M.Fadhil Mudjiono selaku Ketua Acara untuk menghadiri rapat mengenai pameran Skyblitz yang akan diadakan pada saat pembagian Laporan Hasil Belajar Siswa yang bertepatan dengan Career Day. Saya tidak terlalu bersemangat, tapi di rumah pun saya tidak ada kegiatan apa-apa, jadi apa salahnya?

Tidak ada yang aneh dengan rapat Skyblitz hari itu. Seperti biasa pertemuan Skyblitz selalu dipenuhi lelucon tolol yang tidak layak guna namun tetap menimbulkan tawa. Hal lainnya, asap rokok dan cerita cinta, seperti biasa.

Anomali terdapat justru pada perjalanan saya menuju rapat. Sebagai orang yang tinggalnya jauh sendiri dan tidak memiliki kendaraan pribadi saya harus rela menggunakan fasilitas Feeder Busway yang disediakan oleh kompleks perumahan. Then off I go.

Tinggal 2 halte lagi saya turun, di halte Panin Bank, saya berdiri. Berpegangan pada besi, lalu bergerak seperti bocah yang tidak sabar disunat. Tiba-tiba seorang kakek berjas bertampang sukses yang sedari tadi duduk dua shaf di depan saya memanggil. Saya menengok ke belakang, perlahan mendekati sang kakek tampang sukses sambil mawas diri, mencoba memeriksa kembali apa kesalahan yang telah saya lakukan. Apa karena tadi saya bergerak seperti bocah kesetanan? Atau karena saya tidak menawarinya untuk ikutan?

Pemikiran saya dibuyarkan dengan suaranya yang agak bergetar, tapi mantap, "You will be a good president!" This is getting fun, yes? And the conversation goes.. Sang kakek berjas dengan suaranya yang serak dan sedikit bergetar menasehati saya dengan logatnya yang kebule-bulean khas orang sukses.

Kakek Berjas Bertampang Sukses Dengan Suara Serak dan Sedikit Bergetar serta Logat Bule Yang Mantap(KBBSDSSDSBSLBYM):"Ya, saya bisa lihat dari perawakan kamu, kamu bisa jadi presiden yang baik!"
Saya:"Really?"
KBBSDSSDSBSLBYM:"Ya, ya, tentu saja. Kamu kuliah dimana?"
Saya:"Masih SMA.."
KBBSDSSDSBSLBYM:"Kelas berapa?"
Saya:"Kelas 2"
KBBSDSSDSBSLBYM:"Bagus, bagus.. Kamu umur berapa?"
Saya:"16"
KBBSDSSDSBSLBYM:"Bagus, bagus.. Dulu kakek lulus SMA umur 23 tahun.. Bagus kalau begitu kamu.."
Saya:"Hoo, iya iya.."
KBBSDSSDSBSLBYM:"Terus saya jadi *apa gitu gue lupa* umur *berapa gitu gue lupa*.. Sekarang ngajar di Berlin, Jerman.."
Saya:"Wah, hebat juga kek.."
KBBSDSSDSBSLBYM:"Iya, di sana gajinya lumayanlah.. Lebih baik dari di sini.. Sekitar *6000 Euro kalo ga salah dia bilang*, berarti hampir *80 juta Rupiah kalo ga salah dia bilang* lah..
Saya:"Wah, banyak juga ya.." (tampang mupeng)
KBBSDSSDSBSLBYM:"Tinggal dimana kamu?"
Saya:"Kemang 3.."
KBBSDSSDSBSLBYM:"Hoo, kalo saya di Regency. Cari aja yang pohon palemnya ada 29, itu dia rumah saya.. Coba aja hitung, kalo 29 berarti rumah saya.."
Saya:"Hoo, iya iya.."
KBBSDSSDSBSLBYM:"Are you moslem or not?"
Saya:"Muslim." (tegas dan mantap, seakan sudah rela mati syahid dengan berjihad di jalan Allah)
KBBSDSSDSBSLBYM:"Sering shalat di Ba'abut Taubah(masjid deket rumah saya) berarti ya?"
Saya:"Oh iya iya, lumayan.." (padahal ga juga, gue baru inget gue lebih sering di Baitur Rahmaan yang lebih deket rumah. tapi ga enak juga narik kata-kata)
KBBSDSSDSBSLBYM:(termenung)
Saya:"Kek, saya turun di sini ya"
KBBSDSSDSBSLBYM:"Oh iya iya, silahkan.." (menepuk punggung saya dengan mantap)

Ketika saya berjalan menuju pintu bus dia memanggil saya, sedikit kencang, "YOU WILL MAKE A GOOD PRESIDENT, I KNOW!" terus beliau manggut-manggut. Sampai saya keluar bus saya diperhatikan oleh penumpang lain, entah jijik entah bingung entah memang sifat dasarnya[1].

Begitulah, anomali sehari-hari. Setelah turun dari bus saya rasa jalan saya lebih tegap, lebih mantap menyongsong hari esok yang lebih cerah. Who knows?

