Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Thursday, February 26, 2009

Self-Introducing Basic

Sampai beberapa saat lalu saya masih menganggap memperkenalkan diri sendiri itu hal yang konyol dan narsis. Namun setelah memikirkannya berulang lagi sembari menunggu bus datang, saya kemudian menganggapnya sebagai sebuah tantangan yang tidak setiap orang bisa melaksanakannya. Setelah mengkajinya dalam pikiran, saya menyimpulkan ada 3 hal yang idealnya diutarakan dalam sebuah perkenalan diri:

1. Data diri Anda. Intinya adalah semua yang biasa Anda tuliskan pada formulir administratif. Mungkin terdengar mudah dan sederhana, namun saya menemukan setiap orang mengisinya secara berbeda.

Sebagian mencantumkan kode area pada kolom nomor telepon, sedangkan sisanya tidak. Sebagian memberikan “-“ sebagai pembatas (misal: 0856-77-xxxx) sedangkan banyak yang tidak. Bahkan beberapa orang harus menanyakan nomor telepon mereka sendiri kepada teman!

Hal lainnya misalnya mengenai alamat. Sebagian mengisi alamat rumah dengan sangat singkat sehingga hanya supir taksi senior(baca: sudah bekerja lebih dari 30 tahun ditambah lagi merupakan pekerjaan yang turun- emurun) yang dapat mengetahuinya, sedangkan yang lainnya mengisi alamat rumah dengan sangat detil hingga Anda akan ditertawakan bila menanyakan keberadaan alamat yang dimaksud.

Lebih simpel lagi adalah penulisan nama. Beberapa orang bangga akan namanya hingga menuliskannya lengkap tanpa kurang sedikitpun (misal: Raden Ajeng Timun Mas Kusumawidjajadiningrat binti Abu Husein Khomariah Kusumawidjajadiningrat), namun tidak sedikit yang entah malu atau malas hingga menulisnya dalam singkatan dan tak jarang hanya menyisakan 1 nama (misal: M. Robby I. A. F. yang seharusnya Munijem Robby Internasional Akovi Fitamin). Atau yang lebih sederhana, beberapa orang menggunakan huruf kapital (RAMADHAN PUTERA), beberapa menggunakan huruf kapital pada huruf pertama saja (Ramadhan Putera), beberapa menggunakan huruf kecil (ramadhan putera), dan sisanya menggunakan huruf besar kecil dan kadang disertai tanda (r@MaDHaN PuT3R@). Tahukah Anda penggunaan huruf kapital lebih efisien dan mengurangi kesalahan pendataan karena mudah dibaca karena tidak ada perbedaan seperti antara ‘a’ dan ‘a? Sekali ‘A’ ya ‘A’!

Masih menganggap ini mudah dan sederhana?

2. Kelebihan Anda. Menurut saya, ini adalah bagian yang paling sulit dalam mendeskripsikan diri sendiri. Di bagian ini kita harus mampu menjelaskan bagaimana kita bisa bermanfaat maupun dimanfaatkan bagi orang lain tanpa terdengar narsis. Di bagian ini pula kita harus mampu membuat orang tergugah akan prestasi kita tanpa dianggap tinggi hati. Ketika Anda berkata “Saya cukup pintar untuk membantu kita keluar dari penjara ini karena selama sekolah saya selalu berada di urutan pertama dan saya mendapat gelar bergengsi dari 3 universitas ternama” pasti ada saja yang mencerca, padahal tujuan kita adalah menawarkan diri agar dimanfaatkan. Sungguh tega.

Dan bahkan yang lebih susah lagi, menilai diri sendiri. Katakan saja tidak akan ada yang mencerca karena para pendengar Anda adalah kaum beradab semua. Lalu Anda berkata “Saya cukup mahir dalam bidang fotografi” di depan mereka. Ke depannya, akan ada saja setidaknya 1 orang pendengar Anda saat itu yang mendatangi Anda dan mulai berbincang mengenai fotografi, ataupun mengajak ikut ke dalam suatu klub fotografi, maupun meminta Anda mengajarinya fotografi. Dan ketika itu terjadi dan Anda kurang berhasil melaksanakan apa yang diharapkan olehnya, dia akan kecewa – walaupun kembali ke sifat orangnya apakah dia toleran atau tidak, namun sesedikit apapun kecewa ya tetap kecewa! – terhadap perkataan Anda. Dan Anda akan menyesal mengatakan bahwa Anda cukup mahir dalam fotografi.

