Ini cerita untuk mereka yang masih tidak percaya kekuatan impian dan harapan.
Kembali ke April 2010 lalu, ketika saya hendak dibelikan sebuah Macbook oleh kedua orang tua. Setelah melewati berbagai perbandingan logis dan bukan egoistis - menolak Macbook Pro aluminium yang kokoh itu karena saya anggap over feature dan hanya buang uang misalnya - akhirnya pilihan jatuh pada Macbook 13" yang suara tuts keyboardnya ketika digunakan untuk mengetik secara barbar sangat saya cinta. Daripada buang waktu, langsung saja atur segala macam di tempat yang notabene dilengkapi dengan koneksi internet berkecepatan kuda pacuan.
Saya tidak ingat secara pasti apa nama dari isian yang harus dilengkapi, tapi kira-kira dua teratas - layaknya segala jenis isian authentication - adalah seperti berikut:
Name:
Company:
Saat itu saya sudah diterima di jurusan Manajemen di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, tapi dengan sembari menyebut nama Allah saya dengan cepat malah menuliskan "Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia". Kurang ajar. Bukan kemungkinan lain dari hasil SIMAK mendatang yaitu FH UI atau FISIP UI (saya pilih Fiskal) dan bukan hasil yang sudah ada di depan mata yang adalah FEB UGM.
Ayah dan ibu saya yang melihat tingkah itu langsung tersenyum seolah merestui, tapi sekaligus terlihat menantang. Ada sedikit rasa takut sebelum menekan tombol submit/enter/OK/apapun itu yang saya tidak terlalu ingat untuk benar-benar mendaftarkan perangkat ini secara permanen, but in the end I dare to dream. Yang terjadi, terjadilah.
Sisanya hanya hari penuh cemas dan malam penuh harap. Now here I stand. Now, I dare you.
Cheers, mate. :)


1 complains:
bro, tulisan lo yang ini terngiang di otak gue berminggu-minggu :')
Post a Comment