[1]Tahukah Anda bahwa kita, bangsa Indonesia punya kecenderungan untuk mendatangi suatu keramaian? Misal, jika terjadi ledakan bom, orang asing akan pergi menjauh. Sebaliknya, rakyat Indonesia akan mendekat, tanpa takut akan adanya ledakan susulan. Don't be ashamed, that's us! I love Indonesia!




Cheers.

Thursday, December 11, 2008

Koersi

Rabu (10/12) adalah hari kedua Ujian Akhir Semester di sekolah saya. Materi yang diujikan untuk kelas XI IPS: Pendidikan Kewarganegaraan dan Sosiologi. Sosiologi ini yang jadi masalah.

Di antara ujian pertama dan kedua disediakan waktu istirahat selama 30 menit, yang akhirnya karena kedewasaan siswa siswi SMA Labschool Kebayoran malah digunakan untuk belajar. Jadi, lebih tepatnya ini bukan jam istirahat, melainkan jam-belajar-untuk-mereka-yang-di-rumah-kerjaannya-online-untuk-update-blog-buka-Facebook-dan-chatting(disingkat: JBUMYDRKOUUBBFDC). Pada JBUMYDRKOUUBBFDC inilah saya menemukan penemuan yang mahadahsyat.

Pada kertas 'Konflik dan Integrasi', saya sampai pada tahap 'Cara-cara Meredakan Konflik'. Cara pertama adalah Koersi. Baru sampai cara pertama saya sudah bertanya, padahal jelas-jelas di kertas pun tertera apa artinya, "Koersi itu apaan?" Lalu teman saya yang termasyhur, Gilang Pangestu menjawab "Itu yang buat duduk. Itu kursi, ejaan lama." Dalam sekejap tinju saya melayang ke muka dia, lalu kami tertawa-tawa seakan Ujian Akhir Semester ditiadakan.

Namun ternyata otak saya yang tidak bisa diam ini berpikir lain, saya terdiam dan langsung berseru, "Eh terus cara nulis koersi pakai ejaan lama gimana?" Dan semua semesta terdiam. Banyak yang bilang itu tidak penting, terutama orang-orang yang hanya ingin hidup sukses menikah kawin kemudian mati dimakan cacing. Yang hidupnya straight-straight saja tanpa keabnormalan yang menyelimuti. Tapi ini penting. Jadi, ada yang mampu menjawab?


Bagaimana cara menulis koersi menggunakan ejaan lama?


Koersi? Dibaca kursi. Koeersi? Dibaca kuersi. Jadi apa?

Anda tahu, hubungi saya.


Cheers.

One Way or Another?

Ini pemikiran yang sudah saya olah cukup lama di dalam otak saya, yang akhirnya bangkit kembali dan saya memutuskan untuk mem-publish-kan pemikiran itu di blog ini. Pemicu utamanya adalah sinetron-kurang-bermutu-tapi-dihiasi-gadis-gadis-berwajah-dan-berdada-lumayan-macam-Aryani Fitriana-dan-Dinda Kirana. Ya Anda benar, tayang setiap hari pukul 16.30 di SCTV, 'Kepompong'. Oh, harus diingat, saya bukan pemirsa setia dari sinetron ini. Mohon camkan itu.

Pada hari itu, 'Kepompong' bercerita mengenai sepupu Bebi yang bernama Hani(lumayan juga untuk cuci mata nih yang meraninnya) berkunjung ke rumah Bebi untuk beberapa hari. Sikap dan sifatnya membuat kesal Bebi dan teman-teman sepermainannya. Namun, di akhir cerita ternyata Hani bersikap menjengkelkan karena dia adalah seorang gadis-belia-berdada-cukup-besar yang sering, bahkan terlalu sering ditinggal kerja oleh ayah dan ibunya.

Baiklah, off we go on my thoughts. Oh bukan, ini bukan pemikiran mengenai 'Apakah gadis yang sering ditinggal kerja oleh ayah dan ibunya cenderung mempunyai dada berukuran lebih besar dari teman-teman sebayanya?' Bukan juga mengenai 'Karena dada seorang gadis berukuran lebih besar daripada teman-teman sebayanya, maka ayah dan ibunya cenderung mementingkan pekerjaan?'

Sebenarnya hampir, tapi bukan itu. Objeknya bukan dada, karena saya rasa itu juga kurang logis dan berbahaya untuk ditelaah, apalagi diraba, apalagi tanpa izin terlebih dahulu kepada yang punya. Pada pemikiran termutakhir ini, saya akan lebih menekankan pada sikap dan perilaku.

Judulnya: SIKAP KEPADA LINGKUNGAN, ATAU LINGKUNGAN KEPADA SIKAP?

Boleh minta tepuk tangannya? Terima kasih.