Jadi ada 2 tahap pada bagian ini, menakar diri sendiri dan lalu menyampaikannya dengan baik dan benar. Tahap pertama penting dilakukan agar orang lain dapat mengerti bagaimana cara memanfaatkan kita dan tahap kedua lebih penting lagi karena penyampaian yang tepat dapat membuat orang hormat dan enggan memanfaatkan kita.

3. Kekurangan Anda. Bagi banyak orang, bagian terakhir ini mungkin relatif lebih sukar dilakukan dibanding bagian 2 karena pada dasarnya manusia itu ingin sempurna. Dan kalaupun kita tidak malu untuk memberitahukannya, acapkali kita tidak dapat menyampaikannya dengan baik dan benar, membuat kita dianggap remeh oleh orang lain.

Berhubung pada kebanyakan pengenalan diri jarang sekali bagian 3 ini dilakukan, saya akan langsung ke intinya saja. Yang paling penting dari bagian 3 ini adalah mengutarakan kelemahan kita tanpa memelas meminta keringanan dan dianggap remeh oleh orang lain. Gunakan kata-kata pendukung atau bahkan terangkan sebagai lelucon. Anda baiknya tidak berkata “Saya adalah orang yang pelupa, jangan sering-sering memberi saya tugas mengingat” ataupun “Saya adalah orang yang pelupa” saja. Kalimat-kalimat tersebut mungkin bisa diganti dengan “Saya pelupa, namun saya punya catatan kecil untuk membantu saya” ataupun “Saya pelupa, tapi tidak separah kakek saya, hahaha”. Dengan demikian orang lain tidak akan terlalu kecewa jika Anda melakukan keburukan Anda, namun juga tidak terlalu merendahkan Anda akan apa yang menjadi kelemahan Anda.

Sekiranya itu saja yang bisa saya bagi di sini, dan sekali lagi saya tidak berkata saya yang paling benar. Pendapat selalu mempunyai sisi pro dan kontra, tidak ada yang mutlak benar. Kecuali Islam tentunya. Islam paling benar! Allahu Akbar! Oh dan terkadang matematika(ya, terkadang, apa Anda tahu 1+1 tidak selamanya berjumlah 2?) serta ilmu-ilmu eksakta lainnya juga. Namun untuk hal selain di atas, dan mungkin beberapa hal lain yang saya belum tahu karena keterbatasan saya, siapa yang mengatakan sesuatu adalah kebenaran absolut, dia lah kesesatan yang sesungguhnya.


Cheers, mate.

Tuesday, February 24, 2009

This Ain't A Scene

Not much, what I’m going to say now. I just want to share a moment, a precious one. But still, so little time so many regrets. Hopes you enjoy it.


 The M stands for me

The I stands for her


M: *sitting on stairs*

I: *come and sit next to M*

M: *sweating*

I: *putting her shoes on while grabbing M’s knees for balancing*

M: *sweat bathing*




Cheers, mate.

Friday, February 20, 2009

Bold and Italic Episode 8x - Defiance

Defiance itu bukan apa-apa, hanya judul film yang sedang saya tonton ketika mendengar beritanya. Tidak terlalu terkejut, sama halnya dengan kejadian Italic namun memang meleset dari perkiraan 20 Februari. Dan memang apa yang terjadi memang tidak terlalu mengubah mood saya menjadi serendah sampah. The fact is that I always have a little crush on her, always. Namun setelah semua kegilaan dan kegiatan yang menyita jiwa dan raga saya rasa saya menjadi imun. Hal yang menurut saya, ironisnya, baik.

