Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Monday, March 30, 2009

Girl, You're Attractive

Tidak mudah mencintai orang yang sama dalam waktu yang relatif lama. Atau lebih tepatnya, menjaga agar perasaan tersebut tetap sama kadarnya seperti ketika pertama kali muncul. Yang lebih menyakitkan lagi adalah ketika Anda seorang yang mudah jatuh hati, mudah terpikat pada kecantikan seorang wanita. Masih belum cukup, hal ini diperburuk dengan kenyataan bahwa Anda menilai kecantikan wanita bukan hanya dari penampilan luar saja namun juga aura dan belasan faktor lainnya. Unfortunately, that’s me.

 

I could judge a girl as attractive in less than a minute, or maybe two. I don’t know, I guess I consider 1 out of 5 girls that I have met in my whole life as attractive. Saya rasa saya punya semacam perspektif berbeda dari pria lain, atau mungkin kebanyakan manusia, dalam menilai kecantikan seorang wanita. And it’s more than face and breast. Bukan saya ingin menjadi sok berbeda dari pria lain, namun saya berani bertaruh 8 dari 10 pria memandang wajah dan tubuh sebagai alasan utama dalam menentukan mana yang menarik dan mana yang tidak. It’s not like I could easily consider (sorry) an ugly-faced girl as attractive, of course no, that’s bullshit. Saya juga acapkali memperhatikan wajah, tentu saja. Namun, banyak juga wanita berparas cantik yang saya anggap kurang menarik dibandingkan wanita yang mempunyai karakter yang kuat. Muka itu nomor 1 peringkatnya, namun dibandingkan dengan karakter, muka hanyalah bumbu. Analoginya seperti ini: Seorang wanita cantik tanpa karakter yang kuat akan lebih tidak menarik di mata saya apabila dibandingkan dengan seorang wanita biasa dengan karakter yang kuat. Namun, jika dibandingkan dengan wanita yang (maaf) berparas lebih jelek dari wanita biasa saja namun tetap mempunyai karakter yang kuat, seorang wanita cantik tanpa karakter yang kuat akan tetap lebih menarik. Got it?

 

Baiklah, mari kita bahas lebih detil lagi.

A adalah seorang wanita cantik, namun tidak mempunyai karakter yang kuat. Jika Anda meminta contoh, mungkin A ini adalah tipe wanita yang selalu mengekor pada tren terkini, ataupun tren dalam komunitasnya. Ya dia cantik, ya dia (terlihat) menarik, namun itu bukan murni dari dirinya.

B adalah seorang wanita dengan muka yang biasa saja, namun mempunyai karakter yang kuat. Contohnya adalah wanita yang independen, tegas, mengetahui ke mana arah hidupnya.

C adalah seorang wanita dengan muka yang (maaf) cenderung jelek, namun mempunyai karakter yang kuat. Contohnya adalah wanita yang independen, tegas, mengetahui ke mana arah hidupnya, namun dengan muka yang (maaf) lebih jelek dari B.

Dengan ini, Anda sudah tahu bagaimana urutannya bukan?

Ya, tentu saja. B adalah yang paling menarik. A adalah yang kedua, dan C adalah yang terakhir. Aneh? Jangan salahkan saya.

 

Anyway, pesan awal yang ingin saya sampaikan sudah mulai bergeser nampaknya. Awalnya, dengan tulisan ini saya hendak menceritakan kisah kasih saya yang bertaburan rasa perih dan pedih, which is a waste of time. Namun, seiring dengan perkembangan tulisan, saya malah membahas mengenai kecantikan seorang wanita, apa yang membuat wanita menjadi menarik di mata saya. Karenanya mungkin kata-kata pada paragraf awal yang saya gunakan sebagai pembuka akan sedikit kontradiktif dengan pembahasan saya.