Apa Anda punya seorang teman yang menyebalkan? Pasti ya, jika tidak, dapat dipastikan teman Anda adalah semuanya pendusta, yang kerjaannya membicarakan keburukan Anda di belakang Anda.
Sebut saja teman yang menyebalkan itu si A(dari Annoying). Pastilah sikap lingkungan kepada A akan tidak baik, setidaknya sikap lingkungan yang terganggu oleh kehadiran A. Karena seperti yang kita tahu, biasanya A ini tidak beraksi sendirian, namun dalam suatu komplotan. Yang pada jaman sekarang ini biasa disebut bully.
Kemudian bila si A ini protes terhadap perlakuan Anda ataupun orang lain yang juga turut bersikap tidak baik pada dia, Anda akan dengan mudah berkata "Ya salah lo sendiri ngeselin" ataupun kalimat-kalimat pembelaan diri semacam itu.

Namun pernahkah Anda berpikir bahwa dia bersikap seperti itu karena lingkungan sekitarnya(mungkin juga termasuk sikap Anda kepadanya), dan bukan sebaliknya seperti yang Anda pikirkan?

Mungkin saja si A berperilaku menyebalkan karena selama ini Anda juga tidak pernah berperilaku baik kepada dia? Mungkin Anda tidak pernah berlaku jahat pada dia, tapi juga tidak pernah berlaku baik. Ingat, manusia itu makhluk sosial, butuh teman dan kerabat untuk bertahan hidup. Mungkin saja si A berperilaku seperti itu untuk mencari perhatian, hanya Anda saja salah mengerti, atau dia salah cara. Mungkin saja.

Mungkin juga yang terjadi adalah seperti kasus Hani dalam 'Kepompong'. Oh bukan, bukan tentang dadanya yang sangat menggiurkan. Ini tentang sikapnya yang menyebalkan.
Bisa saja si A ini mempunyai hubungan yang kurang baik dengan keluarganya, ataupun kerabatnya di tempat lain. Hal tersebutlah yang memicu si A untuk berperilaku menyebalkan, yang sekali lagi, bisa saja untuk mencari perhatian. Dan itu dilakukan karena dia kurang perhatian dari orang lain. Mungkin saja.

Pada alasan kedua, saya yakin banyak yang akan protes dan berkata "Lalu kenapa? Yang membuat dia seperti itu kan bukan gue? Kenapa dia begitu ke gue?"
Ya itu lah gunanya teman, that's what friends are for. Mari berbuat baik kepada sesama, berprasangka baik, dan melihat dari berbagai sisi. Tidak ada ruginya, malah justru membawa pahala. Lumayan bukan untuk tabungan ke surga?

Namun kalau dia memang tidak bisa berubah dan tetap menyebalkan, SIKAT SAJA.


Jadi yang mana? Sikap membentuk lingkungan, atau lingkungan membentuk sikap?

Apa? Anda tidak mengerti? Kalau begitu sama saja dengan saya.


Cheers.

Tuesday, December 9, 2008

Bold and Italic Episode 5 - Mighty Love

Jika Anda memiliki lagu dari Zeke and The Popo yang dimaksud seperti tertera di judul, siapkan sekarang. Putar, dan nyanyikan. 1,2,3,4.

Mighty Love

Drop a penny throw a stone

I guess its time to let love

And throw your anesthetic piece of heart

You built for long

Smack my face and you will see

This piece will never be free

Oh please somebody

Connect me back into reality

This mighty love

Strictly from the bottom

Simply from the head

This mighty love

Strictly from the bottom

Simply from the head

Wasn't made by human hand

It simply devil's master plan

Aint got no mother father sister

What the bloody hell is it?

She's the queen of libertines

A cross of sex and good machine

A modest words of love

In turn she pressed a fucking charge

On me

This mighty love

Strictly from the bottom

Simply from the head

This mighty love

Strictly from the bottom

Simply from the head

I miss the sun while I'm in here

I fought my mind and my needs

I found out there are more to stake than just to scratch your back

I laid down there for awhile, the bee will never stung me

The place I stand will let you know my full immunity


(sumber:ini nih)




Saya memang baru mengamatinya selama 1 tahun lebih beberapa bulan, namun sepertinya tidak akan berhenti sekarang. Semoga juga tidak berhenti tahun depan, atau 3 tahun mendatang. Semoga berhenti ketika saya bersama dirinya.

Namun walaupun dia bukan seorang yang dapat saya dapatkan, tapi saya sudah cukup senang dengan terus memikirkan dan melihatnya. Walaupun dia bukan seorang yang dapat saya dampingi, tapi saya sudah cukup senang dengan terus menyukai dan mencintainya.

Mungkin ini yang disebut obsesi. Seperti yang apa mantan kekasih saya katakan.


"Haha kalo ga ada alasan berarti obsesi dong?"


Memang benar adanya sepertinya. Jadi obsesi pun tidak mengapa. Walaupun demikian, bukan berarti saya akan berhenti berulah. Apa yang sudah saya impikan tidak akan saya lepaskan, hingga impian itu sendiri pergi meninggalkan saya. Jadi, doakan saja.


