Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Sunday, May 24, 2009

Berbicara Politik Hanya Akan Berakhir Di Kubangan

Definisi kubangan menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia: tanah lekuk yg berisi air dan lumpur (tempat kerbau berendam diri atau berguling-guling). Ya jadi begitulah. Politik dimana juga selalu penuh trik dan intrik. Tidak selalu bejat mungkin, tapi selalu penuh muslihat.

Dimulai dari hari Rabu (20 Mei), 3 calon presiden RI untuk masa jabat 2009-2014 berturut-turut hadir dalam acara Presiden Pilihan di TVOne. Bapak Jusuf Kalla dengan semangat nasionalisme radikal dan (maaf) sikap terlalu humoris, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dengan sikap santun dan lelucon tentang Kadin yang sedikit sulit dicerna, dan Ibu Megawati Soekarnoputri dengan (maaf sekali, tapi ini benar, setidaknya bagi saya) bahasanya yang terlalu berputar-putar khas politisi hingga tidak bisa memberi jawaban yang presisi. Dari penjabaran saya mungkin Anda sudah bisa melihat saya condong ke arah mana. Tentu saja Pak SBY!

Saya tidak pernah bilang bahwa Pak SBY itu suci dari segala najis dunia politik, tapi setidaknya kubangannya tidak sekotor kubangan-kubangan politisi lainnya, setidaknya untuk saya. Guru sejarah saya, Bapak Ali Fikri Pane, berkata bahwa alasan SBY memilih Boediono sebagai wakilnya adalah demi kekuasaan. Kata beliau, SBY takut jika wakilnya adalah orang partai, dia akan haus kekuasaan lagi seperti JK sehingga akan "bercerai" dan menjungkirbalikan SBY pada pemilu berikutnya. Ketika saya berkata bahwa masa pemerintahan presiden di Indonesia hanya 2 mandat, Pak Ali berkata "tapi setidaknya presiden berikutnya bisa datang dari Partai Demokrat". Itulah, muslihat. Pak SBY bermuslihat - "muslihat" di sini maksudnya "bersiasat", bukan "menipudaya" (arti muslihat menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia: 1. daya upaya, tipu daya; 2. siasat, taktik) - agar beliau tetap berada di puncak kekuasaan. Tentu saja sah, tentu saja halal, ini dunia politik bung. Lagipula, saya tidak pernah bilang beliau ingin berkuasa agar bisa menyelewengkan jabatan. Saya percaya pada Pak SBY sepenuhnya, lanjutkan!

Namun demikian, golput ataupun menjadi apolitis itu ujungnya bukan cuma kubangan, tapi comberan. Menjadi tidak peduli bukan solusi yang benar. Yang paling benar itu ya cari politisi yang kubangannya paling bersih. Kubangan yang rasio air dan lumpurnya 5:1, kubangan yang kerbaunya kuat untuk membajak sawah, kubangan yang dirawat dan dipelihara. Pokoknya begitulah.






Cheers, mate.

No comments:

 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.