Ingin rasanya rutin dalam pembuatan label satu ini. Tidak perlu terlalu berambisi, cukup satu bulan sekali. Jangan pedulikan yang lampau, mulai dari hari ini. Janji.
click the image to visit the album's Wikipedia page
And just why I picked this album? Karena ini album Arctic Monkeys paling enak sejauh ini. Ketika album pertama mereka rilis di pasaran, saya tahu mereka akan mengubah musik dunia. Muncul album kedua, saya tahu mereka semakin dewasa; banyak unsur aneh yang masuk, meningkatkan mutu, tapi butuh adaptasi gendang telinga. Album ketiga mereka cukup membuat saya frustrasi, sekian kali diputar masih belum bisa dicintai. Akhirnya, album keempat ini tiba. Nikmat sekali saya pikir. Sekarang, ketika saya mendengarkan 'Whatever People Say I Am, That's What I'm Not', lelah yang dirasa - sudah tua mungkin. Bisa dibilang, ini adalah WPSIATWIN yang telah dijinakkan.
Track by Track by Me
1. She's Thunderstorms - (3:55)
Awalnya horor memuncak, saya kira awalnya ini hanya another 'Humbug'. Namun ketika gitar II mengiringi, semua jadi ceria tanggung. Vokal Alex yang membius juga langsung menjadi magnet mutlak dari album termutakhir ini, "When you're feeling far away, she does what the night does to the day."
Awalnya horor memuncak, saya kira awalnya ini hanya another 'Humbug'. Namun ketika gitar II mengiringi, semua jadi ceria tanggung. Vokal Alex yang membius juga langsung menjadi magnet mutlak dari album termutakhir ini, "When you're feeling far away, she does what the night does to the day."
2. Black Treacle - (3:35)
Lirik pembukanya yang lebih dari mahadewa, "Lately I've been seeing things, belly button piercings in the sky at night, when we're side by side," dinyanyikan dengan sangat romantis. Begitu terus nuansanya dijaga sampai not paling akhir. Di tengah-tengah juga banyak fill guitar - tuiiit, tuiiiit - yang sederhana, tapi krusial. An instant favourite!
Lirik pembukanya yang lebih dari mahadewa, "Lately I've been seeing things, belly button piercings in the sky at night, when we're side by side," dinyanyikan dengan sangat romantis. Begitu terus nuansanya dijaga sampai not paling akhir. Di tengah-tengah juga banyak fill guitar - tuiiit, tuiiiit - yang sederhana, tapi krusial. An instant favourite!
3. Brick by Brick - (2:59)
Lagu yang sangat cocok untuk dinyanyikan bersama di konser lembab sambil jejingkrakan berdempetan, karena liriknya yang berulang dan tidak sulit dihapal, semacam "I wanna rock n roll, brick by brick!" yang diteriakkan berkali-kali sepanjang lagu. Nada-nadanya juga asal menghentak dan tidak membuat pusing. Sangat sederhana, anthemic.
Lagu yang sangat cocok untuk dinyanyikan bersama di konser lembab sambil jejingkrakan berdempetan, karena liriknya yang berulang dan tidak sulit dihapal, semacam "I wanna rock n roll, brick by brick!" yang diteriakkan berkali-kali sepanjang lagu. Nada-nadanya juga asal menghentak dan tidak membuat pusing. Sangat sederhana, anthemic.
4. The Hellcat Spangled Shalalala - (3:00)
Saya bisa bilang ada dua bagian di lagu ini: The Hellcat Spangled adalah bagian seram dan Shalalala adalah bagian bahagianya. Tidak banyak komentar, mari kita, "Shalalala~"
Saya bisa bilang ada dua bagian di lagu ini: The Hellcat Spangled adalah bagian seram dan Shalalala adalah bagian bahagianya. Tidak banyak komentar, mari kita, "Shalalala~"
5. Don't Sit Down 'Cause I've Moved Your Chair - (3:04)
Saya sangat suka dengan makin banyaknya backing vocal di album ini yang berteriak-teriak macam di lagu ini, "Uuuuuuuu!" atau "Yeh! Yeh! Yeh!" Sangat segar untuk Arctic Monkeys. Bukan favorit, tapi jelas menarik, terutama bagian, "Kung fu fighting~" yang dinyanyikan dengan cengkok yang aneh.
Saya sangat suka dengan makin banyaknya backing vocal di album ini yang berteriak-teriak macam di lagu ini, "Uuuuuuuu!" atau "Yeh! Yeh! Yeh!" Sangat segar untuk Arctic Monkeys. Bukan favorit, tapi jelas menarik, terutama bagian, "Kung fu fighting~" yang dinyanyikan dengan cengkok yang aneh.
6. Library Pictures - (2:22)
Terasa secuil 'Favourite Worst Nightmare' di sini, di mana raungan gitar di-bending mencoba menghasilkan kengerian menghiasi latar gitar berat monoton atau strumming sekali-sekali yang khas sekali. Vokalnya juga demikian sepanjang tembang, mulai dari, "Library pictures of the quickening canoe," sampai "10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1," sampai akhirnya, "Or an ipp dipp, dog-shit rock and roll."
