Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Thursday, December 11, 2008

One Way or Another?

Ini pemikiran yang sudah saya olah cukup lama di dalam otak saya, yang akhirnya bangkit kembali dan saya memutuskan untuk mem-publish-kan pemikiran itu di blog ini. Pemicu utamanya adalah sinetron-kurang-bermutu-tapi-dihiasi-gadis-gadis-berwajah-dan-berdada-lumayan-macam-Aryani Fitriana-dan-Dinda Kirana. Ya Anda benar, tayang setiap hari pukul 16.30 di SCTV, 'Kepompong'. Oh, harus diingat, saya bukan pemirsa setia dari sinetron ini. Mohon camkan itu.

Pada hari itu, 'Kepompong' bercerita mengenai sepupu Bebi yang bernama Hani(lumayan juga untuk cuci mata nih yang meraninnya) berkunjung ke rumah Bebi untuk beberapa hari. Sikap dan sifatnya membuat kesal Bebi dan teman-teman sepermainannya. Namun, di akhir cerita ternyata Hani bersikap menjengkelkan karena dia adalah seorang gadis-belia-berdada-cukup-besar yang sering, bahkan terlalu sering ditinggal kerja oleh ayah dan ibunya.

Baiklah, off we go on my thoughts. Oh bukan, ini bukan pemikiran mengenai 'Apakah gadis yang sering ditinggal kerja oleh ayah dan ibunya cenderung mempunyai dada berukuran lebih besar dari teman-teman sebayanya?' Bukan juga mengenai 'Karena dada seorang gadis berukuran lebih besar daripada teman-teman sebayanya, maka ayah dan ibunya cenderung mementingkan pekerjaan?'

Sebenarnya hampir, tapi bukan itu. Objeknya bukan dada, karena saya rasa itu juga kurang logis dan berbahaya untuk ditelaah, apalagi diraba, apalagi tanpa izin terlebih dahulu kepada yang punya. Pada pemikiran termutakhir ini, saya akan lebih menekankan pada sikap dan perilaku.

Judulnya: SIKAP KEPADA LINGKUNGAN, ATAU LINGKUNGAN KEPADA SIKAP?

Boleh minta tepuk tangannya? Terima kasih.

Apa Anda punya seorang teman yang menyebalkan? Pasti ya, jika tidak, dapat dipastikan teman Anda adalah semuanya pendusta, yang kerjaannya membicarakan keburukan Anda di belakang Anda.
Sebut saja teman yang menyebalkan itu si A(dari Annoying). Pastilah sikap lingkungan kepada A akan tidak baik, setidaknya sikap lingkungan yang terganggu oleh kehadiran A. Karena seperti yang kita tahu, biasanya A ini tidak beraksi sendirian, namun dalam suatu komplotan. Yang pada jaman sekarang ini biasa disebut bully.
Kemudian bila si A ini protes terhadap perlakuan Anda ataupun orang lain yang juga turut bersikap tidak baik pada dia, Anda akan dengan mudah berkata "Ya salah lo sendiri ngeselin" ataupun kalimat-kalimat pembelaan diri semacam itu.

Namun pernahkah Anda berpikir bahwa dia bersikap seperti itu karena lingkungan sekitarnya(mungkin juga termasuk sikap Anda kepadanya), dan bukan sebaliknya seperti yang Anda pikirkan?

Mungkin saja si A berperilaku menyebalkan karena selama ini Anda juga tidak pernah berperilaku baik kepada dia? Mungkin Anda tidak pernah berlaku jahat pada dia, tapi juga tidak pernah berlaku baik. Ingat, manusia itu makhluk sosial, butuh teman dan kerabat untuk bertahan hidup. Mungkin saja si A berperilaku seperti itu untuk mencari perhatian, hanya Anda saja salah mengerti, atau dia salah cara. Mungkin saja.

Mungkin juga yang terjadi adalah seperti kasus Hani dalam 'Kepompong'. Oh bukan, bukan tentang dadanya yang sangat menggiurkan. Ini tentang sikapnya yang menyebalkan.
Bisa saja si A ini mempunyai hubungan yang kurang baik dengan keluarganya, ataupun kerabatnya di tempat lain. Hal tersebutlah yang memicu si A untuk berperilaku menyebalkan, yang sekali lagi, bisa saja untuk mencari perhatian. Dan itu dilakukan karena dia kurang perhatian dari orang lain. Mungkin saja.

Pada alasan kedua, saya yakin banyak yang akan protes dan berkata "Lalu kenapa? Yang membuat dia seperti itu kan bukan gue? Kenapa dia begitu ke gue?"
Ya itu lah gunanya teman, that's what friends are for. Mari berbuat baik kepada sesama, berprasangka baik, dan melihat dari berbagai sisi. Tidak ada ruginya, malah justru membawa pahala. Lumayan bukan untuk tabungan ke surga?

Namun kalau dia memang tidak bisa berubah dan tetap menyebalkan, SIKAT SAJA.


Jadi yang mana? Sikap membentuk lingkungan, atau lingkungan membentuk sikap?

Apa? Anda tidak mengerti? Kalau begitu sama saja dengan saya.


Cheers.

3 comments:

Acchan said...

hm, saya setuju dengan anda
setuju pusingnya
huehehe

ramadije said...

haha mangstap

dLi said...

saya bukan pemirsa setia dari sinetron ini

musti diralat kayaknya.. jadi.

saya memang pemirsa setia dari sinetron ini

 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.