Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Sunday, August 22, 2010

You and I Both

Karena tiga hari dari sekarang - 25 Agustus 2011 - Saptraka (Sapta Garuda Adhikara) akan berulang tahun yang keempat (salah, kata Acil ketiga, untung saya tidak jadi masuk Akuntansi), saya menetapkan selama tiga hari ke depan saya akan membuat tulisan yang setiap harinya mewakili setiap tahun yang saya habisi bersama Saptraka. Judul dari setiap tahun adalah hal yang pertama kali muncul ketika saya memikirkan tahun itu. Di detik saya menulis kalimat ini, saya sudah tetapkan tiga judul tersebut. Judul-judul yang akan muncul bukan tentu hal yang terpenting dari tahun itu, tapi kemungkinan demikian. Satu yang pasti, mereka bukan pilihan. Semua sama penting, hanya saja mereka muncul lebih awal, berdiri lebih tinggi, dan terlihat lebih menonjol.

Judul tahun pertama ini 'You and I Both', sebuah judul lagu dari Jason Mraz, yang dinyanyikan oleh Eros dan Gote di pentas seni MOS 2007 Saptraka. Sebelum lagu ini, memang Figra tampil dengan bombastis diiringi lagu Project Pop (kalau tidak salah ingat, mengingat pertunjukan dari Figra sangat memecah konsentrasi). Saat mereka naik panggung dan mulai bersenandung, saya tahu pasti X-B adalah kelas dengan penampilan terbaik. Chemistry yang mereka tampilkan bukan chemistry dua anak SMA yang baru kenal beberapa hari, chemistry yang mereka sajikan itu bagaikan chemistry antara Sid Vicious dan Nancy Spungen, Julius Caesar dan Cleopatra, John Lennon dan Yoko Ono, Nicholas Saputra dan Dian Sastro, Ichsan Akbar dan Melanie Ricardo, Atun dan Mandra, Hans dan Gretel, Ash dan Pikachu, Daisuke dan Veemon, Doraemon dan Nobita, Shizuka dan mandi, roti dan selai, Jack dan pohon kacang; Eros dan Gote.

Setelah salah satu penampilan paling dahsyat sepanjang hidup saya tersebut, tibalah Paskib 17. Sekumpulan orang yang diambil secara acak - setidaknya orang itu adalah saya dan Arman, yang ikut tanpa tahu pernah meminta - untuk menjadi petugas upacara 17 Agustus sebelum peserta Lalinju 2007 datang untuk melantik dan dilantik. Tanpa dinyana kegiatan yang awalnya saya piir akan sedikit melelahkan ini (memang melelahkan sih), ternyata menjadi sebuah kenangan yang menyenangkan. Tidak akan ada banyak cerita yang akan saya tulis di sini karena akan cukup panjang padahal saya hanya ingin sekadar memutar balik sekilas kehidupan SMA. Lagipula, saya hanya jadi pembaca Pembukaan UUD 1945.

Selain itu ada Trip Observasi. Terima kasih Madura 12 (yang membuat saya tidak pernah mandi kecuali sehabis penjelajahan), terutama Ilin yang jadi suster ngesot, tapi malah digebugin anak-anak yang lain. Kalo soal Bold, saya rasa baca ulang saja Volgorian Cabalsette ini.

Kalau Bintama masuk di mana ya? Karena nampaknya di tahun kedua saya akan banyak bercerita, saya masukkan di sini saja ya. Di Bintama, yang paling saya ingat - terlepas dari Sapta Satria Adhikara yang diiringi suara senapan di tengah malam bolong di antara lagu nasionalisme yang membuat saya cecunggukan menahan tangis - adalah "Hanya dongkol dalam hati", sebuah penggalan lirik lagu yang selalu dinyanyikan dengan keras oleh Dito Adhitama dan Odi Rohdwiasmoro yang satu pleton dengan saya setiap kali ada mobilisasi, baik malam maupun siang hari. Semenjak itu, ketika emosi hendak menguasai diri, tiba-tiba terdengar kalimat itu di udara. Jika Anda ingin tahu apa arti Bintama bagi saya, itulah dia. That's the essence of my Bintama experience.
Ada satu lagi hal yang sesuatu, tapi tidak perlu diumbar lah.

Oh ya, satu lagi yang sangat berkesan adalah 400D kesayangan saya: Cayman Dunne. Ketika acara expo ekskul berlangsung, saya langsung memilih Skyblitz karena waktu latihannya yang hari Jum'at tidak membuat saya yang seorang pengguna bus lintas provinsi ini lelah berlebihan. Ketika saya menorehkan tanda tangan, saya langsung memikirkan bagaimana cara membujuk orang tua saya untuk membelikan kamera. Nyatanya, ketika sampai di rumah, ada sebuah kamera 400D yang dibungkus dengan rapi oleh orang tua saya. Bagaikan ahli nujum, mereka tahu saya berniat mengikuti sebuah ekskul fotografi. Anehnya, ayah saya sebelumnya menyuruh saya bergabung dengan softball atau bulu tangkis. Pertanyaan ini belum terjawab sampai sekarang.
Hal inilah yang menjadi jawaban bagi Anda yang bingung kenapa saya begitu mencintai Skyblitz. Hadir tiada pernah absen, mencoba menghilangkan jarak antara dua angkatan, membuatkan group di Facebook; bersemangat lah intinya. Here it is, mates. That camera is not just a camera. It's something that my parents gave me out of the blue.




Cheers, mate. :)

No comments:

 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.