Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Wednesday, December 9, 2009

Hidup Yang Disia-sia

Miris rasanya setelah lama tidak menyentuh keyboard untuk menulis, melihat betapa banyak yang telah terlewatkan dari dunia blog.

Tapi apa daya, naganya saya juga terkena imbas Twitter yang berhasil menangkap intisari manusia modern: instan. Namun saya berhijrah ke Twitter pun ada alasannya. Saya tidak mau menulis tanpa mengetik, atau tanpa menulis secara harafiah. Mencatat via handphone sering, tapi ketika harus di-publish ke khalayak rasanya malu kalau tidak serius. Seperti merendahkan rekan blogger masa lama. Begitulah asal mulanya, dan kenapa begitu? Karena kesibukan kelas XII SMA.

Kelas XII SMA rasanya seperti hidup yang disia-sia. Belajar memang tidak percuma, tapi "You can't be alive if you're not living!" begitu kata Rich Munsch. Bagi saya belajar itu ada di urutan entah berapa dari hal-hal yang membuat saya merasa hidup, dan rasanya begitu juga bagi Anda.

Rasanya saya sudah cukup kehilangan berbagai bagian dari esensi menulis. Saya lupa tata bahasa saya, saya lupa bagaimana berkata, tapi setidaknya saya tidak lupa kata sandi untuk mengakses situs ini!

Untuk sekarang saya membuang sementara kegiatan menulis demi cita-cita. Cita-cita ini yang nantinya akan membuat saya merasa hidup dan kemudian menulis kembali, walaupun gaya saya mungkin akan sedikit berbeda. Menulis itu bagus!




Cheers, mate.

No comments:

 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.