Kalau ditanya satu rasa yang sedang melanda, saya ingin bilang cinta.
Menjalarnya cepat dan menggeliat. Keras menghantam seperti pukulan sabuk hitam, sekaligus menggelitik seperti sedang diduduki dua lusin kepik. Sekejap seperti tidur siang yang lelap, sekaligus mengamuk seperti sedang heboh dirasuk. Seolah ada naga warna merah jambu naik dari bawah diafragma terus hingga ke ujung kepala.
Asalnya bisa dari mana saja kapan saja, tapi acapkali dari sosok yang sama. Tingkah laku, kibasan rambut, sentuhan jemari, tatapan mata, lontaran kata, belaian muka, benturan kepala, sentuhan bibir, aroma kulit, getar bisikan. Jangan lupa tambahkan akhiran '-nya' di setiap contoh tersedia.
Dampaknya luar biasa. Setiap kalimat yang terjalin menjadi puisi, setiap guyon yang dicoba menjadi cerita, setiap harapan yang dipesan menjadi rekanan. Kalau berjalan, kaki diayun lebih tinggi dari sebagaimana harusnya. Kalau bicara, tiap kata punya nada berbeda hingga terdengar seperti paduan suara. Kalau berdua, ucapkan selamat datang kepada naga.
Jangan pernah ragu kala menggenggam es batu. Dinginnya menggigit, tapi hidup yang dirasa.
Oh remote AC saya mati, untung saya punya baterai dua A.
Cheers, mate. :)


0 complains:
Post a Comment