Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Thursday, October 30, 2008

Bold and Italic - Petunjuk untuk Pembaca

HARAP BACA! Karena Bold and Italic adalah cerita tentang 2 orang yang berbeda.

Bold and Italic Episode Ganjil : dia
Bold and Italic Episode Genap : Dia


Cheers.

Libur TO - 1 of 6

Hari ini saya bersama rekan (Gilang Pangestu dan Muhammad Fadhil Mudjiono) hendak mengerjakan tugas Mulok yang sangat kurang menarik. Untuk menambah keasyikan hari yang nampaknya akan membosankan itu maka kami melakukan hal-hal di bawah ini:

- Mengantar kepergian TO 2008 dengan berat hati
Menyedihkan rasanya hanya bisa mengantar sampai di sini.

 

- Mengunjungi Museum Bank Indonesia
Ada bocah gila tiduran di lantai. Lelah karena dipaksa ikut program sekolah atau sekedar ingin mengintip isi rok rekannya saja?


- Berkunjung ke Kota Tua

                        (Fadhil, Gilang, saya)


...dan bertemu kakak-kakak Heksakra (yang sekaligus mengambilkan foto kami bertiga)


What will happen tomorrow? God knows.


Cheers.

Wednesday, October 29, 2008

TO vs Liburan

TO terdengar lebih menarik, jauh lebih menarik. Tapi apa daya, kebijakan yang diambil oleh panitia yang isinya menghapus Skyblitz dari jajaran seksi dokumentasi memaksa saya untuk mencoba menikmati liburan 6 hari - yang nampaknya akan menjadi liburan paling sibuk dalam hidup saya.


Rencana liburan:
Kamis, 30.10 : Tugas Mulok
Jumat, 31.10 : Istirahat, lelah setelah pengerjaan Tugas Mulok
Sabtu, 01.11 : Produksi Sky Battle 2009
Minggu, 02.11 : Istirahat, lelah setelah pencarian keperluan Produksi Sky Battle 2009
Senin, 03.11 : Hunting Sakit Hati Skyblitz
Selasa, 04.11 : Istirahat, lelah setelah pelaksanaan Hunting Sakit Hati Skyblitz

Dan pada Rabu (05/11) sekolah sudah dimulai lagi. Mati saja.


Cheers.

Thursday, October 23, 2008

Arifi Mempunyai Kepribadian Ganda, Benarkah?

Arifi adalah seorang teman dari saya yang diduga memiliki personality disorder (kepribadian ganda). Benarkah? Silahkan simak sendiri.

Saya? Awalnya saya menolak untuk percaya, namun akhirnya saya memutuskan kemungkinan bahwa hal di atas adalah benar sama dengan.. 80%. Creepy, huh?




*thanks to dedewanda atas kontribusinya.


Cheers.

Bold and Italic Episode 3 - Don't Pass Me By

Dari jarak selebar lapangan bola saja saya sudah bisa paham bahwa yang ada di seberang sana adalah dia. Karena dia sempurna? Karena aura yang terpancar darinya begitu luar biasa? Mungkin, tapi lebih tepatnya karena saya jatuh hati padanya. Bukan baru saja, ini cerita lama.

Every little thing she does is magic. Ketika dia berjalan, sekeliling terlihat buram - seperti foto panning yang sampai sekarang masih belum saya kuasai dengan sangat baik. Ketika dia menoleh ke arah saya, dunia berubah menjadi surga. Bahkan ketika dia memalingkan muka dan berjalan menjauh, dia masih terlihat begitu anggun. Itulah dia.

She looks great on her working suit. Well actually, she looks great on everything. And she just passed me by.


Cheers.

Thursday, October 16, 2008

Bold and Italic Episode 2 - Berguling di Tangga

Saya suka taruhan. Ketika adrenalin terus memuncak sampai akhirnya meledak. Taruhan itu memang menyenangkan, apalagi bila menang. Tapi kalau dengan Dia, kalah pun saya rela.