Terasa secuil 'Favourite Worst Nightmare' di sini, di mana raungan gitar di-bending mencoba menghasilkan kengerian menghiasi latar gitar berat monoton atau strumming sekali-sekali yang khas sekali. Vokalnya juga demikian sepanjang tembang, mulai dari, "Library pictures of the quickening canoe," sampai "10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1," sampai akhirnya, "Or an ipp dipp, dog-shit rock and roll."
7. All My Own Stunts - (3:52)
Selain intro-nya yang suara latihan kemudian dibalas oleh riff gitar yang kotor-tapi-bersih dan catchy, tidak ada yang terlalu spesial dari lagu ini.
Selain intro-nya yang suara latihan kemudian dibalas oleh riff gitar yang kotor-tapi-bersih dan catchy, tidak ada yang terlalu spesial dari lagu ini.
8. Reckless Serenade - (2:43)
Second best! Memiliki rasa yang nyaris persis dengan Black Treacle, tapi lebih seksi dengan intro bassline campur pita suara Alex. Rasa damba sukses tersampaikan melalui lirik-lirik eksentrik semacam, "When she laughs the heavens hum a stun gun lullaby," dan "Their hypnosis goes unnoticed when she's walking by." Solo ringkas dengan tone suara khas Arctic Monkeys menjelang akhir lagu juga menakjubkan. Selain itu, durasinya yang paling singkat juga tidak menyisakan celah untuk masuknya komponen yang sia-sia.
Second best! Memiliki rasa yang nyaris persis dengan Black Treacle, tapi lebih seksi dengan intro bassline campur pita suara Alex. Rasa damba sukses tersampaikan melalui lirik-lirik eksentrik semacam, "When she laughs the heavens hum a stun gun lullaby," dan "Their hypnosis goes unnoticed when she's walking by." Solo ringkas dengan tone suara khas Arctic Monkeys menjelang akhir lagu juga menakjubkan. Selain itu, durasinya yang paling singkat juga tidak menyisakan celah untuk masuknya komponen yang sia-sia.
9. Piledriver Waltz - (3:24)
Average joe dari 'Suck It and See' itu ya yang berbunyi seperti lagu ini. Enak didengar saja, tidak perlu berpikir terlalu keras. Jinak. Tambah nikmat karena ditambah lirik khas Alex seperti, "If you're gonna try and walk on water make sure you wear your comfortable shoes."
Average joe dari 'Suck It and See' itu ya yang berbunyi seperti lagu ini. Enak didengar saja, tidak perlu berpikir terlalu keras. Jinak. Tambah nikmat karena ditambah lirik khas Alex seperti, "If you're gonna try and walk on water make sure you wear your comfortable shoes."
10. Love Is a Laserquest - (3:12)
Tabuhan drum di awal jadi ciri khas dari lagu ini, di mana semua penonton pasti langsung sadar dan bersiap mengingat lirik ketika mendengar atau melihat Helders mulai beraksi dengan gaya santai, namun nafsu khas dirinya. Datar, tapi sebagai satu kesatuan memiliki lirik indah yang seolah berbicara kepada kita. "And do you still think love is a laserquest, or do you take it all more seriously?"
Tabuhan drum di awal jadi ciri khas dari lagu ini, di mana semua penonton pasti langsung sadar dan bersiap mengingat lirik ketika mendengar atau melihat Helders mulai beraksi dengan gaya santai, namun nafsu khas dirinya. Datar, tapi sebagai satu kesatuan memiliki lirik indah yang seolah berbicara kepada kita. "And do you still think love is a laserquest, or do you take it all more seriously?"
11. Suck It and See - (3:46)
Ada tiga judul yang hawanya serupa, ketiga-ketiganya bagi saya merupakan Top 3 album ini, yaitu judul ini, judul #2 dan judul #8. Ketiganya tentang cinta, told with the only way Arctic Monkeys know: awesomeness. Tidak banyak logat yang dapat menyanyikan, "Be cruel to me 'cause I'm a fool for you," dengan romantis seperti Alex.
Ada tiga judul yang hawanya serupa, ketiga-ketiganya bagi saya merupakan Top 3 album ini, yaitu judul ini, judul #2 dan judul #8. Ketiganya tentang cinta, told with the only way Arctic Monkeys know: awesomeness. Tidak banyak logat yang dapat menyanyikan, "Be cruel to me 'cause I'm a fool for you," dengan romantis seperti Alex.
12. That's Where You're Wrong - (4:17)
Menyenangkan! Lagu yang ada di penghujung album ini punya nada-nada yang mengisyaratkan bahwa ini semua belum berakhir, bahwa Arctic Monkeys masih akan terus berkarya. Cocok dibawakan juga di penghujung acara. Karena kalau Anda pikir musik hebat cuma sampai di sini, "That's where you're wrong."
4.5/5
Cheers, mate. :)
Menyenangkan! Lagu yang ada di penghujung album ini punya nada-nada yang mengisyaratkan bahwa ini semua belum berakhir, bahwa Arctic Monkeys masih akan terus berkarya. Cocok dibawakan juga di penghujung acara. Karena kalau Anda pikir musik hebat cuma sampai di sini, "That's where you're wrong."
4.5/5
Cheers, mate. :)



0 complains:
Post a Comment