Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Thursday, December 23, 2010

Nyanyian Akhir Tahun

Satu minggu menuju tahun yang baru. Belum tahu jadinya apa. Bisa seru, bisa haru. Biar lebih penuh makna, ada baiknya kita lakukan refleksi kaca. Mulai dari mana?


2010 TOP 3 ALBUMS
Bukan album musik yang baru dirilis, tapi yang baru saya dengar tahun ini.

The Doors - The Very Best of The Doors
Mencari kesana-kemari tidak kunjung temu, akhirnya tega mengunduh melalui torrent saja (maaf wahai Manzarek, nanti kalau ada yang asli saya beli). Benar-benar album yang membuka telinga dari segenap musik setengah hati yang lalu lalang di radio dan televisi. Desain sampul depannya juga semakin mengukuhkan posisi Jim Morrison sebagai ujung tombak yang kian mati kian tajam. Favourite tracks: People Are Strange; Hello, I Love You; Touch Me.


Jamie Cullum - The Pursuit
Saya beli asli! Edisi paket sekaligus DVD lagi! Tidak mengecewakan. Sama sekali. Yang saya tangkap adalah suara-suara yang semakin modern, tapi tetap cocok didengar sambil minum teh hangat di hari mendung. Piano meledak di cover depan? Jawara. Favourite tracks: Grace Is Gone; I'm All Over It, Love Ain't Gonna Let You Down.


Maliq & D'essentials - Mata Hati Telinga
Album ini minjam dari teman adik saya. Lengkap ya? Ada album hasil download ilegal, album asli versi premium, sampai album hasil pinjaman. Isi album ini hanya 6 tembang. Dahsyat semua. Desain albumnya juga istimewa. Selain gayanya yang kontemporer, juga bisa dibuka-buka dan dilipat-lipat sedemikian rupa. Yang punya pasti sudah coba-coba. Favourite tracks: Luluh; Coba Katakan; Mata Hati Telinga.



2010 TOP 3 MOVIES
Keterangan sama seperti di atas. Mungkin judul-judul yang muncul belum diseleksi dengan seksama, hanya yang muncul cepat di benak saja. Akan tetapi bukankah itu artinya mereka benar-benar berkesan?

Before Sunrise
Revolusi. Seratus menit kurang isinya seputar sepasang manusia belaka, tapi tidak terbuang sia-sia. Setiap kata bermakna, setiap kala terasa indahnya. Jesse (Ethan Hawke) dan Celine (Julie Delpy), hampir bisa menggeser Harry (Billy Crystal) dan Sally (Meg Ryan) - dari When Harry Met Sally... - dari jajaran pasangan favorit saya. Favourite moment: Keseluruhan film. Jika harus diingat sebagiannya, mungkin scene pujangga jalanan yang mencipta puisi di pinggir sungai, "Don't you know me? Don't you know me by now?"


12 Angry Men
Seusai film ini, rasanya saya seperti sudah berhasil menemukan obat penyembuh kanker. Film ini adalah salah satu item di dalam bucket list saya, layaknya Carter (Morgan Freeman) ingin mendaki Everest dalam 'The Bucket List'. Tidak lebih dari 94 menit, sebanyak dua belas orang juri melakukan diskusi penuh drama untuk menentukan hidup-mati seorang bocah yang disangka melakukan pembunuhan. Beyond reasonable doubt, sebuah pelajaran berharga. Favourite moment: Ketika Juri #10 berkoar kasar dan sebelas orang juri lainnya berdiri dari kursi, menjauh tanda tidak peduli. (lihat di atas)


Scott Pilgrim vs. The World
Kalau dibandingkan dengan dua film sebelumnya mungkin saya terdengar seperti orang yang tidak punya selera. Nyatanya, saya hanya tidak peduli selera. Saya suka, saya terima. Terlebih lagi ada Mary Elizabeth Winstead sebagai Ramona, jelas sebuah 1UP (bila Anda sudah menonton, pasti tidak bingung lagi). Michael Cera masih cemerlang seperti biasa, ditandem dengan dialog cepat nan lucu dan Kieran Culkin yang sangat natural sebagai seorang sobat gay (atau memang karena benaran gay?) yang entah kenapa tetap terkesan gentle. Sisanya, efek-efek video game yang spektakuler. Oh, have I told you about the amazing interactive trailer? Favourite moment: "Wow. Girl number." Atau mungkin ketika Crash and The Boys menyanyikan lagu berdurasi 13 detik. Atau mungkin "Do you want to keep going?" yang ditanyakan Knives Chau (Ellen Wong) pada Scott yang bingung akan kelanjutan hubungan mereka. (lihat di atas) Atau, atau, atau. This movie is just too epic.







This is an unfinished post. Will update soon, cool people. Before New Year, I hope. Hang on there.

No comments:

 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.