Dia begitu pesimis sampai menetapkan impian saja ragu-ragu. Atau memang saya saja yang terlalu optimis? Mungkin benar. Sifat optimis saya membunuh. Begitu besarnya sampai saya bisa terbutakan dari realita yang ada. Bahkan seringkali menghilangkan hasrat untuk berusaha. (masalah Optimis Membunuh ini akan saya bahas lain kali)

Impian itu mimpi, harus dikejar tanpa takut jatuh. Beda halnya dengan cita-cita. Cita-cita adalah sesuatu yang lebih dekat kepada realita, sesuatu yang harus dikejar dengan penuh perhitungan. Ketika impian semakin mendekati realita, dia tidak berubah menjadi cita-cita. Dia tetap mimpi, yang harus dikejar tanpa rasa takut. Benarkah?

Tapi sepertinya segala argumen saya tidak bisa mengubah pendiriannya. Entah Dia adalah orang yang teguh atau skeptis. Akhirnya saya membuat sebuah taruhan, setidaknya jika saya salah akan apa yang Dia impikan, dia masih bisa melihat saya dengan bodoh berguling di tangga. Saya tidak mau melihat dia sedih seutuhnya, karena saya sayang Dia, walaupun dia tidak begitu.

Akhirnya saya kalah, tapi saya tidak berguling seperti orang bodoh. Dia meringankan hukumannya menjadi push-up kepal 3 seri. Yang kemudian dihentikan oleh dirinya sendiri setelah saya baru menyelesaikan 1 seri. Apa dia tidak tega? Atau malas saja melihat saya berada di dekatnya? Pilihan pertama terdengar lebih baik.

Remembering her, February 20th - May 3rd, I still love her, a lot.


Cheers.

Monday, October 13, 2008

Ayo Baca Pikiran!

Saya rasa memang sudah kebiasaan saya untuk ingin mengetahui segalanya. Ketika saya kecil, saya tidak pernah berhenti bertanya barang 5 detik saja ketika pergi ke berbagai tempat menggunakan mobil. Ketika melihat suatu kata yang asing, saya langsung menanyakannya kepada Ayah saya. Kemudian setelah dia menjelaskan, ada saja hal lain yang dapat saya tanyakan.
Selain itu saya juga membaca banyak hal, di banyak tempat. 9 dari 10 hal yang Ayah saya katakan untuk membuat saya kagum pada dunia luar sudah saya ketahui jauh sebelum itu. Sampai-sampai Ayah dan Ibu saya sering mengeluh "Kamu itu sudah tahu sudah tahu mulu."

Sampai sekarang pun saya masih tetap orang yang sama, hanya objeknya saja yang berbeda. Semakin dewasa saya menyadari bahwa manusia lebih kompleks dari lingkungan sekitar saya. Karena itu saya mulai tertarik pada manusia. Perilaku, sifat, perasaan, pikiran. Beberapa orang mengatakan kemampuan menerka dan persuasif saya cukup baik, itu turunan dari Ibu saya. Yang lainnya mengatakan pengambilan kesimpulan saya rasional dan tegas, itu turunan dari Ayah saya.
Jadi bila saya menerka seorang itu senyumnya palsu dan sekaligus membuatnya mengakui itu adalah benar, itu berkat Ibu saya. Kemudian bila dia meminta saran dan saya memberi solusi hingga akhirnya dia bisa kembali ceria, itu berkat Ayah saya. Sayangnya, tidak ada diantara mereka yang bisa membaca pikiran.