Cheers.

Saturday, November 29, 2008

That Old Style Turn Around

Saya pastikan Anda semua telah menonton film 'Ada Apa Dengan Cinta?' yang sangat fenomenal. Ingat adegan di Kwitang ketika Cinta pergi meninggalkan Rangga namun kemudian menoleh ke belakang? Kemudian Gito Rollies yang berperan sebagai pedagang buku langganan Rangga mengatakan bahwa itu artinya Cinta suka Rangga. Ingat kah? Kalau Anda telah menontonnya pasti ingat, tidak mungkin tidak. Jika memang tidak, selamat, berarti Anda telah mengalami kehilangan ingatan.

Benarkah sikap menoleh ke belakang setelah berpisah itu menunjukkan rasa tertarik? Kalau iya, berarti makin indah saja masa lampau yang dapat saya kenang. Because I've been there, experienced that.

Tak perlu lah saya kasih tahu dia siapa, yang pasti dia seorang gadis yang jelita. Dan dia bukan 2 gadis yang tersirat pada post-post berlabel Bold and Italic di blog saya ini.

Setelah suatu pertemuan dan sedikit perbincangan di sebuah bioskop, pastilah kami harus berpisah satu sama lain. Saat itulah terjadi apa yang saya sebut seperti judul post ini, 'That Old Style Turn Around'. Memang agak sedikit berbeda dengan versi 'Ada Apa Dengan Cinta?', dimana Cinta marah kepada Rangga. Namun, apa bedanya?

Jadi, bagaimana menurut Anda? Apa 'That Old Style Turn Around' menunjukkan rasa suka?


Cheers.

Shall We Dance?

Anda tahu film 'Shall We Dance?'? Sebuah film remake versi Amerika dari film berjudul hampir sama yang diproduksi di Jepang, 'Shall We Dansu?'. Untuk informasi lebih lengkapnya silakan kunjungi Wikipedia.

Pertama, saya ingin meninjau dari segi teknis dahulu. Tidak seperti film-film remake Jepang ke Amerika jaman sekarang yang bisa dibilang selalu tidak lebih bagus dari film aslinya (dan hampir semuanya horor), 'Shall We Dance?' ini mempunyai soul-nya sendiri. Seperti yang dikatakan Roger Ebert kepada Chicago Sun Times, "I enjoyed the Japanese version so much I invited it to my Overlooked Film Festival a few years ago, but this remake offers pleasures of its own."

Sekarang lupakan teknis, saya sendiri kurang ingin membicarakan hal-hal tersebut di sini. Hei, ini bukan ekstrakurikuler sinematografi.

'Shall We Dance?' adalah salah satu film yang dapat membuat saya hampir mengeluarkan air mata dari sedikit film yang pernah saya tonton. Mungkin film ini tidak sesedih 'Titanic', atau jika Anda lebih suka barang lokalan, 'Ayat-Ayat Cinta'. Mungkin juga Anda akan menganggap film ini bukan sesuatu yang istimewa, terutama jika Anda seorang pria. Film ini bisa masuk kategori film wanita, yang hanya akan Anda tonton bersama kekasih. Tapi, saya suka film ini. Saya cinta film ini, dan tidak malu akan hal tersebut.

Setelah menonton film ini saya menjadi resah, namun bahagia. Tak ragu untuk maju, terutama dalam urusan Bold and Italic(baca post-post saya yang berlabel demikian). Dan seperti tertantang oleh judulnya; after you watch the movie, you'll be in the mood for dance. Belum cukup, taglinenya pun memantapkan pilihan Anda(terutama jika pilihan Anda tergolong absurd); "Step out of the ordinary". Jangan malu akan apa yang Anda suka.

Sebenarnya masih banyak yang ingin saya utarakan. Tapi saya sendiri tidak tahu bagaimana. Saat Anda bingung, tontonlah film ini. Anda akan temukan jawabannya. Setidaknya, it works for me.

Sekali lagi, jangan malu akan apa yang Anda suka. Apalagi bila hal tersebut bukanlah sebuah dosa.


Cheers.

Thursday, November 13, 2008

Badut Sirkus

Saya tidak pernah berpikir bahwa Badut Sirkus adalah suatu mata pencaharian yang cukup baik.. sampai beberapa waktu lalu.

Satu minggu lalu, di kelas EF, entah kenapa tiba-tiba saya berpikir bahwa menjadi badut sirkus adalah suatu hal yang sangat menarik. Hidup penuh tawa dan canda, bebas dan lepas dari segala tuntutan hidup. Hebat! Saya mulai bermimpi ingin menjadi badut. Mimpi saya semakin jauh dari realita saja semakin hari. Ketika SD saya bermimpi menjadi astronot, menjadi musisi saat SMP, dan sekarang badut. What a dreamer.

