Apakah yang saya tulis di sini ternyata memang ada yang membaca?
Mohon beri tahu saya. Tinggalkan di sana. Mention di Twitter dalam 140 kata, berikan komentar di bawah sini terutama, penuhi wall Facebook dengan surat pembaca. Pujian, cacian, sanggahan, hadiah, uang, makanan, sarung. Apa saja. Tapi yang lebih penting adalah apa adanya.
"Rather than love, than money, than fame, give me truth." -Thoreau
Terima kasih kepada orang yang belakangan memberi saya feedback, semisal saat saya menulis sebuah kalimat panjang dua baris untuk Saptraka, seorang teman dari Anissa yang saya temui di halte Masjid UI, Aditya yang suka mencuplik tulisan-tulisan saya tanpa sengaja, dan yang paling baru adalah Kania dan Uthi yang angkat bicara masalah indie.
*maaf hanya berbincang sebentar, Nickels mulai tak bisa tahan sabarnya*
Cheers, mate. :)


2 complains:
Hai Ramadhan!...Putra? Djaffri? Ini Ghalila, seorang teman Anissa yang ketemu di halte bus. Gue juga blogger jd gue ngerti rasanya ga dapet feedback apa-apa tp visitors lo nambah terus... Kayak komunikasi satu arah, serasa gak ada interaksi sama pembaca dan itu ga seru, hehe.
Sebenernya gue udah baca blog lo dari kapan ya... abis pengumuman SIMAK pokoknya gue dapet link blog ini darimana gitu. Dan dulu lo pernah ngepost juga minta feedback, dan udah gua komen.
Ada beberapa post lain yang mau gua kasih komen jg, ntar ya. Keep writing.
ah ghalila, my HPD mate. iya bener tuh. kayak galau2 nungguin jawaban abis nembak. (apacoba)
Post a Comment