 

Kemudian, saya rasa film When Harry Met Sally yang saya tonton kira-kira 2 jam lalu juga membantu dalam pembuatan tulisan ini. Setelah menonton film tersebut, saya mulai menyukai kata ‘attractive’. Dan saya juga setuju dengan kalimat yang Harry lontarkan yang mengatakan bahwa tidak salah menganggap seorang wanita menarik tanpa bermaksud apa-apa. Bukan berarti ketika seorang pria menganggap seorang wanita menarik itu artinya si pria jatuh hati kepada sang wanita. Bisa saja pria itu sekedar mengagumi wanita tersebut. Walaupun begitu, saya sendiri tidak yakin kasus seperti itu terjadi lebih dari 5 kali dalam hidup seorang pria. I mean, a man adoring a woman without falling in love with her? That’s a bit magnificent. Apalagi kalau wanita tersebut hanyalah seorang teman, bukan idola layar kaca ataupun seseorang yang susah diraih.

 

Beberapa kalimat terakhir untuk menutup tulisan ini. Saya rasa setiap wanita menarik, setidaknya di mata saya. Karena kecantikan itu lebih dari sekedar mata, hidung, bibir, rambut, kuping, payudara, pinggul, bokong, paha, kepintaran, keterampilan, kepribadian, kebiasaan, ataupun hal lainnya yang bisa dibayangkan umat manusia. Kecantikan jauh lebih dalam dari itu.

 

 

 

 

 

Cheers, mate.

Saturday, March 28, 2009

Every Vote Counts

Hello people. Saya bermaksud mengganti banner blog saya dengan sebuah banner baru, karena dengan noraknya saya baru menemukan beberapa font yang agak menarik (walaupun sudah cukup banyak berkeliaran) dari dunia maya. Untuk itu, saya mohon kesediaan Anda untuk ikut menentukan banner mana yang akan terpampang.

Ada 3 jenis yang dapat Anda pilih:


Banner 1: Font > Borgnine by mieps


Banner 2: Font > Action Jackson


Banner 3: Font > Green Piloww by Billy Argel Fonts


Saya akan menaruh polling pada bagian paling atas dari jajaran gadget yang terdapat di sisi kiri blog ini. So please, do me a favour and vote. Thank you very much.





Cheers, mate.

Tuesday, March 24, 2009

Earth Hour, or not?

Mari ramaikan(atau lebih tepatnya 'dukung', karena tanpa listrik yang ada hanya kesunyian dan ketenangan) Earth Hour! Earth Hour ini diadakan pada 28 Desember 2009 mulai pukul 20.30 selama 1 jam ke depannya. Yang perlu dilakukan hanya mematikan listrik(atau hanya lampu? coba cek link yang saya berikan!) selama acara berlangsung. Sebuah kegiatan yang sederhana dan bisa dilakukan oleh setiap-setiap dari kita. Tujuannya pun cukup mulia, memberikan penghargaan atas apa yang telah bumi berikan kepada kita selama ini. Jadi, kenapa tidak?

Atau agar topik ini menjadi lebih menarik, kenapa iya?

Entah kenapa saya kurang mendukung acara yang dikategorikan ke dalam jalur mainstream, walaupun pada akhirnya saya ikut berpartisipasi di dalamnya juga. Bukan tidak konsisten, saya hanya suka mempengaruhi orang lain, dan juga diri saya sendiri, dengan teori-teori absurd sehingga kita menentang sebuah program. Karena itu saya mencoba menghasut Anda mengkaitkan fenomena Earth Hour ini dengan teori konspirasi Valentine's Day. Selayaknya bahwa Valentine's Day adalah propaganda pabrik coklat, Earth Hour adalah propaganda pabrik lilin. Ketika Anda mematikan lampu, Anda tidak dapat melihat apa-apa kecuali kegelapan pekat. Untuk mengatasinya, Anda akan menggunakan lilin.
Ada juga kasus seorang remaja yang mengalami dilema karena hari ulang tahunnya bertepatan dengan hari dilaksanakannya program Earth Hour. Dan saya sudah bisa pastikan ada saja yang memberikan solusi berupa acara ulang tahun bertaburkan cahaya lilin, which makes those people on the candles factory richer and richer.
Belum lagi biasanya banyak orang yang akan berkumpul di Bundaran HI pada acara-acara semacam ini. Karena saya dengar HI dan gedung di sekitar sana akan mematikan lampu juga, saya yakin 1 orang akan setidaknya membawa 1 lilin untuk merayakannya. Again, hal seperti ini akan memberikan keuntungan besar-besaran bagi pabrik lilin.