Entah dari mana saya mendapatkan motivasi untuk berpikir ke arah sana. Yang saya tahu, mulai sekarang jika ada yang bertanya 'Apa pekerjaan impianmu?' atau 'What's your dream job?' saya akan menjawab dengan mantap: Badut Sirkus. Seperti ketika saya menjawab astronot beberapa tahun lalu dan musisi beberapa bulan lalu.

Pada dasarnya, menjadi badut sirkus adalah menjiwai peran orang gila(sudah pernah saya bahas di blog ini juga). Yang perlu dilakukan secara garis besar hanya 3 hal:tertawa, menertawakan, dan ditertawakan. Unsur-unsur lain semacam segudang lelucon, juggling barang-barang di udara, perawakan gendut dan sebagainya adalah nilai tambah. Selama ada tawa, kita dapat menjadi badut!

Walaupun begitu, saya sadar bahwa menjadi badut sirkus tidak semudah menjadi pengemis. Bagi sebagian besar orang, sangat susah untuk tersenyum di saat sedang tidak bahagia. Yang lainnya bahkan tidak tahan ditertawakan oleh orang lain. Untungnya, saya rasa saya tidak menghadapi kendala-kendala semacam itu. Jadi, saya pikir saya dapat menjadi badut sirkus yang cukup baik dan profesional.

Kalaupun ternyata saya tidak mampu, saya rasa masih banyak cara lain untuk menjadi badut. Saya dapat menjadi badut pembagi balon atau brosur yang pekerjaannya jauh lebih sederhana, badut penjaga toko yang kadang-kadang justru harus mampu memasang tampang menyeramkan, ataupun badut penjahat macam The Joker dari kisah Batman.

Clown never dies!


Cheers.

Tuesday, November 11, 2008

Bold and Italic Episode 4 - I Need You

Dulu saya banyak menyakiti perasaannya, sekarang sebaliknya. Karma itu ada! Jangan coba-coba untuk tidak percaya. Perlu diingat pula, pembalasan lebih kejam. Saya selalu mencintai Dia, saya hanya juga suka beberapa gadis lain saja. Tapi Dia? Antipati secara keseluruhan.

Untungnya saya tidak mudah berubah karena terguncang amarah. Saya tetap pada keputusan saya. Keputusan yang saya ambil tanpa rasa berat hati sedikit pun, hanya beberapa hari sebelum saya menyatakan perasaan saya. Karena ditukar dengan Gita Gutawa pun saya akan tetap memilih Dia, setidaknya untuk saat itu dan saat ini, entah sampai kapan.

Jadi dengarlah, saya butuh Dia. Andai saya dapat berkata "Saya butuh Anda" di depan mukanya. Mari bernyanyi sesama.



I Need You - The Beatles

You don't realise how much I need you.
Love you all the time and never leave you.
Please come on back to me. 
I'm lonely as can be. I need you.

Said you had a thing or two to tell me. 
How was I to know you would upset me?
I didn't realise as I looked in your eyes...
You told me.

Oh yes, you told me, you don't want my lovin' anymore.
That's when it hurt me. 
And feeling like this, I just can't go on anymore.

Please remember how I feel about you, I could never really live without you. 
So, come on back and see just what you mean to me. 
I need you.

But when you told me, you don't want my lovin' anymore.
That's when it hurt me. 
And feeling like this, I just can't go on anymore.
Please remember how I feel about you. 
I could never really live without you. 
So, come on back and see just what you mean to me. 
I need you. I need you. I need you.

Monday, November 3, 2008

Libur TO - 4 of 6

Kemarin saya mengemban tugas untuk berjaga malam (21.00 - 09.00) di ICU, dikarenakan nenek saya sejak kemarin malam dilarikan ke Rumah Sakit karena kesulitan bernafas. Ternyata tidak terlalu menyenangkan, untung saja tidak ada kendala berarti, hanya susah tidur saja. Setiap jamnya saya terbangun selama 15 menit dan kemudian tidur kembali. Saya baru dapat tidur pulas pada pukul 4 pagi. Yaa, jaga malam melelahkan.


 
tempat tidur dadakan dan seorang rekan


dari jarak agak jauh


Tepat di sebelah kiri tempat saya berdiri ketika mengambil gambar ini adalah ruang ICU. Tempat menunggu yang cukup strategis, bukan?


Cheers.

Thursday, October 30, 2008

Bold and Italic - Petunjuk untuk Pembaca

HARAP BACA! Karena Bold and Italic adalah cerita tentang 2 orang yang berbeda.

Bold and Italic Episode Ganjil : dia
Bold and Italic Episode Genap : Dia


Cheers.

Libur TO - 1 of 6

Hari ini saya bersama rekan (Gilang Pangestu dan Muhammad Fadhil Mudjiono) hendak mengerjakan tugas Mulok yang sangat kurang menarik. Untuk menambah keasyikan hari yang nampaknya akan membosankan itu maka kami melakukan hal-hal di bawah ini:

- Mengantar kepergian TO 2008 dengan berat hati
Menyedihkan rasanya hanya bisa mengantar sampai di sini.