Saya mulai ingin dapat membaca pikiran seiring dengan kesadaran saya bahwa dunia berisi kebohongan lebih dari yang saya kira. Jarang sekali orang yakin 100% dengan apa yang dia katakan. Saat seseorang mengatakan "Ayo makan di sini" itu bukan berarti dia tidak sedang memikirkan alternatif lain, kecuali dia adalah seorang ibu hamil yang sedang ngidam. Saat seseorang mengatakan "Aku baik-baik saja" dia sebenarnya sedang berpikir "Apakah aku baik-baik saja?" kecuali dia adalah orang gila yang pikirannya selalu kemana-mana.
Walau begitu bukan berarti setiap orang dan pada setiap saat berbohong. Banyak juga orang-orang yang keyakinannya begitu kuat. Misalnya para jago bela diri. Dengan tekad yang kuat mereka dapat membuang keraguan dan membuat pikiran mereka menjadi jernih. Dengan pikiran yang bersih dari keraguan itu mereka dapat melakukan hal-hal mustahil macam memecahkan batu bata, membengkokkan besi, bahkan tahan digempur dengan baja.

Jika saya dapat membaca pikiran kemungkinan semua akan lebih baik. Saya dapat mempersiapkan apa yang akan saya katakan pada berbagai pembicaraan penting. Saya dapat mengetahui bahaya yang berada di sekeliling saya. Atau bahkan hanya untuk sekedar mengetahui siapa yang menyukai siapa di sekolah.

"Curiosity kills the cat","Ketidaktahuan adalah berkah", dan mungkin masih banyak lagi quotes semacam itu yang intinya adalah memberitahu kita bahwa mengetahui terlalu banyak itu tidak baik. Tapi saya pikir, kenapa tidak?


Cheers.

Saturday, October 11, 2008

Bold and Italic Episode 1 - Tato di Mata Kaki

Menyenangkan dapat melihatnya dari dekat. Tato hati berwarna hitam yang digambar dirinya sendiri menggunakan bolpen. Yang lebih menyenangkan hal itu memang sengaja diperlihatkan. Masa lalu begitu nikmatnya.

Jangan salahkan diri Anda kalau tidak mengerti. Apalagi menyalahkan saya, itu melanggar hak asasi manusia. Intinya sekarang semua begitu berbeda.

Dulu orang seperti dia dengan senang hati menunjukkan tato itu kepada saya, sembari tertawa pula. Tato itu berada di mata kaki, dan untuk memperlihatkannya dia harus mengangkat roknya sedikit serta mendekatkan dirinya kepada saya. Kemudian ketika saya berkomentar "hati itu seharusnya berwarna merah, bukan hitam," dia berjalan sambil mencibir "biarin, wee." Anda juga tahu itu bukan cibiran biasa. Cibiran itu lebih seperti orang yang sok kesal tapi sebenarnya tidak. Bagaimana ya menjelaskannya. Anda tahu sendirilah sikap seorang wanita yang memasang tampang cemberut kemudian berbalik, dan ketika dia membelakangi Anda dia tersenyum senang karena berhasil menipu Anda. Semacam itu lah. Atau saya saja yang terlalu berpikir positif dan berharap itu benar? Semoga iya.

Karena bila mengingat sekarang dia sudah begitu berubah sehingga ketika melihat saya dari radius 5m saja dia segera berputar arah, peristiwa tato itu sungguh aneh. Orang yang dulu pernah sedemikian dekatnya, sekarang menjauh sejauh-jauhnya. Menyedihkan. Atau saya saja yang terlalu hiperbola? Semoga saja.

Jadi sebenarnya yang mana? She did her things and now she's leaving.


Cheers.

Kekuatan Kemasan

Pilih mana? Gadis cantik tapi bodoh atau gadis buruk rupa (buruk rupa itu lebih parah dari jelek) tapi pintar? Pemuda tampan namun bodoh atau pemuda buruk rupa (buruk rupa itu lebih parah dari jelek) tapi pintar?

Kalau Anda memilih yang buruk rupa mungkin Anda sudah buta, atau sekedar tolol, atau mungkin Anda memang sudah menemukan cinta. Selamatlah bila alasan ke-3 adalah alasan Anda untuk memilih sang buruk rupa.

