Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Friday, January 20, 2012

Kecelakaan Bulan Ini

Kena, deh.

Kalau Anda pengguna harian jalan bebas hambatan (khususnya Tol Dalam Kota dari arah Bekasi) dan cukup atentif terhadap lingkungan sekitar, pasti Anda akan sadar bahwa setelah gerbang Halim terpampang Data Kecelakaan Bulan Ini (terdengar seperti Menu Favorit Bulan Ini) di rerumputan. Lebih jauh lagi, bila otak Anda terlalu sering ngawang karena kemacetan, kemungkinan besar otak Anda akan membahas hal yang sama dengan tulisan saya kali ini.

Data terakhir yang saya lihat seperti di bawah ini:

Jumlah Kecelakaan: 139
Jumlah Korban Tewas: 4

Kemudian saya menciptakan sebuah skenario sederhana dari dua statistik tersebut:

Jumlah Kecelakaan: 4
Jumlah Korban Tewas: 139

Nah loh.

Kalau menurut Anda, lebih masuk akal yang mana?

Data pertama menunjukkan frekuensi kecelakaan yang sangat tinggi. Rasio-nya dengan tingkat kematian juga tidak main-main, hampir 35 kecelakaan dibanding 1 kematian. Artinya jika Anda menderita kecelakaan yang ke-35 setelah 34 kecelakaan sebelumnya tidak ada korban jiwa, you might as well write your last will di ambulans dalam perjalanan ke rumah sakit.

Data kedua menunjukkan frekuensi kecelakaan yang sangat rendah, tapi dengan jumlah korban tewas sudah seperti di kamp konsentrasi. Entah kecelakaan macam apa yang dapat menimbulkan angka seperti di atas. Mungkin ketika dua bus AKAP penuh pemudik yang sedang tarik-tarikan meledak bersama karena overheat di gerbang tol hingga muntahan besi panasnya terlontar ke delapan arah mata angin.

Kalau menurut saya pribadi, yang namanya kecelakaan itu tidak seharusnya terjadi setiap hari. Kecelakaan itu selayaknya adalah peristiwa yang bisa membuat orang menjerit, "Celaka!" sambil menahan air mata. Kejadian yang membuat detak jantung untuk sekian detik tertahan. Tragedi yang susah hilang dari dalam pikiran pelaku dan korban. Atau cukup sesuatu yang di luar perkiraan.

Kecelakaan yang terjadi setiap hari itu namanya kelalaian. Entah siapa yang salah di sini. Untuk mengetahuinya kita harus tahu lebih dalam mengenai rincian kecelakaan yang terjadi. Apakah karena di tengah jalan ada lubang sebesar kepala manusia purba? Apakah karena sebelum melakukan perjalanan panjang, para pengendara tidak pernah mengecek mesinnya dengan seksama? Apakah karena banyaknya mobil goyang di lajur darurat yang ditabrak orang mabuk yang kebut-kebutan dengan lawan main khayalan?

Anyway, let's cut the crap, and get to the point.

In life, is it better to do so many mistakes that you eventually get it right,

or, to do only few mistakes, that instantly change your life?





Cheers, mate.

No comments:

 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.