Omong-omong, sambil lalu saya mencari arti kata Defiance karena saya tidak ada kerjaan - tepatnya banyak tapi malas untuk menyelesaikannya - di kamus.net, kamus online paling komprehensif di dunia (hiperbola pastinya). Saya menemukan 3 arti: bertentangan dengan, walaupun, dan meskipun. Maksudnya? God knows.

Ada satu adegan dari rentetan peristiwa ini yang cukup pantas menjadi memorable quotes jika dibuat menjadi sebuah film. It's not the exact quote, but here it goes..



Saya: *berjalan dari arah kantin*

O: Hey Djaffri! Apa kabar? Wah gila badan lo makin tebel aja.

Saya: *cengengesan* Mana iya..

O: Iya bener. *menyapa R yang sedang berjalan* Eh R, dia makin tebel kan ya? Jadi kayak W.

R: *memandangi saya dari ujung kaki ke ujung kepala* Hmm.. *berlalu pergi*

Saya: Haha, bagus lah berarti makin berotot.

O: Iya iya, lo ngapain aja sih?

N: *tiba-tiba masuk ke tengah-tengah pembicaraan* Eh bener juga ya O, dia mirip Bold.

O: Iya ya? Ya mantannya lo kan Djaf?

Saya: *cengar-cengir Joker keselek*




That's it people. Good night! Oh maybe a little song for you all.


Tick Of Time - The Kooks

And so I'll go, yes I'll go
So I'll take that train, and rise
Hoping I could rhyme her a rhyme
That might stop the tick of time
Get off this situation and feel fine
Get off this situation and feel fine





Cheers, mate.

Tuesday, February 17, 2009

Ngasal Perdana

Ini post pertama gue yang isinya bakalan paling ngaco diantara post-post lain. Lihat saja tuh, gue biasa nulis "saya" sekarang jadi "gue". Dan gue bahkan ga tau mau nulis apaan di sini, sekarang ini. Yang penting tangan saya maksudnya gue - ini beneran ga sengaja ketulis saya - ga berhenti ngetik. Aduh nulis apaan nih, ga boleh berhenti. Oaaargh. Anjing ngepet babi kuda nyengir tai sapi!

Mungkin gue sekedar depresi, entah karena apa, yang pasti bukan karena Bold. Bukan saya tidak peduli, bahkan nyatanya I always have a little crush on her. Tapi ya memang saya - anjir maksudnya gue, kayaknya gue emang ga cocok nulis gue - bukan depresi karena hal tersebut. Anyway hal tersebut akan saya - lagi-lagi saya kan, anjrit - bahas dengan gaya seperti biasanya di kemudian hari (balik lagi deh gaya bahasa formalnya, "kemudian hari", buset deh).

Ya intinya sih gue pengen nulis aja. This bloody post doesn't make sense at all, kecuali menunjukan bahwa saya - fuck gue kesel sendiri karena kebiasaan nulis saya di blog - sedang mengalami depresi yang susah didiagnosis.

Mengutip personal message Luna Diandra Lupita di Windows Live Messenger..


"I kinda wanna try being a loner. It might feel good."


It's simple but you rock, ma'am.





Cheers, mate.

Sunday, February 15, 2009

Happy Birthday!

                    Keluarga yang tidak jadi makan di Waroeng Steak karena Anggrya & Kania *censored*

                                                                                                      Ayo tiup!







                                                                                   Shanaz, pendatang pertama

                                                                                         Freak & King

                                                                                               Kania

                                                                                                   Eros

                                                                                         Carburator Springs

                                                                                            Anggrya

                                                                                           Sebelum ramai


Melalui tulisan ini saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada Anggrya Mahardhita dan Kania Saraswati, may the force be with you both. Selain itu, saya sekali lagi akan mencoba untuk menceritakan ulang mengenai pesta yang diadakan pada Friday the 13th lalu. I’ll try to make this sound good, because I’m not really good on posts like this. Padahal blog diciptakan untuk menceritakan hal yang telah lalu – seperti halnya sebuah diary – namun nampaknya saya tidak menggunakannya sesuai tujuan awal. Seperti yang Anda tahu, blog saya lebih banyak berisi tentang pemikiran-pemikiran absurd yang membuat bahasanya ikut-ikutan absurd. Atau tidak? Anyway, let’s get on it.

