Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Monday, August 17, 2009

Bold & Italic Epilogue - Finish What You Have Started

Sebenarnya episode 9 dari seri ini sudah lebih dari cukup untuk mengakhiri semua (apalagi dengan disertakannya sebuah foto hantu yang sedap dipandang). Namun kata 'epilog' menjadi sedemikian indahnya malam ini hingga saya ingin mengakhiri seri ini dengan embel-embel 'Epilogue' tersebut.

Sebagaimana telah disebut sebelumnya, munculnya seorang wanita - yang saya sebut Forward sebelumnya biar sok-sok misteri - memutarbalik banyak hal. Dan sekarang sudah pastinya Anda tahu siapa dia. Ya, Anissa Paramita. Tidak kenal? Dia dikenal juga sebagai donat, anpar, nispar, anissape, atau panggilan-panggilan lain yang semakin menjamur semakin hari.

Intinya kali ini saya memang tidak ingin berkata apa-apa, tidak bisa, tidak perlu. I'm just finishing what I have started. This is the finish line, the destination point (for that, Amen). And when you reach the end, you stop there.




Cheers, mate.

2 comments:

Tourbillonner said...

Gw berpikir Annisape malah jadi Andika P Djaf. Ada sedikit kemiripan hahaha.

Winandya Almira N. said...

djaaaff, gue bikin blog br. tolong di link ulang ya, http://monochromatic-journey.blogspot.com

 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.