 

- Mengunjungi Museum Bank Indonesia
Ada bocah gila tiduran di lantai. Lelah karena dipaksa ikut program sekolah atau sekedar ingin mengintip isi rok rekannya saja?


- Berkunjung ke Kota Tua

                        (Fadhil, Gilang, saya)


...dan bertemu kakak-kakak Heksakra (yang sekaligus mengambilkan foto kami bertiga)


What will happen tomorrow? God knows.


Cheers.

Wednesday, October 29, 2008

TO vs Liburan

TO terdengar lebih menarik, jauh lebih menarik. Tapi apa daya, kebijakan yang diambil oleh panitia yang isinya menghapus Skyblitz dari jajaran seksi dokumentasi memaksa saya untuk mencoba menikmati liburan 6 hari - yang nampaknya akan menjadi liburan paling sibuk dalam hidup saya.


Rencana liburan:
Kamis, 30.10 : Tugas Mulok
Jumat, 31.10 : Istirahat, lelah setelah pengerjaan Tugas Mulok
Sabtu, 01.11 : Produksi Sky Battle 2009
Minggu, 02.11 : Istirahat, lelah setelah pencarian keperluan Produksi Sky Battle 2009
Senin, 03.11 : Hunting Sakit Hati Skyblitz
Selasa, 04.11 : Istirahat, lelah setelah pelaksanaan Hunting Sakit Hati Skyblitz

Dan pada Rabu (05/11) sekolah sudah dimulai lagi. Mati saja.


Cheers.

Thursday, October 23, 2008

Arifi Mempunyai Kepribadian Ganda, Benarkah?

Arifi adalah seorang teman dari saya yang diduga memiliki personality disorder (kepribadian ganda). Benarkah? Silahkan simak sendiri.

Saya? Awalnya saya menolak untuk percaya, namun akhirnya saya memutuskan kemungkinan bahwa hal di atas adalah benar sama dengan.. 80%. Creepy, huh?




*thanks to dedewanda atas kontribusinya.


Cheers.

Bold and Italic Episode 3 - Don't Pass Me By

Dari jarak selebar lapangan bola saja saya sudah bisa paham bahwa yang ada di seberang sana adalah dia. Karena dia sempurna? Karena aura yang terpancar darinya begitu luar biasa? Mungkin, tapi lebih tepatnya karena saya jatuh hati padanya. Bukan baru saja, ini cerita lama.

Every little thing she does is magic. Ketika dia berjalan, sekeliling terlihat buram - seperti foto panning yang sampai sekarang masih belum saya kuasai dengan sangat baik. Ketika dia menoleh ke arah saya, dunia berubah menjadi surga. Bahkan ketika dia memalingkan muka dan berjalan menjauh, dia masih terlihat begitu anggun. Itulah dia.

She looks great on her working suit. Well actually, she looks great on everything. And she just passed me by.


Cheers.

Thursday, October 16, 2008

Bold and Italic Episode 2 - Berguling di Tangga

Saya suka taruhan. Ketika adrenalin terus memuncak sampai akhirnya meledak. Taruhan itu memang menyenangkan, apalagi bila menang. Tapi kalau dengan Dia, kalah pun saya rela.

Dia begitu pesimis sampai menetapkan impian saja ragu-ragu. Atau memang saya saja yang terlalu optimis? Mungkin benar. Sifat optimis saya membunuh. Begitu besarnya sampai saya bisa terbutakan dari realita yang ada. Bahkan seringkali menghilangkan hasrat untuk berusaha. (masalah Optimis Membunuh ini akan saya bahas lain kali)

Impian itu mimpi, harus dikejar tanpa takut jatuh. Beda halnya dengan cita-cita. Cita-cita adalah sesuatu yang lebih dekat kepada realita, sesuatu yang harus dikejar dengan penuh perhitungan. Ketika impian semakin mendekati realita, dia tidak berubah menjadi cita-cita. Dia tetap mimpi, yang harus dikejar tanpa rasa takut. Benarkah?

Tapi sepertinya segala argumen saya tidak bisa mengubah pendiriannya. Entah Dia adalah orang yang teguh atau skeptis. Akhirnya saya membuat sebuah taruhan, setidaknya jika saya salah akan apa yang Dia impikan, dia masih bisa melihat saya dengan bodoh berguling di tangga. Saya tidak mau melihat dia sedih seutuhnya, karena saya sayang Dia, walaupun dia tidak begitu.

Akhirnya saya kalah, tapi saya tidak berguling seperti orang bodoh. Dia meringankan hukumannya menjadi push-up kepal 3 seri. Yang kemudian dihentikan oleh dirinya sendiri setelah saya baru menyelesaikan 1 seri. Apa dia tidak tega? Atau malas saja melihat saya berada di dekatnya? Pilihan pertama terdengar lebih baik.