Namun setelah dipikir lagi perjuangan saya dalam menentang Earth Hour will not worth it. Hanya orang-orang egois yang tidak mau mematikan lampu(atau listrik? whatever lah)nya selama 60 menit. Saya sendiri akan berada di luar rumah saat itu, jadi saya tidak peduli. Saya pasti mematikan listrik - atau setidaknya lampu - rumah saya. Lalu apa salahnya bila pabrik lilin untung? Mereka akan membayar pajak pada negara, yang semoga, akan digunakan negara untuk membayar utang luar negri. Alasan lain, ini adalah sebuah program baru. Belum banyak trivia-trivia aneh yang bisa menjatuhkan pamor program ini (misalnya saja terjadi 10 pembunuhan di setiap negara ketika Earth Hour berlangsung). Karena itu harus saya akui saya kehabisan argumen.

So, HAPPY EARTH HOUR! Turn off your goddamn lamps and any electric appliances for only ONE hour on March 28 2009, starts from 08:30 PM.


*anyway, 08:30 PM is for my place's time zone. There should be different times on each country to make this earth completely dark, right?







Cheers, mate.

Sunday, March 22, 2009

Enlighten Us

Shuffle songs, relate it to our life, things like that. Just to make my spare time worth it.

Let's start, now.


1. You Know You're Right - Nirvana
What the fuck? Dengan suara serak bagai zombie, Kurt Cobain meneriakkan "You know you're riiiiight" berkali-kali.
"Really? I am right, right? Thanks for that, Sir."

2. She's Only 18 - Red Hot Chili Peppers
What the fuck? Bass funk dan raungan gitar, tidak terlalu cocok menjadi lagu malam.
"She's only 18? Don't like the Rolling Stones? Good, I'm sick of tomboys."

3. Jatuh Cinta Itu Biasa Saja - Efek Rumah Kaca
What The Fuck? ERK membawa efek jatuh cinta ke tingkat yang lebih masuk akal.
"Ini baru kedewasaan."

4. Shine On - Jet
What the fuck? Tenang-tenang asik di awal, kemudian bertambah ramai dengan drum serta bass serta yang lainnya. Dan "I will shine on, for everyone"? Genius.
"Nice shit. I'll cry if the time is right."

5. Let It Be - The Beatles
What the fuck? Siapa yang tidak tahu? Apa? Anda tidak tahu? Menyedihkan.
"The Beatles, of course!"


Now I have to go. Good night people.




Cheers, mate.

Sunday, March 15, 2009

Nikmat Surgawi


Kamar tidur, tempat melepas lelah setelah seharian didera kesibukan kota.


Foto ini diambil dengan kamera diletakkan di atas komputer. Terlihat juga adik saya yang sedang menjelajah dunia maya.
Kemudian di kiri ada lemari buku dengan Tape/CD/Tuner player serta CD musik yang berserakan di sebelahnya, miniatur gitar yang dibelikan oleh Suryo Rudito dari Jogja, dan ada juga Pylox sejak 2 tahun lalu. Di bagian teratas ada buku-buku lama dari jaman SD serta Harmonica Kit lengkap kepunyaan Ayah saya.
Di sebelahnya ada loker 5 pintu yang digunakan sebagai pelengkap untuk menyimpan barang-barang seperti kamera(paling atas, dengan pintu terbuka) dan sajadah serta properti Seksi Produksi dan Skyblitz.
Di sebelahnya lagi ada lemari pakaian yang berisikan semua sandang yang saya miliki. Mulai dari training Bintama hingga jaket/sweater Java Jazz Festival. Lalu coba lihat ke bagian atas lemari, di sana terdapat gitar pertama saya yang sudah hancur lebur.
Di bagian kanan terdapat cermin dan sebuah meja kecil(yang sebenarnya adalah tempat kaset lama) untuk merapikan penampilan. Dan di atas cermin terlihat sebuah jam dinding bergaya kapal berwarna merah untuk mendisiplinkan diri.


