Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Wednesday, December 31, 2008

Bold and Italic Episode 6 - Year End Bargain

Bukan, post ini tidak ada hubungannya dengan belanja tengah malam atau diskon dan semacamnya. Apalagi soal ilmu tawar-menawar. Hei, ini bukan pasar. Di post ini saya akan menjabarkan My Bests and Worsts List of 2008. Terinspirasi juga oleh berbagai post dari orang lain, misalnya Acchan.

Langsung saja, saya sudah mengantuk.

01/01/2008
I brought Bold(read my 'Bold and Italic' posts) a lotta fireworks, walaupun hanya dalam dunia imajinasi kami berdua.

20/02/2008
I started a relationship with Bold. It's fine, until it starts.

20/03/2008
Bold's 14th birthday. Saya memberi dia semacam maskot dari kayu berbentuk anjing yang dikemas dalam kotak buatan saya sendiri. Di kotak tersebut terpatri stensilan 'XIV', 'F', dan gambar hati.

01/04/2008
My 16th birthday. Bold gave me some presents. Sebuah pulpen tempel untuk di meja yang dihiasi bocah berambut biru dan berbaju basket bernomor punggung 23, gantungin ponsel berbentuk monyet, dan saya rasa ada 1 hal lagi namun entah kenapa saya tidak dapat mengingatnya.

03/05/2008
I broke up with Bold. Sebelumnya saya mengisi sebuah agenda tolol yang saya beli di Aksara Bookstore. Di agenda itu terdapat Mood Chart harian, yang saya rekam dengan disiplin setiap harinya. Tapi hari ini, grafik terjun ke jurang hingga terus ke bawah batas buku dan terus ke meja, ke lantai, ke tangga menuju lantai 1, ke garasi, hingga akhirnya ke jalan raya. Sejak saat itu, Mood Chart tidak pernah naik ke permukaan. Terus ada di jurang, jauh di bawah sana.

Jaman-Jaman Seleksi OSIS
Bold often shared me stories. Tentang kecemasan dia yang membuat dia jadi kurang bersahaja, tentang perasaannya kepada salah seorang pria, dan berbagai lainnya.
Bahkan saya membuat persetujuan dengan dia tentang masalah kecemasan akan kegagalannya. Saya rela berguling dari tangga jika dia tidak lolos seleksi.

Jaman-Jaman Lomba-Lomba Hari Kemerdekaan
Bold failed to pass the test. Tapi bukannya disuruh berguling, saya malah disuruh push-up kepal 3 seri(bagi Anda yang belum paham, 1 seri = 10 kali). Toh ketika saya baru ingin memulai seri ke-2, dia memberhentikan saya. Entah malu entah masih peduli, saya harap yang kedua, because it always makes me a bit happier everytime I think about our sweet memories.

Jaman-Jaman Kelas XI IPS
Bold never say anything to me. Satu-satunya yang saya ingat adalah ketika pelajaran Kewarganegaraan kosong dan Bold datang ke kelas saya untuk bertemu rekannya. Dia diganggu oleh seorang teman saya dan seperti biasa, dia mengeluarkan muka dan kata-kata sinisnya - which I love very much - tanpa rasa bersalah. Oh Lord, I just love her personality.
Hari lainnya, hanya kurang lebih 1 bulan sebelum post ini, saya mengetahui ada sesuatu yang terjalin diantara dia dan seorang pria(oh ya Anda betul, ini pria yang saya maksud pada Jaman-Jaman Seleksi OSIS di atas sana). Saya tak bisa berkata-kata. Namun anehnya, saya turut bangga. Karena dulu dia bahkan tidak berani bermimpi, tapi lihat sekarang. She's the greatest of them all.

Sisa 2008
Nothing happened. I barely see Bold in my life. We were this close, and then we separated that far. Of what a love can do, you'll be terrified.

Oke, memang itu tidak terdengar seperti My Bests and Worsts List of 2008, I know. Semua penjabaran di atas hanyalah memori saya tentang Bold(dari post-post 'Bold and Italic' di blog ini, ayo baca!). Dan saya rasa jika saya sedang bersahaja, saya bukan hanya menulis post di blog, saya akan menulis sebuah buku. Saya yakin itu.