Saya pertama diajak Anggy dan Acil untuk menjadi fotografer pada acara yang dimaksud pada hari Rabu sepulang sekolah, ketika saya sedang membereskan bawaan saya seusai pelajaran kewarganegaraan. Mereka bilang mereka ingin acara lebih kondusif sehingga para tamu tidak diperbolehkan membawa kamera, sebagai gantinya adalah saya. Mungkin benar juga. Bayangkan puluhan orang yang suka difoto membawa kameranya masing-masing, atau setidaknya 1/3 dari keseluruhan. Saya bisa bayangkan bahwa ada setidaknya 10 flash dari 10 kamera yang berkelap-kelip sepanjang pesta, membutakan mata dan jiwa. Maka dari itu, saya terima tawaran dari Anggy dan Acil, sekaligus menyalurkan hobby saya. 

Namun masih ada satu kendala, dress code. I don’t really like dress codes. Memang dress code membuat acara menjadi tematis dan lebih menarik, namun karena saya kurang suka berdandan, ataupun memilah baju, saya selalu kurang menyukai dress code manapun. Pada acara ini pun begitu, saya berniat membawa jaket kulit atau jeans namun saya membayangkan saya mandi keringat ketika memakainya karena saya harus siap siaga memfoto para tamu. Karena itu, saya mohon maaf pada Anggy dan Kayo – ya, maksudnya Anggrya dan Kania – jika 2 hari lalu saya melanggar dress code yang telah ditetapkan. Maaf.

Pada hari-H saya rasa semua berjalan lancar. Acara memang molor dari 6.27 yang tertera pada invitations menjadi sekitar 7.30 namun tidak mengapa. Saya yang datang pada pukul 6 tepat malah jadi punya waktu untuk shalat maghrib terlebih dahulu dan mengecek medan tempur. Nice place, it is. Tempatnya asik dan pas banget sama temanya, makanannya enak dan mengenyangkan, minumannya cair dan menyegarkan. And a great party, it was. Congratulations buat panitia yang sudah menyiapkan segalanya. Great bash!


Thursday, February 12, 2009

Welcome Valentine!

Hari Valentine adalah sebuah propaganda pabrik coklat beserta para distributornya. Itu saja inti tulisan saya kali ini. Berdasarkan data dari sumber yang dapat dipercaya keuntungan penjualan coklat menjelang valentine meningkat sebanyak 50% sampai 60%. Ada fakta lain yang lebih menggemparkan, 1/3 dari remaja perempuan Thailand berpikir untuk bahwa hari valentine adalah waktu yang sempurna untuk melepas keperawanan mereka! Sungguh hari yang penuh maksiat dan akal bulus.

Mungkin dengan penjabaran di atas saya terdengar seperti orang yang iri hati karena hanya bisa menikmati hari valentine mendatang seorang diri. Namun sebenarnya tidak juga, karena saya tidak pernah melewati hari valentine dengan seorang kekasih. Pacar pertama saya tidak berada di samping saya ketika itu, memang karena saya juga tidak merencanakan apa-apa. Pacar kedua saya memang memberikan coklat yang sangat enak walaupun mungkin di mata Anda sederhana saja, namun itu sebelum kami bersama. Saya baru menyatakan perasaan saya 6 hari setelah tanggal 14, maka dari itu tidak bisa dikatakan bahwa saya didampingi. Jadi saya rasa Anda tidak punya hak untuk mengatakan bahwa saya seorang yang iri hati.

