Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Thursday, February 5, 2009

It's Only Love

Saya sampai saat ini selalu mengingat petuah Erwanda Desire Budiman mengenai mencari seorang kekasih, yang intinya adalah kita harus nyaman ketika berada di dekat orang tersebut. Sejujurnya, hal tersebut tidak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. How pity. 

Selama ini saya selalu menyukai perempuan yang dapat membuat jantung saya berdetak lebih cepat dan membuat keringat bercucuran dari seluruh badan. Dengan kata lain, membuat saya tidak nyaman. Memang setiap detik yang dilalui bersama perempuan itu menghasilkan senyum. Memang setiap gerakan yang perempuan itu lakukan membuat saya gembira seperti kuda. But I think that’s not enough to start a relationship, just like what Erwanda Desire Budiman told me. To start a relationship, it takes a lot more. 

Sekarang saya sadar saya tidak dapat melalui hari-hari saya bersama perempuan yang seperti itu, yang membuat saya panas dingin setiap berada di dekatnya. Yang harus saya cari adalah perempuan yang dapat saya genggam tangannya tanpa merasa malu. Yang harus saya cari adalah perempuan yang bisa bersandar di bahu saya tanpa membuat saya menangis karena kegirangan. Yang harus saya cari adalah perempuan yang dapat membuat saya bahagia sekaligus nyaman dan tenang. But is there? 

Saya sudah banyak berubah, saya rasa. Dahulu sekali saya mengalami gejala tidak nyaman ketika berbicara dengan perempuan manapun, kecuali keluarga saya sendiri. Dan sampai 1 tahun ke belakang memang tidak terlalu banyak perubahan yang signifikan yang telah saya lakukan. Tapi seiring berjalannya waktu saya rasa saya sudah berubah sekarang. Mungkin bukan menjadi don juan yang dapat memuji seorang perempuan dengan lancar, namun setidaknya saya tidak terlalu terlihat bodoh ketika berinteraksi dengan perempuan manapun – kecuali beberapa orang tentunya, Anda yang tentukan – sekarang. Jadi saya tidak salah jika bertanya “Is there?” seperti di atas dan bukannya mencoba introspeksi diri atas sifat pemalu saya. Maaf kepada Bold yang sudah saya kecewakan karena sifat pemalu saya. Tapi percayalah, saya yang sekarang adalah orang yang berbeda. Orang yang sama, namun berbeda.

Anyhow, tujuan tulisan saya kali ini bukanlah untuk meminta maaf kepada Bold semata. Saya ingin menghimbau kepada seorang perempuan – yang tidak akan pernah saya sebutkan namanya, sampai saatnya tiba – bahwa mungkin memang dia. Sejauh ini belum ada perempuan lain yang bisa membuat saya nyaman sekaligus bahagia seperti dia yang tadi dimaksud di atas. Maka apapun yang terjadi, biarkanlah.

Terakhir, saya akan coba menampilkan 2 bagian dari lirik lagu The Beatles “It’s Only Love” yang sekiranya relevan dengan bahasan saya kali ini, yaitu gejala tidak nyaman dari jatuh cinta dan bagaimana seharusnya. Off we go.

 

It’s Only Love – The Beatles

 

I get high when I see you go by

When you sigh my mind inside just flies

Why am I so shy when I’m beside you?

 

It’s only love and that is all

Why should I feel the way I do

It’s only love and that is all

But it’s so hard loving you

 

 

  

Cheers, mate.

8 comments:

Anangga Gunawan said...

pasti nanti di masa yg akan datang lo dapet perempuan yg lo maksud itu.. :D

amen.

Ichi said...

jadi inget apa gitu kak. semoga di masa depan dapet perempuan yang dimaksud :)

dijelennon said...

amen lah.

:beer: :cendolbig:

Acchan said...

i hope she's the right one for you ya kak, hehe :D
amin amin amin

dede said...

waaaa, bisa juga gue jadi inspirasi orang. haha baru sekali seumur hidup kayaknya di post ini gue jadi orang bijak banget. haha tenang aja raaam, nanti gue cariin cewek yang cocok (kalo ketemu) ahhaha.

Andra said...

wow.. that makes me think too Jaf. Iya yaa ga kepikiran. Ciee dedeee bisa bijak jugaa haha. ahhh liriknya is so me jg dan haha

dijelennon said...

sebenernya yang ngebuat lo terdengar bijak itu post gue ini,nda. soalnya lo waktu itu bilang ke gue-nya tanpa aura bijak sama sekali. *ga mau kalah*

Anggrya's said...

Djaff bener bgt djaff blog lo!! Gw sama kayo pngn bgt semua cowo pikirannya sama kaya lo!!! Cool thoughts dj

 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.