Saya pertama kali bertemu Bold pada Lomba 17 Agustusan tahun 2007 SMA Labschool Kebayoran. Dia menyapa saya dengan manis, dan saya juga tahu bahwa saya akan dekat dengannya. Sejak saat itu saya semakin dekat dengan dia hingga akhirnya hubungan mulai terlihat serius di awal 2008. I don't want to tell, it's her privacy afterall.

Berbagai hal terjadi sampai akhirnya kami memulai hubungan(yang saya harapkan serius) 20 Februari dan (sayangnya)berakhir pada 3 Mei. 2 bulan 2 minggu, dan saya dapat membuat sebuah cerita bersambung 20 episode dari jangka waktu itu. Dan seperti yang telah saya katakan tadi, saya dapat membuat buku, hanya dengan mengenalnya belum sampai 2 tahun. Kenapa? Saya juga tidak tahu alasannya. Perhatikan saya, mungkin Anda bisa tahu.

(Sekali lagi) Mengenang GFQF (oh yeah GFQF is definitely a code), orang yang paling saya tunggu kembalinya.



Cheers, mate.


*oh I'll make The Real My Bests and Worsts List of 2008, you know. If I remember.

Friday, December 26, 2008

President

Pada tanggal 24 Desember lalu saya diminta M.Fadhil Mudjiono selaku Ketua Acara untuk menghadiri rapat mengenai pameran Skyblitz yang akan diadakan pada saat pembagian Laporan Hasil Belajar Siswa yang bertepatan dengan Career Day. Saya tidak terlalu bersemangat, tapi di rumah pun saya tidak ada kegiatan apa-apa, jadi apa salahnya?

Tidak ada yang aneh dengan rapat Skyblitz hari itu. Seperti biasa pertemuan Skyblitz selalu dipenuhi lelucon tolol yang tidak layak guna namun tetap menimbulkan tawa. Hal lainnya, asap rokok dan cerita cinta, seperti biasa.

Anomali terdapat justru pada perjalanan saya menuju rapat. Sebagai orang yang tinggalnya jauh sendiri dan tidak memiliki kendaraan pribadi saya harus rela menggunakan fasilitas Feeder Busway yang disediakan oleh kompleks perumahan. Then off I go.

Tinggal 2 halte lagi saya turun, di halte Panin Bank, saya berdiri. Berpegangan pada besi, lalu bergerak seperti bocah yang tidak sabar disunat. Tiba-tiba seorang kakek berjas bertampang sukses yang sedari tadi duduk dua shaf di depan saya memanggil. Saya menengok ke belakang, perlahan mendekati sang kakek tampang sukses sambil mawas diri, mencoba memeriksa kembali apa kesalahan yang telah saya lakukan. Apa karena tadi saya bergerak seperti bocah kesetanan? Atau karena saya tidak menawarinya untuk ikutan?

Pemikiran saya dibuyarkan dengan suaranya yang agak bergetar, tapi mantap, "You will be a good president!" This is getting fun, yes? And the conversation goes.. Sang kakek berjas dengan suaranya yang serak dan sedikit bergetar menasehati saya dengan logatnya yang kebule-bulean khas orang sukses.

