Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Sunday, March 15, 2009

Nikmat Surgawi


Kamar tidur, tempat melepas lelah setelah seharian didera kesibukan kota.


Foto ini diambil dengan kamera diletakkan di atas komputer. Terlihat juga adik saya yang sedang menjelajah dunia maya.
Kemudian di kiri ada lemari buku dengan Tape/CD/Tuner player serta CD musik yang berserakan di sebelahnya, miniatur gitar yang dibelikan oleh Suryo Rudito dari Jogja, dan ada juga Pylox sejak 2 tahun lalu. Di bagian teratas ada buku-buku lama dari jaman SD serta Harmonica Kit lengkap kepunyaan Ayah saya.
Di sebelahnya ada loker 5 pintu yang digunakan sebagai pelengkap untuk menyimpan barang-barang seperti kamera(paling atas, dengan pintu terbuka) dan sajadah serta properti Seksi Produksi dan Skyblitz.
Di sebelahnya lagi ada lemari pakaian yang berisikan semua sandang yang saya miliki. Mulai dari training Bintama hingga jaket/sweater Java Jazz Festival. Lalu coba lihat ke bagian atas lemari, di sana terdapat gitar pertama saya yang sudah hancur lebur.
Di bagian kanan terdapat cermin dan sebuah meja kecil(yang sebenarnya adalah tempat kaset lama) untuk merapikan penampilan. Dan di atas cermin terlihat sebuah jam dinding bergaya kapal berwarna merah untuk mendisiplinkan diri.


Foto ini diambil dari dekat AC.
Terlihat di kanan bawah adik saya yang sedang menjelajah dunia maya dengan stand gitar/bass di sebelahnya. Kemudian terdapat juga sebuah wall untuk menaruh surat pengumuman, catatan penting, kertas-kertas berharga, serta foto Gita Gutawa. Sekali lagi, berwarna merah, dengan frame warna kuning.
Di kiri atas wall pribadi saya terdapat sebuah kertas yang menunjukkan bahwa saya adalah member National Geographic Society. Ke depannya saya sangat berharap tembok kamar tidur saya dapat dipenuhi piagam-piagam penghargaan serta foto-foto karya saya.
Kemudian di atas ranjang terdapat poster The Beatles menyeberang di depan studio Abbey Road. Saya sempat berniat untuk memajang 1 poster The Beatles tambahan yang saya dapat dari mantan kekasih saya, namun tidak jadi karena akan terlihat terlalu ramai.


Foto ini diambil dari atas ranjang saya. Di kiri bawah terlihat adik saya yang sedang menjelajah dunia maya(mulai bosan dengan kalimat ini?) di working station saya yang juga mencakup wall pribadi yang sudah saya sebutkan tadi.
Kemudian penjelasan berikutnya kurang lebih sama, kecuali mengenai lukisan bertuliskan Allah yang saya buat untuk pengumpulan tugas seni rupa kelas 9. Saya rasa daripada terlihat keren dengan memasukkan berbagai warna, lebih baik menuliskan sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan kita menggunakan warna yang sederhana saja. Anyway itu hanya pembelaan seseorang yang tidak dapat melukis dengan baik.


Foto ini diambil dari pintu kamar. Semua sudah saya jelaskan rasanya. Oh mungkin mengenai 3 hal di sebelah working station. Itu adalah TOA Speaker untuk pengajian yang saya gunakan sebagai amplifier bass elektrik dan di sebelahnya terdapat amplifier Roland untuk gitar elektrik. Kemudian di belakang tempat sampah hijau terlihat juga tool kit pribadi saya yang berisikan Tamiya(sebenarnya ini merk, tapi sudah mengalami proses generalisasi sebingga setiap Mini 4WD disebut Tamiya) dan Crush Gear dari jaman kanak-kanak.






Cheers, mate.

20 comments:

Acchan said...

we e e gita gutawa! haha niiiice kak

Rhea said...

Kamar lo enak abis. Kalo gue jadi lo sih jaf, ga bakal skolah gue ga bisa bangun dr kasur

Tourbillonner said...

Gile enak banget cuy. Kamar gw aja masih blom pol buat salto-salto.

Ozora Kharunia said...

Enak deh Djaff kamarnya, pake wallpaper lagi (saking ngebetnya pake wallpaper nih gue haha)

Andra said...

rapih deh.. for a guy's room hehe

dijelennon said...

emang enak dong rhe.makanya judulnya Nikmat Surgawi. dan setuju sama Andra,yang paling penting rapi.gue ga tahan liat berantakan.

arin said...

dani, rapi abis kamar lo! apa menurut lo kamar itu benar-benar privasi?

Ichi said...

omg rapih ya, pewe lagi kayaknya

dijelennon said...

kamar? privasi? iya lah.

yang gue tampilkan kan kulit doang. you'll never know what will happen when you touch a thing in my room.

Pecch said...

kamarnya huwooooww rapinyoo! kamar gue kok rasanya rame bgt yaa aplg meja belajarnya hehe. gita gutawa? ahikahik :)

dijelennon said...

haha ya gita gutawa

anggiew said...

buzeeeeeeng rapi beneeeeerrr hahahaha meja belajar gw aja berantakan bgt

Anissa Paramita said...

Kamar lo nyaman nampaknya. Enak ya masih punya sweater JJF. Sweater gue raib dengan 'indahnya' hahaha

dijelennon said...

lah emang di 4 foto itu ada sweater JJF ye?

Anissa said...

Lo tuh nyebut tau bahwa di lemari lo itu menyimpan sweater JJF....

Fathman said...

inilah dia kamar seorang anak yang sering numpang motor gue. (pamer aib sampeyan)

dijelennon said...

loh apa aibnya nebeng? in fact,itu lebih ramah lingkungan daripada Earth Hour.

Fathman said...

wah gile! bener juga lo!
dasar lelaki berwawasan luas (apa sih?)

eh je.. masa alex mo pulang. hiks2..

dijelennon said...

iya tau gue. kapan sih?

Fathman said...

ga tau juga sih tapi katanya minggu depan..

 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.