Foto ini diambil dari dekat AC.
Terlihat di kanan bawah adik saya yang sedang menjelajah dunia maya dengan stand gitar/bass di sebelahnya. Kemudian terdapat juga sebuah wall untuk menaruh surat pengumuman, catatan penting, kertas-kertas berharga, serta foto Gita Gutawa. Sekali lagi, berwarna merah, dengan frame warna kuning.
Di kiri atas wall pribadi saya terdapat sebuah kertas yang menunjukkan bahwa saya adalah member National Geographic Society. Ke depannya saya sangat berharap tembok kamar tidur saya dapat dipenuhi piagam-piagam penghargaan serta foto-foto karya saya.
Kemudian di atas ranjang terdapat poster The Beatles menyeberang di depan studio Abbey Road. Saya sempat berniat untuk memajang 1 poster The Beatles tambahan yang saya dapat dari mantan kekasih saya, namun tidak jadi karena akan terlihat terlalu ramai.


Foto ini diambil dari atas ranjang saya. Di kiri bawah terlihat adik saya yang sedang menjelajah dunia maya(mulai bosan dengan kalimat ini?) di working station saya yang juga mencakup wall pribadi yang sudah saya sebutkan tadi.
Kemudian penjelasan berikutnya kurang lebih sama, kecuali mengenai lukisan bertuliskan Allah yang saya buat untuk pengumpulan tugas seni rupa kelas 9. Saya rasa daripada terlihat keren dengan memasukkan berbagai warna, lebih baik menuliskan sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan kita menggunakan warna yang sederhana saja. Anyway itu hanya pembelaan seseorang yang tidak dapat melukis dengan baik.


Foto ini diambil dari pintu kamar. Semua sudah saya jelaskan rasanya. Oh mungkin mengenai 3 hal di sebelah working station. Itu adalah TOA Speaker untuk pengajian yang saya gunakan sebagai amplifier bass elektrik dan di sebelahnya terdapat amplifier Roland untuk gitar elektrik. Kemudian di belakang tempat sampah hijau terlihat juga tool kit pribadi saya yang berisikan Tamiya(sebenarnya ini merk, tapi sudah mengalami proses generalisasi sebingga setiap Mini 4WD disebut Tamiya) dan Crush Gear dari jaman kanak-kanak.






Cheers, mate.

Sunday, March 1, 2009

Nicknames

I'm bloody bored, and this nicknames game is kind of a good way to kill some time. Thanks to Luna Diandra Lupita.


1. YOUR ROCK STAR NAME: (first pet & current car)
Parrot Stream
(wtf)

2.YOUR GANGSTA NAME: (fave ice cream flavor, favorite cookie)
Strawberry Banana Cake
(I'm not sure if this is the right formula for Gangsta Name)

3. YOUR “FLY Guy/Girl” NAME: (first initial of first name, first three letters of your last name)
R-Djaf
(nice)

4. YOUR DETECTIVE NAME: (favorite color, favorite animal)
Red Bear
(cool)

5. YOUR SOAP OPERA NAME: (middle name, city where you were born)
Putera Jakarta
(good)

6. YOUR STAR WARS NAME: (the first 3 letters of your last name, first 2 letters of your first)

Djaf Ra
(good)

7. SUPERHERO NAME: (”The” + 2nd favorite color, favorite drink)
The Brown Tea
(absurd)

8. NASCAR NAME: (the first names of your grandfathers)
Djimudin Kartoni
(weird, but fine enough)

9. STRIPPER NAME: ( the name of your favorite perfume/cologne/scent, favorite candy)
Euphoria Kopiko
(funny)

10.WITNESS PROTECTION NAME: (mother’s & father’s middle names )
- Hassan
(my mom doesn't have a middle name! haha!)

11. TV WEATHER ANCHOR NAME: (Your 5th grade teacher’s last name, a major city that starts with the same letter)
Andy Acapulco
(I look for Acapulco on the internet)

12. SPY NAME: (your favorite season/holiday, flower)
Winter Rafflesia arnoldii
(right, I'm a weirdo)

13. CARTOON NAME: (favorite fruit, article of clothing you’re wearing right now + “ie” or “y”)
Apple Shirtie
(I don't really understand what "article of clothing" is)

14. HIPPY NAME: (What you ate for breakfast, your favorite tree)
Cereal Pine
(fine)

15. YOUR ROCKSTAR TOUR NAME: (”The” + Your fave hobby/craft, fave weather element + “Tour”)
The Imagining Rainy Tour
(odd)


My favourites: Red Bear, Cereal Pine, The Brown Tea, Djaf Ra
 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.