Kakek Berjas Bertampang Sukses Dengan Suara Serak dan Sedikit Bergetar serta Logat Bule Yang Mantap(KBBSDSSDSBSLBYM):"Ya, saya bisa lihat dari perawakan kamu, kamu bisa jadi presiden yang baik!"
Saya:"Really?"
KBBSDSSDSBSLBYM:"Ya, ya, tentu saja. Kamu kuliah dimana?"
Saya:"Masih SMA.."
KBBSDSSDSBSLBYM:"Kelas berapa?"
Saya:"Kelas 2"
KBBSDSSDSBSLBYM:"Bagus, bagus.. Kamu umur berapa?"
Saya:"16"
KBBSDSSDSBSLBYM:"Bagus, bagus.. Dulu kakek lulus SMA umur 23 tahun.. Bagus kalau begitu kamu.."
Saya:"Hoo, iya iya.."
KBBSDSSDSBSLBYM:"Terus saya jadi *apa gitu gue lupa* umur *berapa gitu gue lupa*.. Sekarang ngajar di Berlin, Jerman.."
Saya:"Wah, hebat juga kek.."
KBBSDSSDSBSLBYM:"Iya, di sana gajinya lumayanlah.. Lebih baik dari di sini.. Sekitar *6000 Euro kalo ga salah dia bilang*, berarti hampir *80 juta Rupiah kalo ga salah dia bilang* lah..
Saya:"Wah, banyak juga ya.." (tampang mupeng)
KBBSDSSDSBSLBYM:"Tinggal dimana kamu?"
Saya:"Kemang 3.."
KBBSDSSDSBSLBYM:"Hoo, kalo saya di Regency. Cari aja yang pohon palemnya ada 29, itu dia rumah saya.. Coba aja hitung, kalo 29 berarti rumah saya.."
Saya:"Hoo, iya iya.."
KBBSDSSDSBSLBYM:"Are you moslem or not?"
Saya:"Muslim." (tegas dan mantap, seakan sudah rela mati syahid dengan berjihad di jalan Allah)
KBBSDSSDSBSLBYM:"Sering shalat di Ba'abut Taubah(masjid deket rumah saya) berarti ya?"
Saya:"Oh iya iya, lumayan.." (padahal ga juga, gue baru inget gue lebih sering di Baitur Rahmaan yang lebih deket rumah. tapi ga enak juga narik kata-kata)
KBBSDSSDSBSLBYM:(termenung)
Saya:"Kek, saya turun di sini ya"
KBBSDSSDSBSLBYM:"Oh iya iya, silahkan.." (menepuk punggung saya dengan mantap)

Ketika saya berjalan menuju pintu bus dia memanggil saya, sedikit kencang, "YOU WILL MAKE A GOOD PRESIDENT, I KNOW!" terus beliau manggut-manggut. Sampai saya keluar bus saya diperhatikan oleh penumpang lain, entah jijik entah bingung entah memang sifat dasarnya[1].

Begitulah, anomali sehari-hari. Setelah turun dari bus saya rasa jalan saya lebih tegap, lebih mantap menyongsong hari esok yang lebih cerah. Who knows?

[1]Tahukah Anda bahwa kita, bangsa Indonesia punya kecenderungan untuk mendatangi suatu keramaian? Misal, jika terjadi ledakan bom, orang asing akan pergi menjauh. Sebaliknya, rakyat Indonesia akan mendekat, tanpa takut akan adanya ledakan susulan. Don't be ashamed, that's us! I love Indonesia!




Cheers.

Thursday, December 11, 2008

Koersi

Rabu (10/12) adalah hari kedua Ujian Akhir Semester di sekolah saya. Materi yang diujikan untuk kelas XI IPS: Pendidikan Kewarganegaraan dan Sosiologi. Sosiologi ini yang jadi masalah.

Di antara ujian pertama dan kedua disediakan waktu istirahat selama 30 menit, yang akhirnya karena kedewasaan siswa siswi SMA Labschool Kebayoran malah digunakan untuk belajar. Jadi, lebih tepatnya ini bukan jam istirahat, melainkan jam-belajar-untuk-mereka-yang-di-rumah-kerjaannya-online-untuk-update-blog-buka-Facebook-dan-chatting(disingkat: JBUMYDRKOUUBBFDC). Pada JBUMYDRKOUUBBFDC inilah saya menemukan penemuan yang mahadahsyat.

Pada kertas 'Konflik dan Integrasi', saya sampai pada tahap 'Cara-cara Meredakan Konflik'. Cara pertama adalah Koersi. Baru sampai cara pertama saya sudah bertanya, padahal jelas-jelas di kertas pun tertera apa artinya, "Koersi itu apaan?" Lalu teman saya yang termasyhur, Gilang Pangestu menjawab "Itu yang buat duduk. Itu kursi, ejaan lama." Dalam sekejap tinju saya melayang ke muka dia, lalu kami tertawa-tawa seakan Ujian Akhir Semester ditiadakan.

