Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Friday, December 26, 2008

President

Pada tanggal 24 Desember lalu saya diminta M.Fadhil Mudjiono selaku Ketua Acara untuk menghadiri rapat mengenai pameran Skyblitz yang akan diadakan pada saat pembagian Laporan Hasil Belajar Siswa yang bertepatan dengan Career Day. Saya tidak terlalu bersemangat, tapi di rumah pun saya tidak ada kegiatan apa-apa, jadi apa salahnya?

Tidak ada yang aneh dengan rapat Skyblitz hari itu. Seperti biasa pertemuan Skyblitz selalu dipenuhi lelucon tolol yang tidak layak guna namun tetap menimbulkan tawa. Hal lainnya, asap rokok dan cerita cinta, seperti biasa.

Anomali terdapat justru pada perjalanan saya menuju rapat. Sebagai orang yang tinggalnya jauh sendiri dan tidak memiliki kendaraan pribadi saya harus rela menggunakan fasilitas Feeder Busway yang disediakan oleh kompleks perumahan. Then off I go.

Tinggal 2 halte lagi saya turun, di halte Panin Bank, saya berdiri. Berpegangan pada besi, lalu bergerak seperti bocah yang tidak sabar disunat. Tiba-tiba seorang kakek berjas bertampang sukses yang sedari tadi duduk dua shaf di depan saya memanggil. Saya menengok ke belakang, perlahan mendekati sang kakek tampang sukses sambil mawas diri, mencoba memeriksa kembali apa kesalahan yang telah saya lakukan. Apa karena tadi saya bergerak seperti bocah kesetanan? Atau karena saya tidak menawarinya untuk ikutan?

Pemikiran saya dibuyarkan dengan suaranya yang agak bergetar, tapi mantap, "You will be a good president!" This is getting fun, yes? And the conversation goes.. Sang kakek berjas dengan suaranya yang serak dan sedikit bergetar menasehati saya dengan logatnya yang kebule-bulean khas orang sukses.

Kakek Berjas Bertampang Sukses Dengan Suara Serak dan Sedikit Bergetar serta Logat Bule Yang Mantap(KBBSDSSDSBSLBYM):"Ya, saya bisa lihat dari perawakan kamu, kamu bisa jadi presiden yang baik!"
Saya:"Really?"
KBBSDSSDSBSLBYM:"Ya, ya, tentu saja. Kamu kuliah dimana?"
Saya:"Masih SMA.."
KBBSDSSDSBSLBYM:"Kelas berapa?"
Saya:"Kelas 2"
KBBSDSSDSBSLBYM:"Bagus, bagus.. Kamu umur berapa?"
Saya:"16"
KBBSDSSDSBSLBYM:"Bagus, bagus.. Dulu kakek lulus SMA umur 23 tahun.. Bagus kalau begitu kamu.."
Saya:"Hoo, iya iya.."
KBBSDSSDSBSLBYM:"Terus saya jadi *apa gitu gue lupa* umur *berapa gitu gue lupa*.. Sekarang ngajar di Berlin, Jerman.."
Saya:"Wah, hebat juga kek.."
KBBSDSSDSBSLBYM:"Iya, di sana gajinya lumayanlah.. Lebih baik dari di sini.. Sekitar *6000 Euro kalo ga salah dia bilang*, berarti hampir *80 juta Rupiah kalo ga salah dia bilang* lah..
Saya:"Wah, banyak juga ya.." (tampang mupeng)
KBBSDSSDSBSLBYM:"Tinggal dimana kamu?"
Saya:"Kemang 3.."
KBBSDSSDSBSLBYM:"Hoo, kalo saya di Regency. Cari aja yang pohon palemnya ada 29, itu dia rumah saya.. Coba aja hitung, kalo 29 berarti rumah saya.."
Saya:"Hoo, iya iya.."
KBBSDSSDSBSLBYM:"Are you moslem or not?"
Saya:"Muslim." (tegas dan mantap, seakan sudah rela mati syahid dengan berjihad di jalan Allah)
KBBSDSSDSBSLBYM:"Sering shalat di Ba'abut Taubah(masjid deket rumah saya) berarti ya?"
Saya:"Oh iya iya, lumayan.." (padahal ga juga, gue baru inget gue lebih sering di Baitur Rahmaan yang lebih deket rumah. tapi ga enak juga narik kata-kata)
KBBSDSSDSBSLBYM:(termenung)
Saya:"Kek, saya turun di sini ya"
KBBSDSSDSBSLBYM:"Oh iya iya, silahkan.." (menepuk punggung saya dengan mantap)

Ketika saya berjalan menuju pintu bus dia memanggil saya, sedikit kencang, "YOU WILL MAKE A GOOD PRESIDENT, I KNOW!" terus beliau manggut-manggut. Sampai saya keluar bus saya diperhatikan oleh penumpang lain, entah jijik entah bingung entah memang sifat dasarnya[1].

Begitulah, anomali sehari-hari. Setelah turun dari bus saya rasa jalan saya lebih tegap, lebih mantap menyongsong hari esok yang lebih cerah. Who knows?

[1]Tahukah Anda bahwa kita, bangsa Indonesia punya kecenderungan untuk mendatangi suatu keramaian? Misal, jika terjadi ledakan bom, orang asing akan pergi menjauh. Sebaliknya, rakyat Indonesia akan mendekat, tanpa takut akan adanya ledakan susulan. Don't be ashamed, that's us! I love Indonesia!




Cheers.

5 comments:

Acchan said...

RAMADHAN PUTERA DJAFFRI

YES WE ARE.
:D

ramadije said...

haha YES WE ARE menuju White House pokoknya chan

Ozora Kharunia said...

VOTE FOR RAMADHAN PUTERA DJAFFRI!

hahaha yes we are

dLi said...

yeah !! vote for Ramadhan Putra Djaffri..

ramadije said...

jah ada lo dli..

 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.