Alasan lainnya, saya tidak akan sendirian hari itu. InsyaAllah saya akan menghadiri acara workshop parkour di STMIK Swadharma. Walaupun nampaknya saya akan tampak blo’on pada acara itu karena saya tidak kenal siapa-siapa(tepatnya tidak dikenal oleh siapa-siapa) selain rekan parkour dari SMA Labsky juga: Gilang, Fadhil, Wibi, dan Wanna; namun tidak mengapa. Setidaknya saya tidak menjadi laki-laki mesum yang berduka di rumah sambil membuka situs porno karena tidak punya seorang kekasih untuk merayakan hari valentine. Happy valentine!

  

 

Cheer, mate.

Wednesday, February 11, 2009

Physiognomy

Interpretation of character and fate from the study of a person's face is called 'Physiognomy' or 'Face reading'. It is obvious that when we meet an unknown person, we try to understand his feelings by looking at his face. So the origin of Physiognomy traces back to the date of origin of human beings. Indications of a person's progress in yogic path are described with respect to Physiognomy in Hindu text 'Svetasvatara Upanishad', composed earlier than 500 B.C. According to Hindus, Samudra (deity of oceans) have first given 'Anga Samudrika' (Body language). King Prahlada has contributed a lot to this subject. Chinese texts dating back 300 B.C., mention Physiognomy.

That’s for the history lesson. Now I’m trying to give you all Volgorians(yes that’s you, the reader of Volgorian Cabalsette) some of Physiognomy lessons. They’re maybe not really true, but they’re worth to learn, really. Learn it and examine your friends, you will laugh shitless. At least I did smile while I’m checking my friends. Have fun, mates.


Shapes of faces:
-
Round shaped faces are also called Moon faces. They represent laziness, lack of energy, imaginative and jovial persons. They love good food and highly domestic.

-Square shaped faces are called Earth faces. They represent a tough and aggressive person, offensive and sociable. They are suitable for works where more muscular energy is required.

-Rectangular shaped faces represent a honest, diplomatic and leadership qualities. They are suitable for professions as top level executives and officials.

-Upright triangle shaped faces which starts with narrow area at the forehead and comes down widening, represents Fire faces. This is a symbol for anger, low talent but boastful, and rough person.

-Inverted triangle shaped faces which becomes narrowed at the chin, is also called Air faces. This signifies a cheerful, bright temperament, hyperactive and sensitive person. This type of face indicates disturbed married life.

Color of Eyes:

A dark eye denotes a forceful nature than a light colored one.

-Light blue represent flirtation.

-Deep blue is a sign of gentle love.

-Brown eyed people are devoted in love and friendship.

-Hazel eyes represent a highly impressionable and affectionate type.

-Grey represents good intellect and imagination.

-Green eyes denote an inventive and adaptable nature.

-Black eyes provide passion and tenderness.

Lips:

-The size of the upper lip represents the ability to love.

-The size of the lower lip represents need for love.

-If the lip corners are turned up, cheerful and friendly disposition is seen.

-If the lip corners are turned down, irresolute person with depression can be seen.
-
Full and broad lips show sensuous tendency.

-Thin lips show brevity and concise behaviour of the person. He will also be a learned person.

There are a lot more lessons on Physiognomy. I don’t want to make you bored so I think 3 for example are enough. Other reason, I’m a lazy person. So yeah, be active, find it yourself! You can find many Physiognomy books on any book stores, and even more topics about it on the internet.

Cheers, mate.

Thursday, February 5, 2009

It's Only Love

Saya sampai saat ini selalu mengingat petuah Erwanda Desire Budiman mengenai mencari seorang kekasih, yang intinya adalah kita harus nyaman ketika berada di dekat orang tersebut. Sejujurnya, hal tersebut tidak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. How pity. 

Selama ini saya selalu menyukai perempuan yang dapat membuat jantung saya berdetak lebih cepat dan membuat keringat bercucuran dari seluruh badan. Dengan kata lain, membuat saya tidak nyaman. Memang setiap detik yang dilalui bersama perempuan itu menghasilkan senyum. Memang setiap gerakan yang perempuan itu lakukan membuat saya gembira seperti kuda. But I think that’s not enough to start a relationship, just like what Erwanda Desire Budiman told me. To start a relationship, it takes a lot more. 

