Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Friday, April 29, 2011

Menghilang Jejak

Yang namanya lupa itu manusiawi. Di banyak kesempatan justru malah sebuah berkah Ilahi.


Baru belakangan setelah mengunduh apps Leme Cam untuk iPod Touch saya jadi keranjingan foto keseharian. Dulu saya sampai lupa fungsi mula kamera tercipta. Ya untuk jadi pengingat, untuk mencipta memento bagi manusia yang kodratnya mudah lupa.

Menggunakan kamera tipe Double Exposure saya dapat foto di atas. Aslinya mereka adalah sepasang kekasih yang entah mengapa lelakinya berjalan jauh lebih cepat dan bukan berdampingan. Maka terciptalah gambar semacam tersebut. Evolusi wanita jadi pria kemudian jadi hilang.

Mengerikan, ya? Saat seorang sudah tiada cuma kenangan yang bisa jadi bukti kehadirannya. Dari dulu juga saya selalu bilang jangan buang kenangan kan. Indah sekali mengetahui bahwa sesuatu pernah ada. Di suatu koordinat dunia, menghalangi materi lain untuk duduk di tempatnya, dan memberi pengaruh kepada sekitar tidak peduli kecil besarnya.

Namun untuk beberapa perkara, indah juga ketika kita asumsikan di dunia dalam foto di atas manusia secara alamiah berjalan ke arah mundur. Dari tiada, jadi pria, lalu wanita.

Banyak hal yang membuat hati ngilu kalau tetap kokoh berdiri. Bisa hal buruk yang memang terpuruk, menggelikan hingga memalukan, atau sekadar membuat cemburu bisu. Obatnya tiada bukan selain pura-pura bego hingga jadi bego benaran. Lainnya ya hadapi, karena memang saya masih belum bisa ada di pihak yang berlawanan dengan kenangan.

Semoga lanjut hingga hilang asa. Semoga asa tidak akan hilang.




Cheers, mate.


DAFTAR PUSTAKA:
http://dije.deviantart.com (menghilang_jejak_by_dije-d3f61lr.jpg)

No comments:

 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.