Ada suatu nafas yang hanya bisa dirasa saat matahari sudah tidak nampang di langit biru muda. Ada suatu ritme yang hanya bisa dirasa saat lampu kendaraan dan lampu jalan mulai menyinari muka-muka para penglaju. Ada suatu bau yang hanya bisa dihirup saat dingin angin berhembus dengan santai menerpa pagar besi dan tembok beton. Ada suatu suara yang hanya bisa didengar saat suara klakson beraduan dengan mesin bus tua dan sepeda motor kredit tiga bulan. Ada suatu yang lain dari malam hari di Jakarta, ibu kota Indonesia pusaka.
Berdesakan dengan para Jakartan di dalam angkutan Koperasi Wahana Kalpika. Menunggu bus patas di antara muka-muka kelelahan. Mendengarkan keluh kesah dan priwitan para petugas berseragam. Menikmati indah sengaunya suara pengamen berbaju compang. Merekam bokeh-bokeh hasil bias di sepanjang mata memandang. Memberi kursi reyot bus kepada ibu yang nampaknya sudah hampir pingsan. Berdiri di aspal hitam dingin dan merasakan bahwa semua unsur berputar seirama dalam suatu harmoni. Ada suatu yang istimewa dari malam hari di Jakarta, ibu kota yang padat penumpang.
Ini hidup. Cobalah jika belum pernah.
Cheers, mate. :)


1 complains:
selalu ada pengalaman pertama :)
Post a Comment