Kekuatan kemasan adalah mutlak. Orang bodoh dapat menjadi pintar selama mereka mampu dan mau. Sayangnya, orang buruk rupa harus operasi atau make over untuk menjadi rupawan. Yang dalam kata lain, menipu diri sendiri dan orang lain.

OK mari sebentar mengunjungi dunia selain dunia manusia, buku misalnya. Kemarin saya berkunjung ke sebuah toko buku dan saya menemukan 2 buku yang cukup menarik: 'Taxi Driver Wisdom' yang hanya berwarna hitam dan kuning(sangat kontras dan seperti warna taxi Amerika) dan 'It's Not About How Good You Are, It's About How Good You Want To Be'(atau apalah judulnya itu yang terlalu panjang dan kemasannya terlalu biasa).

Dari judul dan kemasannya saja saya sudah tahu mana yang harus saya baca dan mana yang harus saya hindari. Kira-kira yang mana yang harus saya baca? Tentu saja 'Taxi Driver Wisdom'. Saya sudah tidak peduli lagi dengan tulisan 'International Best Seller' pada buku dengan judul kepanjangan tadi, saya sudah tidak peduli lagi dengan kenyataan bahwa isi dari 'Taxi Driver Wisdom' hanya quotations dari para supir taksi. Karena kemasan 'Taxi Driver Wisdom' jauh lebih menarik. Logika memang selalu bertentangan dengan naluri.

Tapi bagaimanapun juga dalam dunia manusia yang lebih penting adalah imannya bukan? Setidaknya di mata yang Maha Kuasa.

Lihat kan seberapa hebat kekuatan kemasan? Atau memang saya saja yang bodoh? Yang manapun tidak masalah. Karena kebodohan dapat diubah.


Cheers.

Thursday, October 9, 2008

Menjiwai Peran Orang Gila

Peran orang gila itu bisa dibilang peran yang terpaksa dimainkan karena tidak ada lagi yang tersisa, ataupun tidak ada lagi yang cukup menarik.

Nilai Anda buruk? Cobalah menjadi orang gila. Kekasih Anda dibawa pergi? Cobalah menjadi orang gila. CD kesukaan Anda raib? Cobalah menjadi orang gila. Ketika apapun yang dapat membuat Anda menjadi histeris terjadi, cobalah menjadi orang gila. Karena posisi orang gila selalu lowong, selalu kosong.

Pertanyaannya, kenapa? Karena orang gila itu tidak lazim dan termasuk penyimpangan. Karena orang gila itu akan susah mendapat pasangan. Karena orang gila itu hidup di jalanan.

Tetapi, kenapa tidak? Orang gila hidup dengan penuh kebebasan. Orang gila dapat membunuh orang dan lepas dari hukuman. Orang gila itu adalah pusat perhatian.

Saya telah menjiwai peran orang gila beberapa kali dan rasanya cukup menyenangkan. Orang lain akan tertawa dan mencibir, tapi kenapa tidak? Lebih baik dihina daripada histeris karena hidup. Benarkah? Tentu saja tidak begitu saja.

Apa saya mengerti uraian di atas? Sedikit ya dan banyak tidak. Karena saya sedang menjiwai peran orang gila.

Bila Anda tertawa, selamat, Anda sudah berjalan selangkah menuju dunia gila. Selamat datang kegilaan dan kesenangan semata.
Bila Anda berpikir saya aneh, selamat, Anda masih hidup di dunia nyata. Oh, tapi Anda kehilangan beberapa kesenangan.

Anda mengerti kan? Atau tidak?


Cheers.

Everything Big Starts Small

Semuanya berawal dari hal kecil bukan? Karenanya cukuplah sekian dahulu. Lagipula saya sudah mulai mengantuk. Sudah 2 hari ini saya tidak mengistirahatkan mata. Jadi, mari.
 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.