Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Monday, March 26, 2012

What Makes You Beautiful

Petang ini, di tengah kemacetan Lenteng Agung-Tanjung Barat, lagu yang sudah tidak asing di kuping kawula muda diputar untuk entah kali keberapa:

You don't know you're beautiful
That's what makes you beautiful

Seriusan?

Menurut saya sih, kasihan.

Kenapa faktor tidak mengenal kelebihan diri sendiri justru dianggap nilai tambah? Seharusnya senjata itu digunakan untuk menyerang atau mempertahankan diri, bukan didiamkan tanpa berhasil diidentifikasi.

Nampaknya kita ini sudah terlalu banyak membaca 9gag, dimana wanita jelita dianggap slut, dan wanita gamer dan kutu buku dijunjung tinggi layaknya dewi.

Tiada yang salah dengan berjalan penuh percaya diri karena rupa wajah sempurna, dada di atas ukuran rata-rata, dan kaki jenjang dari lantai hingga ke pinggang. Tidak salah juga berjalan menunduk sambil mendengar musik melalui earphone padahal memiliki tiga kelebihan tersebut, cuma kasihan saja. Kasihan, bukannya tambah rupawan. Tidak salah, cuma kasihan.

Ada beberapa alasan yang membuat saya, Anda, dan kita semua, mungkin merasa bahwa wanita yang sadar dirinya cantik itu menyebalkan:
1. Karena dirinya tidak secantik itu.
Bisa kembali ke selera, atau bisa juga memang terlalu percaya diri saja. Tidak usah dicaci, kecuali memang menyebalkan. Namun demikian, tetaplah berusaha objektif dan membantu dia keluar dari jurang kesesatan. Karena membiarkannya seperti demikian juga hanya akan memberi energi negatif bagi diri kita sendiri di setiap hari.
2. Karena iri dan dengki.
Self-explained. Rasanya tidak ada yang lebih menyebalkan bagi seorang wanita dibanding melihat wanita yang lebih baik darinya. Jangankan lebih baik, disamakan pun masih cemberut. Iri dan dengki hanya bisa hilang ketika dibarengi dengan rasa kagum, atau cinta sesama jenis. Oh, ralat, cinta pun terkadang masih tidak terima.
3. Karena cemburu buta.
Self-explained. Pada dasarnya lelaki itu menyukai dominasi. Ubahlah rasa insecure menjadi pride, karena afterall, Anda yang berhasil merebut hatinya. Kecuali memang ada tanda-tanda tidak setia. Saat itu Anda boleh panik, tapi jangan lupa diiringi dengan introspeksi dan perbaiki diri. Karena sesungguhnya macan yang kenyang tidak akan mencari kijang lain. Cheers.
4. Karena tidak mau dianggap menilai fisik saja.
Akuilah bahwa semua lelaki lebih suka wanita yang sering mengunggah foto saat pesta (ya, okay, mungkin, dan hanya mungkin, selama masih sesuai norma) dibanding foto saat mereka berkebun (ya, okay, kecuali dengan tata gaya dan busana yang baik). Tenang saja, masih ada orang yang tidak judgmental kok di dunia ini. Ingat, di sini yang dinilai hanya ranah visual, bukan kepribadian dan lainnya seperti hendak meminang seorang istri. Berkata bahwa wanita cantik itu tampak biasa saja hanya membuat Anda terlihat seperti seorang munafik. Kecuali memang bukan selera, dan punya argumen pendukung seperti larangan agama.
5. Karena dirinya suka mencuri.
Swiper jangan mencuri! Swiper jangan mencuri! Bahkan Dora mengajarkan hal yang sama kepada kita.

Jadi, untuk para wanita, sadarilah kelebihan Anda (dan juga kekurangan tentunya). Jangan malu, jangan sungkan, tapi tetap sayangi kekasih hati. Tunjukkan pesona kepada dunia, walau masih di batas norma. Hidup wanita!


Dan jangan mencuri.




Cheers, mate.

No comments:

 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.