Namun ternyata otak saya yang tidak bisa diam ini berpikir lain, saya terdiam dan langsung berseru, "Eh terus cara nulis koersi pakai ejaan lama gimana?" Dan semua semesta terdiam. Banyak yang bilang itu tidak penting, terutama orang-orang yang hanya ingin hidup sukses menikah kawin kemudian mati dimakan cacing. Yang hidupnya straight-straight saja tanpa keabnormalan yang menyelimuti. Tapi ini penting. Jadi, ada yang mampu menjawab?


Bagaimana cara menulis koersi menggunakan ejaan lama?


Koersi? Dibaca kursi. Koeersi? Dibaca kuersi. Jadi apa?

Anda tahu, hubungi saya.


Cheers.

One Way or Another?

Ini pemikiran yang sudah saya olah cukup lama di dalam otak saya, yang akhirnya bangkit kembali dan saya memutuskan untuk mem-publish-kan pemikiran itu di blog ini. Pemicu utamanya adalah sinetron-kurang-bermutu-tapi-dihiasi-gadis-gadis-berwajah-dan-berdada-lumayan-macam-Aryani Fitriana-dan-Dinda Kirana. Ya Anda benar, tayang setiap hari pukul 16.30 di SCTV, 'Kepompong'. Oh, harus diingat, saya bukan pemirsa setia dari sinetron ini. Mohon camkan itu.

Pada hari itu, 'Kepompong' bercerita mengenai sepupu Bebi yang bernama Hani(lumayan juga untuk cuci mata nih yang meraninnya) berkunjung ke rumah Bebi untuk beberapa hari. Sikap dan sifatnya membuat kesal Bebi dan teman-teman sepermainannya. Namun, di akhir cerita ternyata Hani bersikap menjengkelkan karena dia adalah seorang gadis-belia-berdada-cukup-besar yang sering, bahkan terlalu sering ditinggal kerja oleh ayah dan ibunya.

Baiklah, off we go on my thoughts. Oh bukan, ini bukan pemikiran mengenai 'Apakah gadis yang sering ditinggal kerja oleh ayah dan ibunya cenderung mempunyai dada berukuran lebih besar dari teman-teman sebayanya?' Bukan juga mengenai 'Karena dada seorang gadis berukuran lebih besar daripada teman-teman sebayanya, maka ayah dan ibunya cenderung mementingkan pekerjaan?'

Sebenarnya hampir, tapi bukan itu. Objeknya bukan dada, karena saya rasa itu juga kurang logis dan berbahaya untuk ditelaah, apalagi diraba, apalagi tanpa izin terlebih dahulu kepada yang punya. Pada pemikiran termutakhir ini, saya akan lebih menekankan pada sikap dan perilaku.

Judulnya: SIKAP KEPADA LINGKUNGAN, ATAU LINGKUNGAN KEPADA SIKAP?

Boleh minta tepuk tangannya? Terima kasih.

Apa Anda punya seorang teman yang menyebalkan? Pasti ya, jika tidak, dapat dipastikan teman Anda adalah semuanya pendusta, yang kerjaannya membicarakan keburukan Anda di belakang Anda.
Sebut saja teman yang menyebalkan itu si A(dari Annoying). Pastilah sikap lingkungan kepada A akan tidak baik, setidaknya sikap lingkungan yang terganggu oleh kehadiran A. Karena seperti yang kita tahu, biasanya A ini tidak beraksi sendirian, namun dalam suatu komplotan. Yang pada jaman sekarang ini biasa disebut bully.
Kemudian bila si A ini protes terhadap perlakuan Anda ataupun orang lain yang juga turut bersikap tidak baik pada dia, Anda akan dengan mudah berkata "Ya salah lo sendiri ngeselin" ataupun kalimat-kalimat pembelaan diri semacam itu.

Namun pernahkah Anda berpikir bahwa dia bersikap seperti itu karena lingkungan sekitarnya(mungkin juga termasuk sikap Anda kepadanya), dan bukan sebaliknya seperti yang Anda pikirkan?