Sekarang saya sadar saya tidak dapat melalui hari-hari saya bersama perempuan yang seperti itu, yang membuat saya panas dingin setiap berada di dekatnya. Yang harus saya cari adalah perempuan yang dapat saya genggam tangannya tanpa merasa malu. Yang harus saya cari adalah perempuan yang bisa bersandar di bahu saya tanpa membuat saya menangis karena kegirangan. Yang harus saya cari adalah perempuan yang dapat membuat saya bahagia sekaligus nyaman dan tenang. But is there? 

Saya sudah banyak berubah, saya rasa. Dahulu sekali saya mengalami gejala tidak nyaman ketika berbicara dengan perempuan manapun, kecuali keluarga saya sendiri. Dan sampai 1 tahun ke belakang memang tidak terlalu banyak perubahan yang signifikan yang telah saya lakukan. Tapi seiring berjalannya waktu saya rasa saya sudah berubah sekarang. Mungkin bukan menjadi don juan yang dapat memuji seorang perempuan dengan lancar, namun setidaknya saya tidak terlalu terlihat bodoh ketika berinteraksi dengan perempuan manapun – kecuali beberapa orang tentunya, Anda yang tentukan – sekarang. Jadi saya tidak salah jika bertanya “Is there?” seperti di atas dan bukannya mencoba introspeksi diri atas sifat pemalu saya. Maaf kepada Bold yang sudah saya kecewakan karena sifat pemalu saya. Tapi percayalah, saya yang sekarang adalah orang yang berbeda. Orang yang sama, namun berbeda.

Anyhow, tujuan tulisan saya kali ini bukanlah untuk meminta maaf kepada Bold semata. Saya ingin menghimbau kepada seorang perempuan – yang tidak akan pernah saya sebutkan namanya, sampai saatnya tiba – bahwa mungkin memang dia. Sejauh ini belum ada perempuan lain yang bisa membuat saya nyaman sekaligus bahagia seperti dia yang tadi dimaksud di atas. Maka apapun yang terjadi, biarkanlah.

Terakhir, saya akan coba menampilkan 2 bagian dari lirik lagu The Beatles “It’s Only Love” yang sekiranya relevan dengan bahasan saya kali ini, yaitu gejala tidak nyaman dari jatuh cinta dan bagaimana seharusnya. Off we go.

 

It’s Only Love – The Beatles

 

I get high when I see you go by

When you sigh my mind inside just flies

Why am I so shy when I’m beside you?

 

It’s only love and that is all

Why should I feel the way I do

It’s only love and that is all

But it’s so hard loving you

 

 

  

Cheers, mate.

Wednesday, February 4, 2009

Back To The Roots

Dikutip dari comment Luna Diandra Lupita terhadap post Jogja Bersahaja (Seharusnya) - hari pertama:

"ya maap.. lonya jg kaga pernah cerita. tp ga nyangka lho gue sejujurnya hihi. btw, it's so totally obvious from what you wrote jaf... brave ya lo ckck."

I don't really think I am, miss. Siapa yang akan menyisihkan waktunya untuk mampir dan membaca-baca blog saya? Dan sekalipun ada paling hanya segelintir. Dan kalaupun tidak, kenapa takut?

Menuliskan hal-hal yang sedikit "berbahaya" - jika Anda ingin menganggapnya begitu - saya rasa bukan kendala. Karena saya tidak peduli siapa yang membaca blog saya dan apa reaksi mereka, atau pun reaksi Anda. Selama saya tidak menyerang pemerintah dengan vulgar atau memasukan unsur pornografi ke dalamnya, kenapa takut? Selama saya tidak menghina dan menghujat orang yang dimaksud, kenapa tidak? Selama saya tidak mengganggu kehidupan yang sedang berjalan, kenapa ragu? Karena saya tidak mau kehilangan tujuan awal saya dalam menulis, yaitu menginspirasi orang lain.

