Quote? Not Quote?

"It's love. Yes all we're looking for is love from someone else."
-Emma Stone, La La Land

Today in History

Selamat Pagi, Siang, Petang, Malam!

Saya namanya Ramadhan Putera Djaffri. Sekarang bekerja di Samuel Aset Manajemen. Sebelumnya berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menempuh pendidikan IPS di SMA Labschool Kebayoran, pulang-pergi naik sepeda saat bersekolah di SMP Al-Azhar 8 Kemang Pratama, seorang anak jemputan saat belajar di SD Bani Saleh 1, dan pernah dihajar rantai sepeda motor saat menghabiskan masa balita di TK Mini Pak Kasur.

Segala tulisan di Volgorian Cabalsette ini seharusnya sih hasil kreasi saya, kecuali yang saya sebutkan sumber lainnya. Karena itu saya harap Anda juga bisa menghormati dan selalu meminta izin atau setidaknya memberi saya kredit tiap kali mengutip. Ayo hindari plagiarisme sejak mula!

Soal sejarahnya sendiri, yang bisa saya ingat ada tiga semboyan Volgorian Cabalsette hingga kini. Pertama adalah "The Safest Place On Earth" yang sekarang jadi milik Volgorian Nopales. Kedua adalah "Berpikir Subjektif Tidak Membantu", yang kemudian berevolusi menjadi "Pemikiran, Ucapan, Tindakan" karena menurut saya tanpa aksi tidak ada realisasi.

Pun setelah sekian lama menggunakan semboyan ketiga, nampaknya saya harus kembali kepada semboyan kedua, karena lebih orisinil dan lebih saya. Terlebih lagi setelah semboyan itu sempat disebut-sebut kembali oleh rekan seperti Mirza dan Aditya.

Lainnya, saya akan sangat bahagia jika Anda memberi donasi uang kepada saya. Tidak bersedia? Kalau sekadar kesan, pesan, komentar, keluhan, cacian, dan makian mau kan? Tidak perlu banyak, saya hanya ingin tahu apakah memang ada yang membaca.

Terima kasih telah berkunjung. Nikmati dunia saya!

Sunday, September 30, 2012

Keluarga Berencana

Aloha.

Lengkapnya begini, baru kepikiran ketika hendak menulis post label #140 ini:

When all is gone, when all is said and done, plans are mere mementos.




Cheers, mate.

Sunday, September 16, 2012

Bebas Terikat



Free will itu apa sih?

Kalau menurut kamus di Spotlight bawaan Mac,

"the power of acting without the constraint of necessity or fate; the ability to act at one's own discretion."

Hmm.

Ya.

Jadi artinya, kedaulatan untuk bebas dari segala keharusan.

Sebuah hak yang sepanjang masa, seluas angkasa, diperjuangkan dan dielu-elukan habis-habisan. Namun pada titik tertentu, rasanya suaka itu malah membuat kita kelimpungan. Banyak percabangan yang membuat kita berpikir bahwa hidup ada baiknya sudah suratan. Bahwa memilih cuma bikin kita risih. Bahwa konsekuensi dari melangkah lebih mengerikan daripada sekadar tabah.

Pada kasus lainnya, justru kebanyakan saya dan kebanyakan Anda menggunakan free will tersebut untuk mengekang diri sendiri. Meyakini sesuatu, apapun itu, kemudian melakukan justifikasi terhadap apapun yang kita yakini. Apa namanya kalau bukan menggunakan kebebasan pribadi untuk mengikat diri sendiri?

Apakah kita yang secara sadar memilih untuk dikekang dapat disebut manusia bebas? Ataukah konsep kebebasan sebegitu hebatnya hingga kita tidak kuasa untuk berpegang kepadanya, lalu akhirnya menyerah dan berserah kepada pembelaan yang sering disebut faith?

Apakah pada akhirnya, kita cuma kumpulan keping-keping hal yang kita percaya? Bahwa kita tidak pernah bebas seutuhnya. Hanya bebas memilih di mula. Memilih jalan mana, kemudian menerima apa adanya.

Tapi kemudian lagi, apakah bebas lebih baik daripada bahagia? 

Coba tanya kembali. Coba evaluasi diri lagi.

Jangan mengaku bebas kalau memang berserah. Jangan juga sebaliknya. You are loved either way.




Cheers, mate.
 
Creative Commons License
Volgorian Cabalsette by Ramadhan Putera Djaffri is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.