Mungkin saja si A berperilaku menyebalkan karena selama ini Anda juga tidak pernah berperilaku baik kepada dia? Mungkin Anda tidak pernah berlaku jahat pada dia, tapi juga tidak pernah berlaku baik. Ingat, manusia itu makhluk sosial, butuh teman dan kerabat untuk bertahan hidup. Mungkin saja si A berperilaku seperti itu untuk mencari perhatian, hanya Anda saja salah mengerti, atau dia salah cara. Mungkin saja.

Mungkin juga yang terjadi adalah seperti kasus Hani dalam 'Kepompong'. Oh bukan, bukan tentang dadanya yang sangat menggiurkan. Ini tentang sikapnya yang menyebalkan.
Bisa saja si A ini mempunyai hubungan yang kurang baik dengan keluarganya, ataupun kerabatnya di tempat lain. Hal tersebutlah yang memicu si A untuk berperilaku menyebalkan, yang sekali lagi, bisa saja untuk mencari perhatian. Dan itu dilakukan karena dia kurang perhatian dari orang lain. Mungkin saja.

Pada alasan kedua, saya yakin banyak yang akan protes dan berkata "Lalu kenapa? Yang membuat dia seperti itu kan bukan gue? Kenapa dia begitu ke gue?"
Ya itu lah gunanya teman, that's what friends are for. Mari berbuat baik kepada sesama, berprasangka baik, dan melihat dari berbagai sisi. Tidak ada ruginya, malah justru membawa pahala. Lumayan bukan untuk tabungan ke surga?

Namun kalau dia memang tidak bisa berubah dan tetap menyebalkan, SIKAT SAJA.


Jadi yang mana? Sikap membentuk lingkungan, atau lingkungan membentuk sikap?

Apa? Anda tidak mengerti? Kalau begitu sama saja dengan saya.


Cheers.

Tuesday, December 9, 2008

Bold and Italic Episode 5 - Mighty Love

Jika Anda memiliki lagu dari Zeke and The Popo yang dimaksud seperti tertera di judul, siapkan sekarang. Putar, dan nyanyikan. 1,2,3,4.

Mighty Love

Drop a penny throw a stone

I guess its time to let love

And throw your anesthetic piece of heart

You built for long

Smack my face and you will see

This piece will never be free

Oh please somebody

Connect me back into reality

This mighty love

Strictly from the bottom

Simply from the head

This mighty love

Strictly from the bottom

Simply from the head

Wasn't made by human hand

It simply devil's master plan

Aint got no mother father sister

What the bloody hell is it?

She's the queen of libertines

A cross of sex and good machine

A modest words of love

In turn she pressed a fucking charge

On me

This mighty love

Strictly from the bottom

Simply from the head

This mighty love

Strictly from the bottom

Simply from the head

I miss the sun while I'm in here

I fought my mind and my needs

I found out there are more to stake than just to scratch your back

I laid down there for awhile, the bee will never stung me

The place I stand will let you know my full immunity


(sumber:ini nih)




Saya memang baru mengamatinya selama 1 tahun lebih beberapa bulan, namun sepertinya tidak akan berhenti sekarang. Semoga juga tidak berhenti tahun depan, atau 3 tahun mendatang. Semoga berhenti ketika saya bersama dirinya.

Namun walaupun dia bukan seorang yang dapat saya dapatkan, tapi saya sudah cukup senang dengan terus memikirkan dan melihatnya. Walaupun dia bukan seorang yang dapat saya dampingi, tapi saya sudah cukup senang dengan terus menyukai dan mencintainya.

Mungkin ini yang disebut obsesi. Seperti yang apa mantan kekasih saya katakan.


"Haha kalo ga ada alasan berarti obsesi dong?"


Memang benar adanya sepertinya. Jadi obsesi pun tidak mengapa. Walaupun demikian, bukan berarti saya akan berhenti berulah. Apa yang sudah saya impikan tidak akan saya lepaskan, hingga impian itu sendiri pergi meninggalkan saya. Jadi, doakan saja.


Cheers.
 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.