Bukan tidak mungkin apa yang saya tuliskan di Volgorian Cabalsette ini menjadi inspirasi bagi musisi independen yang tak kunjung memulai debut. Bukan tidak mungkin apa yang saya curahkan di Volgorian Cabalsette menjadi sebuah cerita dalam sebuah diskusi sekelompok teman. Bukan tidak mungkin apa yang saya hamburkan dengan liar di Volgorian Cabalsette menjadi lelucon bagi teman-teman saya. Bukan tidak mungkin apa yang saya publikasikan di sini membuat Anda dan yang lainnya menjadi individu yang lebih baik. Atau tidak?

Mungkin juga blog ini sepi peminat dan sama sekali tidak ada yang membaca kecuali teman-teman dekat saya. Mungkin juga bahkan teman-teman dekat saya tidak membacanya. Namun setidaknya saya tahu saya adalah bagian dari dunia, dan tidak harus membaca kisah-kisah saya sendirian. Setidaknya saya lega karena tidak harus memendam perasaan saya, dan berakhir menjadi orang introvert yang gila.



Cheers, mate.

Monday, February 2, 2009

Bold and Italic Episode 7x - A Beautiful Mess

Ternyata cerita-cerita ini hanya berakhir pada hitungan ketujuh saja. No more stories about Italic, since I'm not a kind of guy who disturbs someone relationship. Untuk permulaan, saya ingin mengucapkan selamat berbahagia.

Saya sudah memprediksikan hal ini seminggu sebelumnya. Sebuah hal yang sangat menguntungkan yang membuat saya tidak menganga lebih besar ketika mendengar kabarnya. Ketika kita sudah memprediksikan hal semacam ini dari jauh hari, kita tidak akan memikirkan lagi apa hasilnya. Kita hanya ingin semuanya berlalu secepatnya. Dan sepertinya Tuhan masih sayang kepada saya dan mempercepat semuanya, thanks God.

Ketika pertama membaca kalimat is now in a relationship perut saya seketika serasa ditonjok oleh belalai gajah. Berlanjut menjadi rasa mual, mulas, dan segala macam hal lainnya yang bisa melanda perut manusia. Di saat seperti itu, musik adalah obat yang paling berkhasiat yang pernah ada di muka bumi. Saya selalu percaya sebuah musik yang bagus dapat mengubah suasana hati makhluk hidup. Maka berangkat dari keyakinan itu saya tanpa banyak selingan memutar apa yang sudah saya dengarkan semenjak minggu lalu, saat saya memprediksikan apa yang akan terjadi hari ini. Thanks God it's Jason Mraz.

Scroll it, find it. Jason Mraz. We Sing, We Dance, We Steal Things. Scroll it, find it.


Details In The Fabric feat. James Morrison

Calm down 
Deep breaths 
And get yourself dressed instead 
Of running around 
And pulling all your threads and 
Breaking yourself up 

If it's a broken part, replace it 
But, if it's a broken arm then brace it 
If it's a broken heart then face it 

And hold your own 
Know your name 
And go your own way 
Hold your own 
Know your own name 
And go your own way 

And everything will be fine 

Hang on 
Help is on the way 
Stay strong 
I'm doing everything 

Hold your own 
Know your name 
And go your own way 
Hold your own 
Know your name 
And go your own way 

And everything, everything will be fine 
Everything 

Are the details in the fabric 
Are the things that make you panic 
Are your thoughts results of static cling? 

Are the things that make you blow 
Hell, no reason, go on and scream 
If you're shocked it's just the fault 
Of faulty manufacturing. 

Everything will be fine 
Everything in no time at all 
Everything 

Hold your own 
Know your name 
Go your own way 

Are the details in the fabric (Hold your own) 
Are the things that make you panic (Know your name) 
Are your thoughts results of static cling? (Go your own way) 

Are the details in the fabric (Hold your own) 
Are the things that make you panic (Know your name) 
Is it Mother Nature's sewing machine? (Go your own way) 

Are the things that make you blow (Hold your own) 
Hell no reason go on and scream (Know your name) 
If you’re shocked it's just the fault (Go your own way) 
Of faulty manufacturing 

Everything will be fine 
Everything in no time at all 
Hearts will hold


Coyotes? Skip. Only Human? Skip. The Dynamo of Volition? Skip.


