Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Wednesday, May 12, 2010

Universitas Indonesia atau University of Indonesia?

Nasionalisme itu memang sempit. Ketika topik semacam ini muncul di permukaan, saya harus berterima kasih kepada Universitas Gadjah Mada - bukan Gadjah Mada University! - yang memantapkan penggunaan bahasa asli untuk institusi mereka. Pada studi lapangan kelas 11, saya masih ingat jelas, dengan semangat yang tinggi pengisi materi di FEB UGM berkoar bahwa UGM adalah UGM dan bukan GMU.

Coba saja buka website resmi UI dan baca apa yang tertera di atasnya: UNIVERSITAS INDONESIA. Dahsyat sekali ya. Kemudian jika Anda mencari "Universitas Indonesia" di Google, link pertama dari hasil pencarian berbunyi seperti berikut: "Universitas Indonesia (UI) is a modern, comprehensive, open-minded, multi-culture, and humanism campus in the capital of Indonesia. Waduh, bangga sekali melihatnya - walaupun saya agak ragu apakah 'humanism' tepat penggunaannya. Sekalipun penjelasannya menggunakan bahasa Inggris agar dapat dimengerti penduduk dunia, namanya masih memakai satu bahasa kita, bahasa Indonesia.

Lantas apa gunanya kita meng-Inggris-kan universitas menjadi university dan kemudian menambahkan "of" segala di tengah-tengahnya? Terlihat lebih elit rasanya tidak juga, karena "universitas" bunyinya cenderung lebih berkesan ilmiah - seperti civitas, setidaknya bagi saya. Lebih mudah diucapkan juga tidak terlalu, karena mengucap "ti" bikin bibir jadi monyong. Lebih singkat jelas tidak, Universitas Indonesia mempunyai sepuluh suku kata, sedangkan University of Indonesia memiliki sebelas!

Bukannya tidak boleh kok, hanya sedikit sentilan saja buat Anda dan buat saya. Saya juga paham nasionalisme kecil seperti ini mungkin tidak berarti banyak, tapi lumayan. Kita sudah terlalu sering mencibir musik dan banyak hal lainnya ciptaan anak bangsa dan memuja-muji produk-produk luar negeri. Kenapa tidak berusaha sedikit saja dan mengucap Universitas Indonesia?

Terakhir, layaknya blog-blog tetangga, mumpung tulisan kali ini ada hubungannya dengan Universitas Indonesia, saya ingin bersyukur kepada Allah karena mengabulkan permohonan saya. Terima kasih.


Untuk yang tahun depan akan berjuang, satu wejangan: ini berawal dari kegagalan.




Cheers, mate. :)

No comments:

 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.