Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Sunday, January 18, 2009

Hunting On The Trip 2009 Report Part 1

Why 2 parts? Because I'm going to school tomorrow and life goes fast.

Let's just start our first day..

Jan 17 2009
Bangun pagi kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi. Meluangkan waktu sejenak untuk periksa ulang barang bawaan dan langsung berangkat, ngangkut Alvi dulu di halte Feeder Busway Trans Kemang Pratama kemudian meluncur ke Labschool Kebayoran.
Sampai di lokasi, langsung prosedur standar Labschool. Apel, briefing, do'a, blah blah. Naik ke bus 1 langsung ke tempat duduk paling belakang. Duduk bersebelahan sama Beler dan juga sejajar dengan Gilang dan Wildan.

1 hal yang harus diingat, perjalanan bus ke Bandung membuat Anda bertambah gemuk. Terutama jika Anda berada dalam sebuah acara yang para panitia-nya sangat baik sekali. Mereka akan terus memasok Anda dengan makanan ringan yang selalu disertai aqua gelas. What a trip.

Sampai di Braga, mulai acara hunting foto. Jujur saja, ga terlalu banyak yang bisa diambil. Entah saya yang kurang kreatif atau memang Braga tidak semenarik itu, terutama di bawah teriknya matahari. Kendala lain, waktu yang tersedia kurang lama.
Next, Museum KAA. Not much to capture in there too. Ada beberapa, tapi entah kenapa agak sulit untuk dibuat dramatis. Walaupun begitu, hidangan dari Hoka-Hoka Bento yang dipasok oleh panitia sebagai makan siang cukup menghibur.
Next stop, Trunojoyo. Again, not much things there. But yeah, with friends, everything is great. Lots of fun with few photos.

Ah, now the hotel. Tipe-tipe ekonomis yang sering disinggahi rombongan, tapi tidak murahan. Bahkan sejauh ini, Hotel Bumi Makmur Indah adalah hotel untuk rombongan yang paling bagus yang pernah saya singgahi. Salut buat panitia.
Acara yang dibuat pun dijalankan secara disiplin. Dari mulai workshop sampai makan malam dan sebagainya, semua sesuai dengan yang tertera. Bahkan mengenai masalah teknis pada workshop pun dapat ditanggulangi seakan tidak terjadi apa-apa. Salut lagi buat panitia.

Setelah makan malam di Kafe Jasmine yang juga nyaman banget, ada acara hunting lagi di sekitar lingkungan kafe yang malah cenderung digunakan sebagai dokumentasi acara(baca:foto sambil bergaya). Not much things to capture, again. Beberapa hal yang menarik di otak saya kira-kira: suasana lapangan parkir yang seperti festival minus wahana dan stand-stand, pohon besar di pinggir jalan, dan night scene di jalan itu sendiri. Akhirnya, yang saya dapat esensinya pun hanya pohon besar di pinggir jalan.
Dari situ semua kembali ke hotel, beberapa istirahat di kamar, dan sebagian besar keluyuran kemana-mana. Saya sendiri berjalan-jalan di sekitar hotel, menuju Alfa Mart untuk membeli beberapa minuman instan, kemudian nongkrong di warung depan hotel. Makan Indomie rebus, minum kopi susu, bersenda gurau. Aktivitas-aktivitas khas anak muda lah pokoknya. Dan yang lebih menyenangkan saya tidak perlu membayar apa yang saya pesan. Faris Arifin yang membayar semuanya. Ironisnya, itu dilakukan karena dia baru saja mengalami hal buruk. That's life.

Setelah lelah, tak perlu lagi begadang layaknya anak-anak muda jaman sekarang. Saya langsung tidur, walaupun terbangun setiap jamnya.


berlanjut lain kali..




Cheers, mate.

4 comments:

dede said...

ayo hunting on the trip! HAHAHA

dijelennon said...

wee wanda wee

piyudh said...

banduuuung..wah jadi nyidam huntig ke Bandung...huff..Lam kenal iap..^^v

dijelennon said...

yoo

 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.