Jatuh cinta adalah bentuk keberanian. Namanya saja sudah jatuh.

Jatuh itu artinya ya lepas kendali, hanya bisa merasakan nikmatnya gravitasi saat tubuh kita membelah udara. Seperti gravitasi, cinta menarik manusia dengan kekuatan mutlak tanpa pandang bulu. Ditarik terus sampai membentur apa saja di permukaan. Sampai benturan itu tiba, angin saja yang kita terpa. Rambut rusak atau kering setidaknya, mata perih sulit dibuka, bergerak segala bagian tubuh juga percuma. Cuma bisa pasrah. Makin pasrah, makin nikmat, makin puncak sensasinya.
Jatuh itu artinya ya melesat ke bawah, tanpa kepastian ada yang menanti dengan tangan terbuka; dan kuat. Ibaratkan saja bukan satu, bukan dua, tapi segambreng tangan sudah siap sedia di bawah sana. Namun mereka hanya menunggu saja, mungkin juga tidak tahu apa yang akan mereka rasa. Mungkin ada yang hanya mau meraba, atau jangan-jangan mau memangsa. Seram. Atau giliran ada yang ingin tulus menangkap, tangannya sekurus lidi. Jangankan ditahan, tangannya malah ikutan putus! Kasihan.
Jatuh itu artinya ya kalau gagal, sakit yang dirasa. Masih baik kalau datarannya cuma rata. Bayangkan kalau berduri, atau berapi, atau tidak ada daratan sama sekali. Tidak ada! Sakit berkelanjutan di dalam kegelapan semata. Sudah cukup pun tidak bisa berdiri untuk kemudian lari walaupun untuk jatuh lagi. Bisanya menunggu saja, dan kali ini tidak mungkin dengan pasrah. Karena manusia pada dasarnya makhluk keras kepala, tidak mau mati kalau tidak terpaksa.
Lalu kenapa harus berani jatuh, cinta?
Karena jatuh cinta tidak hanya jatuh, tapi juga cinta.
Cheers, mate. :)
DAFTAR PUSTAKA:


1 complains:
Haha keren bgt! Mungkin itu sebabnya saya belum pernah jatuh cinta. Terlalu takut dgn resiko :)
Post a Comment