Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Friday, June 12, 2009

Make A Difference

Siang tadi rekan saya Gilang Pangestu dan Muhammad Fadhil Mudjiono diwawancara dan difoto-foto sebagai wakil anak SMA untuk Parkour Indonesia oleh majalah Hai. Ada beberapa hal. Pertama, saya ingin mengucapkan selamat terlebih dahulu kepada mereka. Kedua, saya ingin menghimbau untuk jangan lupa membeli Hai edisi khusus Komunitas (kata Fadhil) yang beredar 2 minggu lagi. Ketiga, ternyata fotografer yang tadi menangani mereka adalah Ilham Anas (Barack Obama palsu).

Berangkat dari cerita itu saya ingin mengangkat tema tulisan ini. Let's make a difference, mari buat perubahan. Saya beruntung punya beberapa rekan hebat yang sudah, sedang, ataupun akan melakukan perubahan. Mulai saja dari Moris Semuaji dan kawan-kawan dari Trackers (Saptraka Community Bikers) yang konon katanya pelopor gerakan Bike To School, lalu ya itu tadi si Gilang dan si Fadhil yang termasuk anak SMA pertama yang bergabung dengan Parkour Indonesia khususnya Parkour Jakarta. Ada juga Paramezwari Atila Sugandi dan Ozora Kharunia dan Maudy Alvi yang cerewet soal lingkungan (walau kadang tingkah mereka malah merusak), kemudian jangan lupakan Lamuru yang - walaupun sudah agak lama beritanya - sekiranya wajar dikatakan sebagai pionir grup perkusi anak SMA. Demikian halnya juga dengan Sky Nation, lomba baris berbaris - seperti yang kita tahu, ini bukan bidang yang biasa dilombakan anak SMA - yang tidak jadi diadakan sebagai rangkaian Sky Battle 2008 ini akhirnya terealisasikan di bawah komando Seksi Bela Negara OSIS Diwakara Balasena. Dan masih banyak lagi contoh lainnya, misalnya Rifqi Kasyidi yang bisa menyetir sepeda motor dengan menggunakan lidah ataupun Iman Satriaputra yang berhasil meretas database Friendster (kedua hal ini fiktif).

Saya sendiri belum terlalu banyak melakukan perubahan nampaknya. Kalau apa yang terjadi pada Skyblitz pada masa kepengurusan saya - seperti: boleh dipakainya ruang ekstrakurikuler, kebangkitan kembali materi cetak film sendiri, penghilangan batasan antar angkatan, pameran intern kecil-kecilan - memang bisa masuk kategori perubahan, alhamdulillah. Tapi selain itu saya ternyata belum memberikan dampak yang besar kepada dunia, baik dunia semesta maupun dunia saya sendiri. Walau demikian saya tetap berjalan ke arah sana setidaknya.

Jadi ya kembali lagi, marilah buat perubahan. Mungkin tulisan dan pengalaman yang saya curahkan di sini belum bisa menginspirasi dan memotivasi. Namun tidak mengapa, karena setidaknya itu semua memotivasi diri saya hanya dengan mengingat dan menulisnya kembali.

Masih ragu untuk membuat perubahan? Dengar tembang ini, kawan.




Everybody - Raul Midon

Picture yourself in world where there's no one else.
Nobody anywhere.
A moment ago there were voices and faces to look upon,
Can't see them anywhere.
Nothing more to say and no one left to say it to anyway.
Please listen to what i say.

Everybody can be somebody.
Everybody is free to make a difference.
Everybody can be somebody.
Everybody is free to make a difference in this world.

Picture a world where the people all feel there worth.
Children are everywhere.
There is a reason for everyone's time on earth.
Wondering why you should care.
Nothing more to say.
And only love can see us through anyway.
Please listen to what i say.

Everybody can be somebody.
Everybody is free to make a difference.
Everybody can be somebody.
Everybody is free to make a difference.

You don't have to be a big celebrity.
To feel the power, the power in your soul
You don't have to be a big star on mtv
To realize that in your eyes there's a view
That only you can see.

Everybody can be somebody.
Everybody is free to make a difference.
Everybody can be somebody.
Everybody is free to make a difference in this world.








Cheers, mate.

No comments:

 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.