Remembering her, February 20th - May 3rd, I still love her, a lot.


Cheers.

Monday, October 13, 2008

Ayo Baca Pikiran!

Saya rasa memang sudah kebiasaan saya untuk ingin mengetahui segalanya. Ketika saya kecil, saya tidak pernah berhenti bertanya barang 5 detik saja ketika pergi ke berbagai tempat menggunakan mobil. Ketika melihat suatu kata yang asing, saya langsung menanyakannya kepada Ayah saya. Kemudian setelah dia menjelaskan, ada saja hal lain yang dapat saya tanyakan.
Selain itu saya juga membaca banyak hal, di banyak tempat. 9 dari 10 hal yang Ayah saya katakan untuk membuat saya kagum pada dunia luar sudah saya ketahui jauh sebelum itu. Sampai-sampai Ayah dan Ibu saya sering mengeluh "Kamu itu sudah tahu sudah tahu mulu."

Sampai sekarang pun saya masih tetap orang yang sama, hanya objeknya saja yang berbeda. Semakin dewasa saya menyadari bahwa manusia lebih kompleks dari lingkungan sekitar saya. Karena itu saya mulai tertarik pada manusia. Perilaku, sifat, perasaan, pikiran. Beberapa orang mengatakan kemampuan menerka dan persuasif saya cukup baik, itu turunan dari Ibu saya. Yang lainnya mengatakan pengambilan kesimpulan saya rasional dan tegas, itu turunan dari Ayah saya.
Jadi bila saya menerka seorang itu senyumnya palsu dan sekaligus membuatnya mengakui itu adalah benar, itu berkat Ibu saya. Kemudian bila dia meminta saran dan saya memberi solusi hingga akhirnya dia bisa kembali ceria, itu berkat Ayah saya. Sayangnya, tidak ada diantara mereka yang bisa membaca pikiran.

Saya mulai ingin dapat membaca pikiran seiring dengan kesadaran saya bahwa dunia berisi kebohongan lebih dari yang saya kira. Jarang sekali orang yakin 100% dengan apa yang dia katakan. Saat seseorang mengatakan "Ayo makan di sini" itu bukan berarti dia tidak sedang memikirkan alternatif lain, kecuali dia adalah seorang ibu hamil yang sedang ngidam. Saat seseorang mengatakan "Aku baik-baik saja" dia sebenarnya sedang berpikir "Apakah aku baik-baik saja?" kecuali dia adalah orang gila yang pikirannya selalu kemana-mana.
Walau begitu bukan berarti setiap orang dan pada setiap saat berbohong. Banyak juga orang-orang yang keyakinannya begitu kuat. Misalnya para jago bela diri. Dengan tekad yang kuat mereka dapat membuang keraguan dan membuat pikiran mereka menjadi jernih. Dengan pikiran yang bersih dari keraguan itu mereka dapat melakukan hal-hal mustahil macam memecahkan batu bata, membengkokkan besi, bahkan tahan digempur dengan baja.

Jika saya dapat membaca pikiran kemungkinan semua akan lebih baik. Saya dapat mempersiapkan apa yang akan saya katakan pada berbagai pembicaraan penting. Saya dapat mengetahui bahaya yang berada di sekeliling saya. Atau bahkan hanya untuk sekedar mengetahui siapa yang menyukai siapa di sekolah.

"Curiosity kills the cat","Ketidaktahuan adalah berkah", dan mungkin masih banyak lagi quotes semacam itu yang intinya adalah memberitahu kita bahwa mengetahui terlalu banyak itu tidak baik. Tapi saya pikir, kenapa tidak?


Cheers.

Saturday, October 11, 2008

Bold and Italic Episode 1 - Tato di Mata Kaki

Menyenangkan dapat melihatnya dari dekat. Tato hati berwarna hitam yang digambar dirinya sendiri menggunakan bolpen. Yang lebih menyenangkan hal itu memang sengaja diperlihatkan. Masa lalu begitu nikmatnya.

Jangan salahkan diri Anda kalau tidak mengerti. Apalagi menyalahkan saya, itu melanggar hak asasi manusia. Intinya sekarang semua begitu berbeda.

Dulu orang seperti dia dengan senang hati menunjukkan tato itu kepada saya, sembari tertawa pula. Tato itu berada di mata kaki, dan untuk memperlihatkannya dia harus mengangkat roknya sedikit serta mendekatkan dirinya kepada saya. Kemudian ketika saya berkomentar "hati itu seharusnya berwarna merah, bukan hitam," dia berjalan sambil mencibir "biarin, wee." Anda juga tahu itu bukan cibiran biasa. Cibiran itu lebih seperti orang yang sok kesal tapi sebenarnya tidak. Bagaimana ya menjelaskannya. Anda tahu sendirilah sikap seorang wanita yang memasang tampang cemberut kemudian berbalik, dan ketika dia membelakangi Anda dia tersenyum senang karena berhasil menipu Anda. Semacam itu lah. Atau saya saja yang terlalu berpikir positif dan berharap itu benar? Semoga iya.

