Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Thursday, November 13, 2008

Badut Sirkus

Saya tidak pernah berpikir bahwa Badut Sirkus adalah suatu mata pencaharian yang cukup baik.. sampai beberapa waktu lalu.

Satu minggu lalu, di kelas EF, entah kenapa tiba-tiba saya berpikir bahwa menjadi badut sirkus adalah suatu hal yang sangat menarik. Hidup penuh tawa dan canda, bebas dan lepas dari segala tuntutan hidup. Hebat! Saya mulai bermimpi ingin menjadi badut. Mimpi saya semakin jauh dari realita saja semakin hari. Ketika SD saya bermimpi menjadi astronot, menjadi musisi saat SMP, dan sekarang badut. What a dreamer.

Entah dari mana saya mendapatkan motivasi untuk berpikir ke arah sana. Yang saya tahu, mulai sekarang jika ada yang bertanya 'Apa pekerjaan impianmu?' atau 'What's your dream job?' saya akan menjawab dengan mantap: Badut Sirkus. Seperti ketika saya menjawab astronot beberapa tahun lalu dan musisi beberapa bulan lalu.

Pada dasarnya, menjadi badut sirkus adalah menjiwai peran orang gila(sudah pernah saya bahas di blog ini juga). Yang perlu dilakukan secara garis besar hanya 3 hal:tertawa, menertawakan, dan ditertawakan. Unsur-unsur lain semacam segudang lelucon, juggling barang-barang di udara, perawakan gendut dan sebagainya adalah nilai tambah. Selama ada tawa, kita dapat menjadi badut!

Walaupun begitu, saya sadar bahwa menjadi badut sirkus tidak semudah menjadi pengemis. Bagi sebagian besar orang, sangat susah untuk tersenyum di saat sedang tidak bahagia. Yang lainnya bahkan tidak tahan ditertawakan oleh orang lain. Untungnya, saya rasa saya tidak menghadapi kendala-kendala semacam itu. Jadi, saya pikir saya dapat menjadi badut sirkus yang cukup baik dan profesional.

Kalaupun ternyata saya tidak mampu, saya rasa masih banyak cara lain untuk menjadi badut. Saya dapat menjadi badut pembagi balon atau brosur yang pekerjaannya jauh lebih sederhana, badut penjaga toko yang kadang-kadang justru harus mampu memasang tampang menyeramkan, ataupun badut penjahat macam The Joker dari kisah Batman.

Clown never dies!


Cheers.

No comments:

 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.