If It Kills Me

Hello, tell me you know 
Yeah, you figured me out 
Something gave it away 
And it would be such a beautiful moment 
To see the look on your face 
To know that I know that you know now 

And baby that’s a case of my wishful thinking 
You know nothing 
Cause you and I 
Why, we go carrying on for hours on end 
We get along much better 
Than you and your boyfriend 

Well all I really wanna do is love you 
A kind much closer than friends use 
But I still can’t say it after all we’ve been through 
And all I really want from you is to feel me 
As the feeling inside keeps building 
And I will find a way to you if it kills me 
If it kills me 

Well how long, can I go on like this, 
Wishing to kiss you, 
Before I rightly explode? 
This double life I lead isn’t healthy for me 
In fact it makes me nervous 
If I get caught I could be risking it all 

Baby there’s a lot that I miss 
In case I’m wrong 

Well all I really wanna do is love you 
A kind much closer than friends use 
But I still can’t say it after all we’ve been through 
And all I really want from you is to feel me 
As the feeling inside keeps building 
And I will find a way to you if it kills me 
If it kills me 

If I should be so bold 
I’d ask you to hold my heart in your hand 
Tell you from the start how I’ve longed to be your man 
But I never said a word 
I guess I’m gonna miss my chance again 

All I really wanna do is love you 
A kind much closer than friends use 
But I still can’t say it after all we’ve been through 
And all I really want from you is to feel me 
As the feeling inside keeps building 
And I will find a way to you if it kills me 
If it kills me 
If it kills me 
I think it might kill me 

And all I really want from you is to feel me 
It’s a feeling inside that keeps building 
And I will find a way to you if it kills me 
If it kills me 
If it kills me 
It might kill me


Lagu berikutnya, A Beautiful Mess bukanlah termasuk lagu yang sering saya dengar. Dan ketika saya mendengarnya pun pasti saya tidak meresapi lagu tersebut. Namun semenjak hari ini, A Beautiful Mess adalah sebuah lagu yang akan terus saya ingat, lagu yang setara dengan lagu-lagu The Beatles kedahsyatannya. Sekarang setiap saya mendengarnya, hati saya menangis. Bukan, bukan mata saya yang meneteskan air, tapi hati. Because boys don't cry.


A Beautiful Mess

You've got the best of both worlds
You're the kind of girl who can take down a man, 
And lift him back up again
You are strong but you're needy, 
Humble but you're greedy
And based on your body language, 
And shoddy cursive I've been reading
Your style is quite selective, 
Though your mind is rather reckless
Well I guess it just suggests
That this is just what happiness is

And what a beautiful mess this is
It's like picking up trash in dresses

Well it kind of hurts when the kind of words you write
Kind of turn themselves into knives
And don't mind my nerve you could call it fiction
But I like being submerged in your contradictions dear
'Cause here we are, here we are

Although you were biased I love your advice
Your comebacks they're quick
And probably have to do with your insecurities
There's no shame in being crazy, 
Depending on how you take these
Words I'm paraphrasing this relationship we're staging

And what a beautiful mess this is
It's like picking up trash in dresses

Well it kind of hurts when the kind of words you say
Kind of turn themselves into blades
And kind and courteous is a life I've heard
But it's nice to say that we played in the dirt oh dear
Cause here we are, Here we are
Here we are [x7]
We're still here
What a beautiful mess this is
It's like taking a guess when the only answer is yes

Through timeless words, and priceless pictures
We'll fly like birds, out of this earth
And times they turn, and hearts disfigure
But that's no concern when we're wounded together
And we tore our dresses, and stained our shirts
But it's nice today, oh the wait was so worth it.


Every inch of "A Beautiful Mess" is in bold, because every single words is a masterpiece. Every notes is a blessing. And every parts of my body is shaking through the song. Bravo, Jason Mraz!




Cheers, mate.
 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.