Yang namanya lupa itu manusiawi. Di banyak kesempatan justru malah sebuah berkah Ilahi.

Baru belakangan setelah mengunduh apps Leme Cam untuk iPod Touch saya jadi keranjingan foto keseharian. Dulu saya sampai lupa fungsi mula kamera tercipta. Ya untuk jadi pengingat, untuk mencipta memento bagi manusia yang kodratnya mudah lupa.
Menggunakan kamera tipe Double Exposure saya dapat foto di atas. Aslinya mereka adalah sepasang kekasih yang entah mengapa lelakinya berjalan jauh lebih cepat dan bukan berdampingan. Maka terciptalah gambar semacam tersebut. Evolusi wanita jadi pria kemudian jadi hilang.
Mengerikan, ya? Saat seorang sudah tiada cuma kenangan yang bisa jadi bukti kehadirannya. Dari dulu juga saya selalu bilang jangan buang kenangan kan. Indah sekali mengetahui bahwa sesuatu pernah ada. Di suatu koordinat dunia, menghalangi materi lain untuk duduk di tempatnya, dan memberi pengaruh kepada sekitar tidak peduli kecil besarnya.
Namun untuk beberapa perkara, indah juga ketika kita asumsikan di dunia dalam foto di atas manusia secara alamiah berjalan ke arah mundur. Dari tiada, jadi pria, lalu wanita.
Banyak hal yang membuat hati ngilu kalau tetap kokoh berdiri. Bisa hal buruk yang memang terpuruk, menggelikan hingga memalukan, atau sekadar membuat cemburu bisu. Obatnya tiada bukan selain pura-pura bego hingga jadi bego benaran. Lainnya ya hadapi, karena memang saya masih belum bisa ada di pihak yang berlawanan dengan kenangan.
Semoga lanjut hingga hilang asa. Semoga asa tidak akan hilang.
Cheers, mate.
DAFTAR PUSTAKA:
http://dije.deviantart.com (menghilang_jejak_by_dije-d3f61lr.jpg)


0 complains:
Post a Comment