Karena bila mengingat sekarang dia sudah begitu berubah sehingga ketika melihat saya dari radius 5m saja dia segera berputar arah, peristiwa tato itu sungguh aneh. Orang yang dulu pernah sedemikian dekatnya, sekarang menjauh sejauh-jauhnya. Menyedihkan. Atau saya saja yang terlalu hiperbola? Semoga saja.

Jadi sebenarnya yang mana? She did her things and now she's leaving.


Cheers.

Kekuatan Kemasan

Pilih mana? Gadis cantik tapi bodoh atau gadis buruk rupa (buruk rupa itu lebih parah dari jelek) tapi pintar? Pemuda tampan namun bodoh atau pemuda buruk rupa (buruk rupa itu lebih parah dari jelek) tapi pintar?

Kalau Anda memilih yang buruk rupa mungkin Anda sudah buta, atau sekedar tolol, atau mungkin Anda memang sudah menemukan cinta. Selamatlah bila alasan ke-3 adalah alasan Anda untuk memilih sang buruk rupa.

Kekuatan kemasan adalah mutlak. Orang bodoh dapat menjadi pintar selama mereka mampu dan mau. Sayangnya, orang buruk rupa harus operasi atau make over untuk menjadi rupawan. Yang dalam kata lain, menipu diri sendiri dan orang lain.

OK mari sebentar mengunjungi dunia selain dunia manusia, buku misalnya. Kemarin saya berkunjung ke sebuah toko buku dan saya menemukan 2 buku yang cukup menarik: 'Taxi Driver Wisdom' yang hanya berwarna hitam dan kuning(sangat kontras dan seperti warna taxi Amerika) dan 'It's Not About How Good You Are, It's About How Good You Want To Be'(atau apalah judulnya itu yang terlalu panjang dan kemasannya terlalu biasa).

Dari judul dan kemasannya saja saya sudah tahu mana yang harus saya baca dan mana yang harus saya hindari. Kira-kira yang mana yang harus saya baca? Tentu saja 'Taxi Driver Wisdom'. Saya sudah tidak peduli lagi dengan tulisan 'International Best Seller' pada buku dengan judul kepanjangan tadi, saya sudah tidak peduli lagi dengan kenyataan bahwa isi dari 'Taxi Driver Wisdom' hanya quotations dari para supir taksi. Karena kemasan 'Taxi Driver Wisdom' jauh lebih menarik. Logika memang selalu bertentangan dengan naluri.

Tapi bagaimanapun juga dalam dunia manusia yang lebih penting adalah imannya bukan? Setidaknya di mata yang Maha Kuasa.

Lihat kan seberapa hebat kekuatan kemasan? Atau memang saya saja yang bodoh? Yang manapun tidak masalah. Karena kebodohan dapat diubah.


Cheers.

Thursday, October 9, 2008

Menjiwai Peran Orang Gila

Peran orang gila itu bisa dibilang peran yang terpaksa dimainkan karena tidak ada lagi yang tersisa, ataupun tidak ada lagi yang cukup menarik.

Nilai Anda buruk? Cobalah menjadi orang gila. Kekasih Anda dibawa pergi? Cobalah menjadi orang gila. CD kesukaan Anda raib? Cobalah menjadi orang gila. Ketika apapun yang dapat membuat Anda menjadi histeris terjadi, cobalah menjadi orang gila. Karena posisi orang gila selalu lowong, selalu kosong.

Pertanyaannya, kenapa? Karena orang gila itu tidak lazim dan termasuk penyimpangan. Karena orang gila itu akan susah mendapat pasangan. Karena orang gila itu hidup di jalanan.

Tetapi, kenapa tidak? Orang gila hidup dengan penuh kebebasan. Orang gila dapat membunuh orang dan lepas dari hukuman. Orang gila itu adalah pusat perhatian.

Saya telah menjiwai peran orang gila beberapa kali dan rasanya cukup menyenangkan. Orang lain akan tertawa dan mencibir, tapi kenapa tidak? Lebih baik dihina daripada histeris karena hidup. Benarkah? Tentu saja tidak begitu saja.

Apa saya mengerti uraian di atas? Sedikit ya dan banyak tidak. Karena saya sedang menjiwai peran orang gila.

Bila Anda tertawa, selamat, Anda sudah berjalan selangkah menuju dunia gila. Selamat datang kegilaan dan kesenangan semata.
Bila Anda berpikir saya aneh, selamat, Anda masih hidup di dunia nyata. Oh, tapi Anda kehilangan beberapa kesenangan.

Anda mengerti kan? Atau tidak?


Cheers.

Everything Big Starts Small

Semuanya berawal dari hal kecil bukan? Karenanya cukuplah sekian dahulu. Lagipula saya sudah mulai mengantuk. Sudah 2 hari ini saya tidak mengistirahatkan mata. Jadi, mari.
 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.