Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Friday, January 27, 2012

Lelakian

Semua pasti tahu mengenai teori bahwa cuma ada dua jenis pria di dunia: Bajingan dan Gay.

Lalu kemudian siang ini akhirnya saya, dengan dipicu oleh tweet Anindita Prameswari Rangkuti, mencoba mencetus Segitiga Iblis Lelakian yang tidak bisa dielakkan oleh para pria. Tiga sudut dari segitiga itu berisi: Bajingan, Gay, dan Tidak Tepat Waktu.

Berbeda dengan Segitiga Iblis Perkuliahan (yang juga terkenal itu), dimana kita hanya boleh memilih dua saja dari tiga tersedia: Good Grades, Social Life, dan Enough Sleep. Di segitiga iblis lelakian ini, justru seorang pria harus mengeliminasi dua pilihan dari tiga tersedia, dan mengaku dengan lapang dada bahwa pilihan tersisa mencerminkan dirinya.

Perlu diingat bahwa tidak ada yang mutlak dalam dunia sosial. Jadi, please, be open minded. Teori ini sama sekali tidak didukung oleh penelitian dan data apapun, sehingga jelas kalau tidak akurat. Tidak masalah kalau hanya dianggap lelucon, tapi tidak perlu lah dicaci. Menghina jangan menghina, kalau tak ada artinya.
TTW = Tidak Tepat Waktu; G = Gay; B = Bajingan


Anda bukan Bajingan dan bukan Gay? Anda Tidak Tepat Waktu.

Anda tepat waktu? Antara Bajingan atau Gay.

Bajingan tepat waktu karena dia butuh impression itu dari wanita yang ingin dia bajingi.

Gay, technically, punya banyak kemiripan dengan wanita.

Tidak ada yang lebih baik dari lainnya di segitiga ini. Mohon dicamkan.

Setidaknya pria bisa pipis berdiri dan tidak perlu melahirkan. Jadi, sayangilah wanita. Okay, bro?




Cheers, mate.

1 comment:

Fariz Razi said...

kalo udah gay+bajingan gimana ya? wkwkwk

gw mengakui kalo gw tidak tepat waktu, djaff!

 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.